Jakarta | TubinNews.com – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat dukungan irigasi perpompaan untuk menjaga ketersediaan air di wilayah perkebunan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadapi ancaman kekeringan yang dapat mengganggu produksi tanaman perkebunan.
“Kita harus bergerak lebih cepat sebelum kekeringan berdampak terhadap produksi. Seluruh jajaran Kementan bersama pemerintah daerah dan stakeholder lain terus melakukan mitigasi agar produksi tetap terjaga,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Senin (21/9).
Sejalan dengan arahan tersebut, Direktorat Jenderal Perkebunan terus memperkuat sarana pengairan di sentra perkebunan. Salah satunya melalui bantuan irigasi perpompaan.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Heru Tri Widarto mengatakan pemerintah telah menyalurkan bantuan pompa dalam jumlah besar. Dukungan itu juga mencakup wilayah perkebunan yang menghadapi keterbatasan air.
“Kalau dari sisi perpompaan kami kan sudah ada bantuan yang cukup masif. Termasuk untuk tanaman perkebunan ada irigasi perpompaan sekitar seribu unit,” ujar Heru dalam konferensi pers perkembangan penanganan bencana di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Menurut Heru, pompa membantu menyediakan sumber air ketika pasokan air alami mulai berkurang. Dukungan tersebut diharapkan memungkinkan pekebun tetap melakukan budidaya dan menjaga produktivitas tanaman.
Selain irigasi untuk tanaman perkebunan, Kementan juga menyalurkan sarana untuk menghadapi risiko kebakaran lahan. Pemerintah telah mendistribusikan sekitar 545 unit pompa selama periode 2022-2024.
Bantuan tersebut menyasar sejumlah provinsi yang memiliki wilayah perkebunan dengan risiko kebakaran. Wilayah itu meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, dan Kalimantan Barat.
Heru mengatakan penguatan sarana pompa memiliki fungsi ganda. Selain membantu memenuhi kebutuhan air tanaman, sarana tersebut mendukung kesiapsiagaan menghadapi kebakaran lahan perkebunan.
Kementan juga terus memantau kondisi di lapangan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait dilakukan untuk menyesuaikan langkah mitigasi dengan kondisi masing-masing wilayah.
“Antisipasi kita lakukan, kita menghubungi teman-teman berwenang termasuk BNPB untuk melakukan modifikasi cuaca,” kata Heru.






