Medan | Tubinnews.com – Rekaman video dan suara yang beredar luas di media sosial mengungkap dugaan kasus penculikan dan penganiayaan sadis yang dialami seorang warga di kawasan Jermal Tujuh ujung Medan Denai Kota Medan, bernama Ramadsyah, pada Sabtu (30/5/2026) malam.
Dalam rekaman tersebut, korban diduga menjadi sasaran penyerangan oleh puluhan orang yang disebut membawa senjata tajam. Akibat kejadian itu, Ramadsyah mengalami sejumlah luka bacok serius di beberapa bagian tubuh dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.
Menurut keterangan kakak korban, Suwarni, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB atau sesaat setelah azan Magrib berkumandang. Ia mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Medan dan berharap para pelaku segera ditangkap.
”Lebih kurang lima puluh orang membawa senjata tajam datang ke tempat kos adik saya. Kami berharap para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Suwarni kepada Tubinnews.com senin 1 Juni 2026.
Korban diketahui ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di depan Rumah Sakit Muhammadiyah Medan. Ia mengalami luka bacok di bagian kepala, luka koyak pada pergelangan kaki, serta luka bacok pada lengan kiri.
Dalam video yang beredar, terdengar percakapan antara korban dan kakaknya yang merupakan anggota TNI. Saat ditanya mengenai pelaku yang melakukan penyerangan, korban menyebut semua atas perintah GS lebih dari lima puluh orang.
”Yang bacok si IS,Rambut gondrong Soek si Ahak juga ada lebih lima puluh orang katanya matikan matikan perintah ketua GS ini,” ucap Ramadsyah.
Selain itu, dalam rekaman vidio tersebut juga dikatakan aksi tersebut dilakukan oleh ormas yang rekaman itu kini menjadi salah satu bukti yang beredar di tengah masyarakat dan menarik perhatian.
Sementara itu, sejumlah warga di kawasan Jermal mengaku resah dengan situasi keamanan di lingkungan mereka. Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku telah beberapa kali terjadi tindak kriminal di wilayah tersebut.
”Banyak kejadian bang. Warung saya pernah kehilangan ponsel dan uang puluhan juta rupiah. Tetangga juga pernah kehilangan emas, ada juga sepeda motor yang hilang. Warga sebenarnya takut, makanya banyak yang memilih diam disini bos bandar besar,” ungkap warga tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak, belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan laporan yang telah diajukan keluarga korban.
Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat dan diharapkan dapat segera diungkap secara transparan oleh aparat penegak hukum guna memberikan rasa keadilan bagi korban dan keluarganya.
















