Banda Aceh | TubinNews.com – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyoroti masih banyaknya persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah terdampak banjir dan longsor meski bencana tersebut telah berlalu sekitar enam bulan lalu. Persoalan tersebut disampaikan langsung kepada Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan Pemulihan Pascabencana Aceh yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/6/2026).
Dalam forum yang turut dihadiri para kepala daerah dan perwakilan kementerian/lembaga itu, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem menegaskan bahwa sektor pertanian dan infrastruktur dasar masih menjadi kebutuhan paling mendesak yang harus segera ditangani.
Menurutnya, hingga saat ini masih banyak lahan persawahan yang belum dapat dimanfaatkan kembali akibat dampak bencana. Selain itu, kerusakan jaringan irigasi, jembatan, dan kondisi sungai yang belum tertangani secara optimal juga menjadi perhatian serius Pemerintah Aceh.
“Yang paling urgen masalah sawah yang belum bisa dipakai, irigasi, dan jembatan jalan. Sungai juga perlu dibenahi agar tidak terjadi luapan banjir saat hujan datang,” kata Mualem sapaan akrab Gubernur Aceh.
Ia menjelaskan, kondisi sungai di sejumlah daerah menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu kembali terjadinya banjir ketika curah hujan tinggi. Karena itu, normalisasi dan penanganan aliran sungai dinilai penting untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
Mualem juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh dalam mempercepat proses pemulihan di daerah terdampak.
“InsyaAllah kita kerja sama antara pusat dan Pemerintah Aceh. Ini tugas kita agar penanganan sempurna, guna membangun yang sudah rusak dan hilang,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyoroti kondisi ekonomi Aceh yang masih menghadapi tekanan inflasi. Berdasarkan data yang dipaparkannya, Aceh saat ini berada pada posisi kedua tertinggi secara nasional dalam tingkat inflasi.
Karena itu, ia berharap adanya dukungan dan perhatian pemerintah pusat untuk membantu menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama di tengah proses pemulihan pascabencana yang masih berlangsung.
Selain itu, Fadhlullah menyampaikan bahwa realisasi anggaran Transfer Keuangan Daerah (TKD) di Aceh hingga saat ini telah mencapai 45 persen. Ia meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk mempercepat penyerapan anggaran guna mendukung program pembangunan dan pemulihan.
“Realisasi anggaran tahun ini harus cepat, mengingat kita sedang berupaya agar perpanjangan dana otsus Aceh yang sedang diusulkan bisa terwujud tahun ini,” kata Fadhlullah.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa berdasarkan hasil analisis Satgas Nasional Penanganan Pascabencana, sebanyak 10 dari 18 kabupaten/kota terdampak kini telah kembali berfungsi secara normal.
Pemerintah pusat, kata Tito, juga terus memantau perkembangan pemulihan di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, kesehatan, pendidikan hingga konektivitas wilayah.
Khusus untuk sektor pertanian, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp371 miliar yang diperuntukkan bagi rehabilitasi lahan sawah, jaringan irigasi, serta kawasan pertanian yang terdampak bencana.
“Dari hasil analisis tim satgas nasional, sudah ada 10 kabupaten/kota yang fungsional. Kami juga sudah menyiapkan dukungan anggaran untuk percepatan pemulihan,” ujar Tito.
Mendagri juga menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung keberlanjutan pembangunan Aceh, termasuk memperjuangkan keberlanjutan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh dan upaya pengembalian skema alokasi dua persen mulai tahun mendatang.
Menurut Tito, percepatan realisasi anggaran yang telah dialokasikan akan menjadi salah satu indikator penting dalam pengajuan dukungan anggaran pada tahun berikutnya.
“Oleh sebab itu, dana TKD yang sudah dikembalikan pada tahun ini dapat digunakan segera dan dihabiskan untuk berbagai program pemulihan bencana agar usulan anggaran tahun berikutnya dapat berjalan lancar,” pungkasnya.
















