Medan, Tubinnews.com – Kasus dugaan penculikan dan penganiayaan brutal terhadap Rahmadsyah (45), adik seorang anggota TNI, kembali memunculkan fakta baru yang mengejutkan.
Selain Rahmadsyah yang mengalami luka bacok serius, kini muncul informasi adanya korban lain bernama Bram yang dikabarkan masih disekap dan mengalami kehilangan beberapa jari tangan akibat penyiksaan.
Peristiwa mengerikan tersebut disebut terjadi di kawasan Jalan Jermal 7 Ujung, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Menurut keterangan Serka Dedek Andiruka, abang kandung Rahmadsyah, adiknya diduga diculik oleh lima puluh orang yang disebut sebagai anggota salah satu ketua organisasi kemasyarakatan atas perintah seseorang berinisial GS.
“Saya hanya meminta agar adik saya dikembalikan dalam keadaan apa pun. Tidak lama kemudian, adik saya ditemukan dan ditinggalkan di depan RS Muhammadiyah Jalan Mandala By Pass,” ujar Dedek, Minggu (31/5/2026).
Namun, perkembangan kasus ini semakin mengkhawatirkan setelah muncul kabar bahwa Bram, teman Rahmadsyah, juga menjadi korban penculikan dan penganiayaan dalam peristiwa yang sama.
“Ternyata ada korban lain selain adik saya. Informasinya jari-jari tangannya putus dan sampai sekarang belum pulang ke rumah. Kami mendapat informasi bahwa Bram masih disekap,” ungkap Dedek kepada Tubinnews.com.
Bram diketahui merupakan pemuda berusia sekitar 20 tahun, anak seorang penjual pecal yang tinggal di kawasan Jalan Jermal 7 Komplek Veteran, Kecamatan Medan Denai.
Dedek mendesak aparat penegak hukum segera bertindak cepat untuk menyelamatkan korban yang diduga masih ditahan serta menangkap para pelaku dan pihak yang diduga menjadi otak di balik kejadian tersebut.
“Kami berharap polisi segera bergerak. Warga selama ini juga mengaku resah dengan aktivitas kelompok tersebut. Kejadian ini membuat masyarakat semakin takut dan tidak nyaman,” katanya.
Sebelumnya, Rahmadsyah dilaporkan diserang saat berada di rumah kontrakannya. Setelah itu ia diduga diculik, dianiaya menggunakan senjata tajam jenis kelewang hingga mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuh dan kepala.
Korban kemudian ditemukan dalam kondisi terluka parah dan ditinggalkan di depan RS Muhammadiyah Medan.
Dalam rekaman keterangan yang beredar, Rahmadsyah mengaku diserang oleh puluhan orang dan menyebut beberapa nama yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
“Yang bacok si Is pakai kelewang, satu lagi yang gondrong agak tua, si Abah, si Ahak juga, ada sekitar 50 orang. Mereka bilang ini perintah ketua,” ujar Rahmadsyah dalam rekaman yang diterima.
Serka Dedek Andiruka mengatakan pihak keluarga telah membuat laporan resmi ke Polrestabes Medan dan berharap kasus tersebut dapat segera diusut tuntas.
“Saat ini laporan sudah dibuat dan kami berharap seluruh pelaku maupun pihak yang menyuruh segera diamankan,” ujarnya.
Pihak keluarga juga mengaku sempat kesulitan mendapatkan penanganan medis karena korban beberapa kali berpindah rumah sakit sebelum akhirnya dibawa pulang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut maupun keberadaan Bram yang dikabarkan masih belum kembali ke rumah.














