Aceh Besar | TubinNews.com – Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Malahayati menyelenggarakan Lomba Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 yang dipusatkan di Kemukiman Jruek, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (16/07/2026).
Program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui peningkatan kualitas lingkungan, pendidikan, serta penguatan ekonomi masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan.
Kegiatan tersebut juga diarahkan sebagai upaya pengembangan desa berkelanjutan yang berbasis pada penguatan kapasitas dan partisipasi masyarakat sehingga mampu menciptakan kemandirian desa dalam aspek sosial, ekonomi, maupun lingkungan.
Sebanyak empat gampong di Kemukiman Jruek ditetapkan sebagai peserta lomba, yaitu Gampong Jruek Bak Kreh, Gampong Mon Alue, Gampong Lingom, dan Gampong Lambunot.
Selain menyambut Hari Lingkungan Hidup, perlombaan yang digelar mulai 15 Juli hingga 15 Agustus 2026 ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, program ini turut mendorong terbentuknya tata kelola kelembagaan desa yang lebih kuat melalui pembagian struktur tugas yang jelas antara perangkat gampong, lembaga kemasyarakatan, dan kelompok masyarakat. Penguatan kelembagaan tersebut diharapkan mampu mendukung implementasi berbagai program pembangunan desa yang selaras dengan kebutuhan masyarakat maupun program tanggung jawab sosial perusahaan.
Seluruh peserta akan dinilai berdasarkan inovasi, partisipasi masyarakat, dan keberhasilan dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, produktif, dan berdaya saing.
Adapun kategori penilaian meliputi:
- Bidang Pendidikan;
- Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM);
- Kebersihan dan Penataan Lingkungan; serta
- Semarak Perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026.
Pada bidang pendidikan, penilaian tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga mencakup edukasi nonformal bagi masyarakat, seperti pendidikan lingkungan hidup, pembentukan karakter, literasi, pelatihan keterampilan, hingga penyuluhan kesehatan dan sanitasi.
Sementara pada aspek lingkungan, peserta didorong menerapkan sistem pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan mengadopsi konsep Rumah Kelola Sampah (RKS), termasuk pemilahan sampah, pengolahan sampah organik dan anorganik, serta upaya mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.
Aspek kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian dalam penilaian melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti budaya mencuci tangan dengan benar, pengelolaan air limbah rumah tangga, penyediaan sanitasi yang layak, serta terciptanya lingkungan permukiman yang sehat dan nyaman.
Di bidang ekonomi, pengembangan UMKM diarahkan pada produk-produk unggulan desa yang memiliki nilai historis, kearifan lokal, dan potensi daya saing sehingga mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat. Selain itu, keterlibatan perempuan juga didorong melalui pemberdayaan kelompok usaha perempuan, penguatan kelembagaan UMKM, serta peningkatan kapasitas kewirausahaan berbasis potensi lokal.
Penilaian juga mencakup penerapan praktik bisnis masyarakat yang mampu menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan, mulai dari pengelolaan usaha bersama, pemasaran produk lokal, hingga inovasi ekonomi kreatif yang berbasis potensi desa.
Tidak hanya itu, tata kelola desa secara menyeluruh juga menjadi bagian penting dalam penilaian, meliputi pengelolaan kesehatan masyarakat, penguatan ekonomi desa, terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman, kepedulian terhadap tumbuh kembang anak, hingga meningkatnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pada aspek lingkungan hidup, peserta juga didorong membangun ekosistem daratan melalui kegiatan penghijauan, penanaman pohon, pelestarian tanaman lokal, serta menjaga keseimbangan habitat tumbuhan dan satwa di lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya konservasi yang berkelanjutan.
Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Malahayati, Capt. Agust Deritanto, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan dalam mendorong masyarakat untuk terus berinovasi dan berkolaborasi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan.
“Melalui Lomba Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 ini, kami ingin mendorong lahirnya budaya gotong royong, meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, memperkuat sektor pendidikan dan UMKM, serta membangun semangat kebersamaan dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Capt. Agust.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan desa berkelanjutan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi multipihak. Karena itu, Pelindo mendorong terbangunnya kemitraan antara pemerintah desa, perusahaan, civitas akademika, komunitas seperti Rumah Kelola Sampah (RKS), kelompok masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya agar program yang dijalankan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang.
“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan menjadi inspirasi bagi gampong lainnya,” tambahnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat sinergi antara PT Pelindo Multi Terminal Branch Malahayati, pemerintah mukim, pemerintah gampong, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, asri, sehat, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemenang lomba nantinya akan diumumkan setelah seluruh tahapan penilaian selesai dilaksanakan oleh tim juri berdasarkan indikator pada masing-masing kategori. Diharapkan kegiatan ini menjadi agenda yang mampu menumbuhkan budaya peduli lingkungan sekaligus memperkuat pembangunan desa berbasis partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.

















