Rabu, 19 Agustus 2026
No Result
View All Result
TubinNews
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
TubinNews
No Result
View All Result
Home Seni Budaya

Songket Lamno, Warisan Tenun Aceh Jaya yang Sarat Makna dan Filosofi

Redaksi by Redaksi
19 Agustus 2026
Perajin menenun Songket Lamno warisan budaya Aceh Jaya di alat tenun tradisional

Seorang perajin sedang menenun kain Songket Lamno menggunakan alat tenun tradisional. Songket khas Aceh Jaya ini dikenal dengan benang metalik emas dan motif yang sarat makna dan filosofi. [Foto: DOk. Ist]

Bagikan ke FBBagikan ke WABagikan ke Twitter

Aceh Jaya | TubinNews.com – Di balik kilauan benang emas dan motif yang tersusun rapi, kain songket menyimpan cerita panjang tentang budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat. Di Aceh, salah satu daerah yang masih dikenal sebagai penghasil songket adalah Lamno, Kabupaten Aceh Jaya.

Songket merupakan kain tenun tradisional yang dapat ditemukan di sejumlah wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura. Kain ini umumnya ditenun menggunakan benang sutra atau katun yang dipadukan dengan benang metalik berwarna emas maupun perak.

BeritaTerkait

WhatsApp-Image-2026-08-15-at-01.20.10-120x86 Songket Lamno, Warisan Tenun Aceh Jaya yang Sarat Makna dan Filosofi

Dari Karya Utoh Mud hingga Simbol Aceh, Menelusuri Jejak Sejarah Motif Pinto Aceh

15 Agustus 2026
whatsapp_image_2026-05-21_at_1106321-120x86 Songket Lamno, Warisan Tenun Aceh Jaya yang Sarat Makna dan Filosofi

Pemutaran Film Iran di Banda Aceh Jadi Ruang Pertukaran Budaya, Perkuat Wawasan Generasi Muda

21 Mei 2026

Benang metalik tersebut menjadi ciri khas songket karena menghasilkan efek berkilau pada permukaan kain. Dalam proses pembuatannya, benang tambahan dimasukkan di antara benang kain menggunakan teknik tenun kain tambahan untuk membentuk motif yang diinginkan.

Di Aceh, songket tidak sekadar dipandang sebagai kain tradisional. Setiap nama, jenis, dan motif memiliki makna serta filosofi yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.

Kain songket biasanya digunakan dalam berbagai kegiatan penting dan sakral, baik dalam upacara adat maupun keagamaan. Salah satunya dalam acara resepsi pernikahan.

Songket Lamno dan Jejak Kemewahan Aceh

Lamno menjadi salah satu daerah di Aceh yang mempertahankan tradisi pembuatan kain songket. Songket Lamno dibuat menggunakan benang katun yang dikombinasikan dengan benang kasab emas.

Penggunaan benang kasab emas tersebut menghadirkan kesan mewah yang sekaligus mengingatkan pada kejayaan dan kemewahan kerajaan Aceh pada masa lalu.

Songket Lamno memiliki kombinasi warna yang khas dan menarik. Warna hijau, merah, kuning, hingga merah muda banyak digunakan dalam pembuatan kain tersebut. Pemilihan warna juga dapat disesuaikan dengan permintaan pemesan.

Baca Juga :  Dari Karya Utoh Mud hingga Simbol Aceh, Menelusuri Jejak Sejarah Motif Pinto Aceh

Selain warna, kekuatan songket Lamno terletak pada ragam motif yang diwariskan dalam tradisi tenun masyarakat Aceh.

Sejumlah motif yang dikenal antara lain Pucok Rebung, Bu Kulah, Pinto Aceh, Pah Cangguk, Awan Sion, Taloe Ie Bue, dan Bungong Meurante.

Sebagian motif tersebut juga dikenal luas dalam tradisi songket Aceh. Namun, masing-masing motif tetap memiliki karakter dan filosofi yang melekat pada budaya masyarakat.

Salah satunya adalah motif Bungong Meurante. Motif ini memiliki filosofi yang menggambarkan bagaimana masyarakat Aceh tumbuh, hidup berdampingan, serta saling bersatu dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Dua Pekan untuk Selembar Songket

Keindahan kain songket tidak lahir dalam waktu singkat. Proses pembuatannya masih mengandalkan keterampilan tangan sehingga membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan keahlian khusus.

Untuk menghasilkan satu kain songket, proses pengerjaan setidaknya membutuhkan waktu sekitar dua pekan. Dalam sehari, proses menenun dapat dilakukan hingga delapan jam.

Bagian yang paling banyak menyita waktu adalah pembentukan motif. Perajin harus memastikan setiap detail motif tersusun dengan tepat agar menghasilkan pola yang rapi dan sempurna.

Karena seluruh proses dilakukan secara manual, kesalahan kecil dalam proses penenunan dapat memengaruhi hasil akhir kain. Inilah yang membuat pembuatan songket membutuhkan ketekunan sekaligus cita rasa seni yang tinggi.

Lamanya proses produksi juga menjadi salah satu alasan harga kain songket relatif tinggi. Satu lembar kain songket dapat dipasarkan dengan harga sekitar Rp1 juta atau lebih, tergantung jenis, motif, bahan, tingkat kerumitan, dan proses pengerjaannya.

Harga tersebut menjadi cerminan dari nilai keterampilan dan waktu yang dicurahkan perajin untuk menghasilkan selembar kain.

Lebih dari sekadar kain dengan benang berkilau, songket Lamno merupakan bagian dari warisan budaya Aceh Jaya. Di dalam setiap motif dan proses pembuatannya terdapat pengetahuan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca Juga :  Kasatreskrim Polres Aceh Jaya Berganti, Resmi Dijabat Iptu Julian Zairi

Karena itu, mempertahankan keberadaan songket Lamno bukan hanya tentang menjaga sebuah produk kerajinan, tetapi juga merawat identitas, filosofi, dan cerita budaya masyarakat Aceh agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

Tags: Aceh JayaLamnoSongket LamnoWarisan Budaya

Berita Lainnya

Dari Karya Utoh Mud hingga Simbol Aceh, Menelusuri Jejak Sejarah Motif Pinto Aceh
FEATURE

Dari Karya Utoh Mud hingga Simbol Aceh, Menelusuri Jejak Sejarah Motif Pinto Aceh

15 Agustus 2026
Pemutaran Film Iran di Banda Aceh Jadi Ruang Pertukaran Budaya, Perkuat Wawasan Generasi Muda
Seni Budaya

Pemutaran Film Iran di Banda Aceh Jadi Ruang Pertukaran Budaya, Perkuat Wawasan Generasi Muda

21 Mei 2026
  • Trending
Tiga Pelaku Pencurian Toko Emas Disimeulue Diringkus Polisi

Tiga Pelaku Pencurian Toko Emas Disimeulue Diringkus Polisi

15 Agustus 2026
CSR Perusahaan di Simeulue Dipertanyakan, Ke Mana Perannya untuk Masyarakat?

CSR Perusahaan di Simeulue Dipertanyakan, Ke Mana Perannya untuk Masyarakat?

18 Agustus 2026
Ada Apa di Balik CSR Simeulue? Marwan Mulai Kumpulkan Data dan Siapkan Laporan

Ada Apa di Balik CSR Simeulue? Marwan Mulai Kumpulkan Data dan Siapkan Laporan

18 Agustus 2026
Jubir KPA Luwa Nanggroe: Ketegangan di Aceh Rakyat Sudah Tak Sepaham atas Keadilan yang Terabaikan

Jubir KPA Luwa Nanggroe: Ketegangan di Aceh Rakyat Sudah Tak Sepaham atas Keadilan yang Terabaikan

16 Agustus 2026

Berita Terkini

Perajin menenun Songket Lamno warisan budaya Aceh Jaya di alat tenun tradisional

Songket Lamno, Warisan Tenun Aceh Jaya yang Sarat Makna dan Filosofi

19 Agustus 2026
Kemnaker: Lima Aspek Penting dalam Membangun Ekosistem Pendidikan Vokasi

Kemnaker: Lima Aspek Penting dalam Membangun Ekosistem Pendidikan Vokasi

18 Agustus 2026
Satpol PP WH Banda Aceh tetapkan 2 tersangka dugaan pelanggaran Qanun Jinayat

Pejabat Inspektorat Pemko Banda Aceh dan Pasangan Sesama Jenisnya Resmi Jadi Tersangka

18 Agustus 2026
MAN 1 Aceh Barat Gandeng DLH Perkuat Program Sekolah Peduli Lingkungan

MAN 1 Aceh Barat Gandeng DLH Perkuat Program Sekolah Peduli Lingkungan

18 Agustus 2026
TubinNews

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2023-2026 - Tubinnews.com

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Aceh
      • Banda Aceh
      • Aceh Barat
      • Langsa
      • Aceh Tenggara
      • Simeulue
      • Aceh Singkil
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini