Teknologi

BRIN-KIPA Kembangkan Teknologi Budidaya Melon di Iklim Tropis

×

BRIN-KIPA Kembangkan Teknologi Budidaya Melon di Iklim Tropis

Sebarkan artikel ini
Para peneliti BRIN dan KIPA sedang membahas terkait teknologi smart farm untuk budidaya melon. (Dok. BRIN)
Para peneliti BRIN dan KIPA sedang membahas terkait teknologi smart farm untuk budidaya melon. (Dok. BRIN)

Cibinong | TubinNews.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Korea Invention Promotion Association (KIPA) mengembangkan teknologi pertanian cerdas atau smart farm. Teknologi ini ditujukan untuk mendukung budidaya melon saat suhu lingkungan meningkat.

Kolaborasi yang berlangsung pada 2024–2026 itu menghasilkan satu aplikasi paten. Tim mendaftarkannya di Korea Selatan pada Oktober 2026.

Capaian tersebut dibahas dalam KIPA Final Seminar on IP Strategy Support for the Korea–Indonesia Smart Farm Joint Research Project di BRIN Cibinong, Senin (5/10).

‎Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) BRIN, Cuk Supriyadi Ali Nandar, menekankan pentingnya strategi kekayaan intelektual (KI). Menurutnya, riset harus memiliki peluang untuk dikomersialkan.

“Tujuan kami bukan hanya meningkatkan jumlah paten, tetapi juga membangun paten berkualitas tinggi dengan teknologi yang kuat, potensi pasar yang kuat, dan jalur yang jelas menuju komersialisasi,” ujar Cuk.

‎Ia mengatakan, BRIN perlu membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Ekosistem ini harus menghubungkan penelitian, perlindungan KI, evaluasi teknologi, kemitraan industri, hingga pemasaran.

Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan BRIN, Nugroho Adi Sasongko, juga menyoroti pentingnya strategi komersialisasi sejak awal penelitian.

“Adanya strategi komersialisasi yang telah dirancang di awal, membuat peneliti dapat merencanakan perlindungan dan pemanfaatan hasil riset sejak tahap pengembangan,” imbuhnya.

Kembangkan Sistem Nutrisi dan Resirkulasi Air

Teknologi dalam proyek ini memiliki tiga komponen utama. Pertama, formulasi larutan nutrisi untuk budidaya melon saat suhu tinggi.

Kedua, sistem resirkulasi multioptimasi untuk menggunakan kembali air dan nutrisi secara efisien. Ketiga, metode pengendalian terpadu untuk memantau kondisi lingkungan mikro rumah kaca secara otomatis.

Juhyung Lee dari KIPA menjelaskan, teknologi tersebut dirancang untuk membuat budidaya melon lebih terkontrol. Sistem ini juga membantu mengoptimalkan penggunaan air dan nutrisi saat suhu meningkat.

Baca Juga :  Riset Roket hingga Satelit dari 14 Negara Berkumpul di Yogyakarta

‎Inovasi tersebut membuka peluang penerapan pertanian cerdas di Indonesia. Teknologi ini juga berpotensi mendukung budidaya yang sesuai dengan iklim tropis.

Analisis Ribuan Dokumen Paten

‎Sebelum mendaftarkan paten, tim KIPA bersama UNIS Patent and Law Firm memetakan lanskap kekayaan intelektual/patent landscaping. Langkah ini bertujuan mengidentifikasi teknologi yang sudah ada dan menemukan peluang inovasi baru.

‎Pada 2024, tim menganalisis 1.085 dokumen paten terkait pasokan nutrisi tanaman dan irigasi. Pada 2025, analisis diperluas hingga mencakup 1.438 dokumen paten.

‎Penelusuran tersebut turut menjadi dasar pengembangan sejumlah konsep inovasi. Di antaranya, sistem pendinginan area akar (root-zone cooling) dan pengukuran pertumbuhan tanaman berbasis kecerdasan buatan (AI).

‎Juhyung mengatakan, pemetaan paten membantu peneliti memahami perkembangan teknologi. Proses ini juga menjadi pertimbangan dalam menentukan strategi perlindungan hasil riset.

‎“Melalui patent landscaping, peneliti dan mitra dapat memetakan perkembangan teknologi, mengenali celah inovasi, serta mempertimbangkan strategi perlindungan dan pemanfaatan hasil riset sebelum memasuki tahap komersialisasi,” jelasnya.

‎Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan delegasi ke fasilitas Smart Greenhouse BRIN. Delegasi melihat langsung fasilitas penerapan teknologi pertanian cerdas.

‎Melalui kerja sama ini, BRIN dan KIPA mendorong pengembangan inovasi pertanian yang berpeluang dimanfaatkan oleh industri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *