Sosial

Samira Travel Tanggung Biaya Pengobatan hingga Pemulangan Jenazah Jamaah Umrah Asal Nagan Raya

×

Samira Travel Tanggung Biaya Pengobatan hingga Pemulangan Jenazah Jamaah Umrah Asal Nagan Raya

Sebarkan artikel ini
Jamaah umrah asal Nagan Raya, Ismail bin Mustafa, saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Malaysia sebelum meninggal dunia, Oktober 2026. [Foto: Dok. HO TubinNews.com]

Nagan Raya | TubinNews.com – Samira Travel menyatakan akan menanggung biaya pengobatan hingga pemulangan jenazah Ismail bin Mustafa, jamaah umrah asal Kabupaten Nagan Raya yang meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Malaysia setelah mengalami komplikasi kesehatan.

Kepala Cabang Samira Aceh, Tgk. Musliadi, saat dikonfirmasi di Nagan Raya, Kamis (22/10/2026), menjelaskan bahwa almarhum sempat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Madinah sebelum melanjutkan perjalanan ibadah umrah.

“Setelah mendapatkan perawatan, pihak rumah sakit menyatakan kondisi Pak Ismail sudah membaik sehingga beliau diperbolehkan melanjutkan perjalanan dan menjalankan rangkaian ibadah,” ujar Tgk. Musliadi.

Namun, setibanya di Makkah, kondisi kesehatan almarhum kembali menurun. Saat melaksanakan ibadah umrah, ia bahkan harus menggunakan kursi roda untuk membantu mobilitasnya.

Kondisi tersebut semakin memburuk ketika rombongan melakukan perjalanan pulang ke Tanah Air. Almarhum kemudian dirawat secara intensif di sebuah rumah sakit di Malaysia, termasuk di ruang Intensive Care Unit (ICU).

Menurut Tgk. Musliadi, almarhum mengalami komplikasi kesehatan serius, termasuk gangguan fungsi ginjal yang memerlukan tindakan cuci darah serta gangguan pernapasan.

“Tim Samira Travel terus melakukan pendampingan selama Pak Ismail menjalani perawatan di Malaysia. Kami berupaya memberikan pendampingan dan memastikan kebutuhan penanganan beliau selama berada di rumah sakit,” ungkapnya.

Meski telah mendapatkan penanganan medis, Ismail bin Mustafa akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit tersebut. Almarhum diketahui telah menjalani perawatan sejak 4 Oktober 2026, setelah kondisi kesehatannya memburuk dalam perjalanan kembali ke Tanah Air.

Jenazah almarhum tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Rabu sore sekitar pukul 17.30 WIB. Tim Samira Travel menyambut kedatangan jenazah sebelum mengantarkannya ke rumah duka di Gampong Cot, Kabupaten Nagan Raya.

Baca Juga :  Konfercab XIV HMI Meulaboh Ricuh, Diduga Karena Pelanggaran Aturan dan Konflik Kepentingan

Pengantaran menuju kampung halaman dilakukan menggunakan ambulans RAPI Aceh Barat. Rombongan tiba di rumah duka pada Rabu malam sekitar pukul 23.12 WIB dan disambut keluarga. Setelah jenazah tiba, proses fardu kifayah segera dilaksanakan sebelum pemakaman.

Tgk. Musliadi menegaskan bahwa Samira Travel akan bertanggung jawab atas biaya pengobatan selama almarhum menjalani perawatan hingga proses pemulangan jenazah dan kebutuhan terkait pemakaman.

“Insyaallah, seluruh biaya pengobatan selama perawatan, proses pemulangan jenazah dari Kuala Lumpur hingga ke kampung halaman, serta kebutuhan terkait pemakaman akan menjadi tanggung jawab Samira Travel,” tegasnya.

Ia mengatakan, komitmen tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab perusahaan terhadap jamaah serta keluarga yang sedang menghadapi musibah.

Menurutnya, pelayanan kepada jamaah tidak hanya mencakup pendampingan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, tetapi juga perhatian dan penanganan ketika jamaah menghadapi kondisi darurat selama perjalanan.

“Bagi kami, jamaah bukan sekadar peserta perjalanan ibadah, melainkan keluarga yang harus mendapatkan perhatian dan pendampingan. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” tutup Tgk. Musliadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *