Simeulue | TubinNews.com – DPRK Simeulue mendorong rencana penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Simeulue kepada PDAM Tirta Fulawan tahun anggaran 2026 ditingkatkan dari usulan awal Rp300 juta menjadi Rp1 miliar.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat pembahasan Rancangan Qanun (Raqan) tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Simeulue pada PDAM Tirta Fulawan Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung pada Sabtu (26/9/2026), di Aula Gedung DPRK setempat. Dalam draf Raqan yang diajukan pemerintah, nilai tambahan penyertaan modal yang diusulkan sebesar Rp300 juta.
Dalam pembahasannya, DPRK Simeulue justru mendorong agar penyertaan modal tersebut ditingkatkan menjadi Rp1 miliar.
Bukan tanpa alasa, dukungan modal yang lebih besar kali ini menurut DPRK harus dijadikan momentum untuk menyelesaikan persoalan lama sekaligus memperbaiki kesehatan perusahaan.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut adalah masih adanya hak gaji karyawan PDAM Tirta Fulawan sejak 2020 yang belum seluruhnya terselesaikan.
Plt Direktur PDAM Tirta Fulawan, Fikrianto, menjelaskan kepada forum bahwa kewajiban tersebut selama ini telah dibayarkan secara bertahap atau dicicil.
Sementara itu, Ketua DPRK Simeulue, Rasmanudin H. Rahamin, kemudian meminta agar persoalan hak karyawan tersebut dapat diselesaikan dan tidak terus terbawa ke tahun berikutnya.
“Kalau ini tidak dibayar lunas tahun ini, saya tidak mau bertanggung jawab, apalagi di akhirat, karena sudah ada yang meninggal dunia,” katanya Rasmanudin.
Dalam pembahasan tersebut juga disebutkan kondisi operasional PDAM Tirta Fulawan masih mengalami defisit. Biaya operasional perusahaan disebut lebih besar dibandingkan pendapatan, dengan kekurangan kas operasional berada pada kisaran Rp25 juta hingga Rp30 juta per bulan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian DPRK dalam mempertimbangkan besaran penyertaan modal yang akan diberikan kepada PDAM Tirta Fulawan.
DPRK meminta tambahan modal tersebut tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional, tetapi juga diarahkan pada pembenahan perusahaan sehingga ke depan tidak terus bergantung pada penyertaan modal dari APBK.
Menurut DPRK, salah satu potensi yang masih dapat diperkuat adalah penerimaan dari pelanggan. Daftar anggota PERPAMSI mencatat, PDAM Tirta Fulawan Kabupaten Simeulue memiliki 4.456 pelanggan.
Sementara itu, Buku Kinerja BUMD Air Minum 2024 yang memotret kondisi Tahun Buku 2023 mencatat jumlah pelanggan domestik aktif Tirta Fulawan sebanyak 2.371 sambungan rumah (SR), dengan konsumsi domestik rata-rata 5,36 meter kubik per SR per bulan.
Pada Tahun Buku 2023 tersebut, efektivitas penagihan perusahaan tercatat 27,91 persen, sedangkan tingkat kehilangan air mencapai 83,73 persen. Nilai kinerja perusahaan tercatat 1,65 dan masuk kategori sakit.
Selain persoalan keuangan, dalam forum rapat tersbut juga disampaikan bahwa pembenahan PDAM juga berkaitan dengan kondisi jaringan dan distribusi air. Tingkat kehilangan air yang tercatat dalam Buku Kinerja BUMD Air Minum menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan efisiensi perusahaan.
Dalam Draf Raqan menyebut penyertaan modal tersebut bertujuan meningkatkan akses air minum yang layak, mendukung operasional tertentu serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga pada akhirnya mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Pembahasan penyertaan modal tersebut selanjutnya menjadi bagian dari proses pembahasan Raqan Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Simeulue pada PDAM Tirta Fulawan Tahun Anggaran 2026.






