Jumat, 14 Agustus 2026
No Result
View All Result
TubinNews
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
TubinNews
No Result
View All Result
Home Aceh

Dari Motif Sulu Bayung hingga Kasab, Ini Kekayaan Budaya Aceh Barat

Redaksi by Redaksi
26 Juni 2026
Dari Motif Sulu Bayung hingga Kasab, Ini Kekayaan Budaya Aceh Barat

Motif Sulubayung yang di pahat dikayu dinding rumah. [Foto: Disbudpar Aceh]

Bagikan ke FBBagikan ke WABagikan ke Twitter

Aceh Barat | TubinNews.com — Budaya Aceh tidak hanya hidup dalam syair, tarian, atau adat istiadat. Di balik sehelai kain beludru yang berkilau oleh sulaman benang emas, tersimpan perjalanan panjang sebuah peradaban yang telah melintasi berabad-abad.

Di Aceh Barat, kekayaan budaya itu masih dapat dijumpai melalui ragam motif tradisional, salah satunya Sulu Bayung, serta seni sulam kasab yang hingga kini tetap menjadi bagian penting dalam berbagai upacara adat masyarakat Aceh.

BeritaTerkait

WhatsApp-Image-2026-08-13-at-16.04.20-120x86 Dari Motif Sulu Bayung hingga Kasab, Ini Kekayaan Budaya Aceh Barat

Menjaga Kota Tetap Bersih, Kisah Perjuangan Para Penyapu Jalanan

13 Agustus 2026
WhatsApp-Image-2026-08-12-at-22.25.50-120x86 Dari Motif Sulu Bayung hingga Kasab, Ini Kekayaan Budaya Aceh Barat

Pemerintah Aceh Raih Apresiasi Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan

12 Agustus 2026
WhatsApp-Image-2026-08-12-at-18.42.36-120x86 Dari Motif Sulu Bayung hingga Kasab, Ini Kekayaan Budaya Aceh Barat

Capaian Penurunan Emisi Diakui, Gubernur Mualem Perkuat Tata Kelola Hutan Aceh

12 Agustus 2026

Keduanya bukan sekadar karya seni. Motif dan sulaman tersebut menjadi simbol identitas, penghormatan terhadap leluhur, sekaligus bukti bahwa warisan budaya Aceh terus bertahan di tengah perkembangan zaman.

Kasab, Kemewahan yang Sarat Makna

Kasab merupakan salah satu kerajinan tangan paling bernilai dalam tradisi masyarakat Aceh. Hampir setiap prosesi adat, terutama yang berkaitan dengan siklus kehidupan seperti pernikahan, khitanan, hingga penyambutan tamu kehormatan, menggunakan perlengkapan berbahan sulaman kasab.

Secara sederhana, kasab adalah kain beludru yang dihiasi sulaman benang emas dengan pola-pola tertentu. Namun di balik keindahan itu tersimpan keterampilan tinggi yang diwariskan secara turun-temurun.

Setiap lembar kasab dikerjakan secara manual menggunakan teknik sulam tangan. Ketelitian menjadi kunci utama karena benang emas harus mengikuti motif tradisional yang telah diwariskan selama ratusan tahun.

Hasilnya bukan hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki nilai simbolik yang kuat dalam budaya Aceh.

68ef5331890561760514865-scaled-e1783577882934 Dari Motif Sulu Bayung hingga Kasab, Ini Kekayaan Budaya Aceh Barat
Motif Kasab yang dibuat dari tenunan benang. [Foto: Disbudpar Aceh]

Jejak Kemegahan Sejak Kesultanan Aceh

Sejarah mencatat bahwa kerajinan kasab telah berkembang di Aceh sejak abad ke-15, ketika Kesultanan Aceh mencapai masa kejayaannya sebagai salah satu pusat perdagangan dan peradaban Islam di Asia Tenggara.

Baca Juga :  Ketua MPR RI: Ulama Aceh Penjaga Optimisme dan Keteguhan Batin Rakyat Pascabencana

Dalam catatan pelaut Inggris, James Lancaster, yang kemudian dikutip oleh peneliti Barbara Leigh, disebutkan bahwa pada tahun 1602 Sultan Aceh mengirim tiga helai kain bersulam benang emas sebagai hadiah kepada Ratu Elizabeth I dari Inggris.

Lancaster juga mencatat dirinya menerima jubah putih berhias sulaman emas dan ikat pinggang bermotif khas Turki sebagai hadiah dari Sultan Aceh.

Catatan serupa datang dari pelaut Inggris lainnya, John Davis, yang berkunjung ke Aceh pada akhir abad ke-16. Ia menggambarkan kemegahan istana Sultan yang dipenuhi kain gantung bersulam benang emas di atas kain beludru.

Bahkan ketika hendak menghadap Sultan, para tamu diwajibkan mengenakan busana dengan hiasan sulaman emas sebagai bentuk penghormatan terhadap kerajaan.

Temuan-temuan sejarah tersebut menunjukkan bahwa kasab bukan sekadar kerajinan, tetapi pernah menjadi simbol kemewahan dan kebesaran Kesultanan Aceh di mata dunia.

Perpaduan Berbagai Peradaban

Para sejarawan meyakini seni sulam kasab berkembang melalui hubungan dagang Aceh dengan berbagai bangsa.

Benang emas yang digunakan pada masa lalu didatangkan dari Gujarat di India, Turki, hingga Tiongkok. Setiap wilayah membawa pengaruh teknik maupun motif yang kemudian berbaur dengan budaya lokal Aceh.

Meski berasal dari luar, masyarakat Aceh berhasil mengolahnya menjadi identitas budaya yang khas.

Motif-motif yang muncul kemudian tidak lagi sekadar mengikuti gaya asing, tetapi dipadukan dengan filosofi, flora, fauna, dan nilai-nilai Islam yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Motif Sulu Bayung, Identitas yang Terus Dijaga

Selain kasab, Aceh Barat juga dikenal memiliki ragam hias tradisional yang masih digunakan hingga kini, salah satunya Motif Sulu Bayung.

Asal–usul motif sulubayungberakara dari unsur alam yaitu tumbuhan pakis/ paku serta awan–awan. Pada konsep hiasan ini terkandung makna atau arti hubungan erat antara manusia, kebesaran jiwa dan kehalusan budi pekerti, kebersamaan dan kesatuan dalam bermasyarakat serta gotong royang dalam menjaga keakraban.

Baca Juga :  Mualem Raih Penghargaan Kepala Daerah Peduli Pesantren

Hal ini digambarkan dengan bentuk motif yang menyatu seperti awan saling terhubung dan lengkungan seperti daun pakis/paku.

Motif sulubayung sering digunakan dalam beberapa keahlian seperti sulaman benang kasab, kerajinan logam (utoh), kerajinan pahatan kayu, pakaian tradisional/ adat, serta penggunaan lainnya yang bersifat estetika dalam lingkup kebudayaan.

Seiring perkembangan zaman, penggunaan motif sulubayung ini mengalami perubahan dimana motif dasar sudah sangat jarang digunakan melainkan banyaknya penggunakan motif turunan sulubayung hasil kreasi dari para pelaku tradisi tersebut.

Ada beberapa motif hasil turunan/kreasi kombinasi dari sulubayung yang dipakai dalam beberapa karya yaitu awan meupucoek, ukee batee siblah/duablah, bungong awan, awan meucaneek, serta awan meuikoet.

Keberadaan motif-motif tradisional tersebut menjadi bukti bahwa budaya Aceh terus berkembang tanpa kehilangan akar sejarahnya.

Inong Aceh Barat, Puja Rahma Kusumaningrum, mengatakan warisan budaya seperti kasab dan motif-motif tradisional perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus modernisasi.

“Kasab dan motif-motif khas Aceh Barat bukan hanya hasil karya seni, tetapi juga identitas budaya yang menyimpan nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal. Semakin banyak generasi muda yang mengenalnya, semakin besar pula peluang warisan budaya ini tetap lestari,” ujarnya.

Menjaga Warisan untuk Masa Depan

Di tengah pesatnya perkembangan industri tekstil modern, para perajin kasab tetap mempertahankan teknik sulam tangan yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian tinggi.

Proses pembuatannya memang memerlukan waktu lebih lama dibandingkan produksi mesin, tetapi justru di situlah letak nilai sebuah karya.

Setiap helai kasab membawa cerita tentang sejarah panjang Aceh sebagai pusat perdagangan dunia, tentang tangan-tangan terampil yang menjaga tradisi, serta tentang masyarakat yang terus merawat identitas budayanya.

Baca Juga :  Wagub Aceh Desak Dana Kemensos dan Sapi Meugang Segera Disalurkan

Karena pada akhirnya, warisan budaya bukan hanya untuk dikenang.

Ia harus terus dipakai, dipelajari, dan diwariskan agar kilau benang emas kasab tetap bersinar, sebagaimana semangat masyarakat Aceh dalam menjaga jati dirinya. (***)

Tags: Budaya Aceh BaratMotif Sulu BayungSeni sulam Aceh

Berita Lainnya

Menjaga Kota Tetap Bersih, Kisah Perjuangan Para Penyapu Jalanan
Aceh

Menjaga Kota Tetap Bersih, Kisah Perjuangan Para Penyapu Jalanan

13 Agustus 2026
Sekda Aceh terima penghargaan akses layanan pendidikan di Batam 2026
Aceh

Pemerintah Aceh Raih Apresiasi Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan

12 Agustus 2026
Penandatanganan dana REDD+ GCF Output 2 untuk 10 provinsi termasuk Aceh di Jakarta
Aceh

Capaian Penurunan Emisi Diakui, Gubernur Mualem Perkuat Tata Kelola Hutan Aceh

12 Agustus 2026
Rakor kebudayaan Aceh sosialisasi Instruksi Gubernur 5 2023 Bahasa Aksara Sastra Aceh
Aceh

Pemerintah Aceh Gelar Rakor Budaya, Ajak Masyarakat Tingkatkan Penggunaan Bahasa dan Aksara Aceh

12 Agustus 2026
Forum Satu Data Aceh 2026 di Banda Aceh dorong data akurat dan terpadu
Aceh

Gubernur Dorong Satu Data Aceh Lebih Akurat dan Terintegrasi

12 Agustus 2026
Kapolda Aceh Tegaskan akan Kejar dan Miskinkan Bandar Narkotika
Aceh

Kapolda Aceh Tegaskan akan Kejar dan Miskinkan Bandar Narkotika

11 Agustus 2026
  • Trending
Krueng Tujoh Masuk Zona Tambang Barat Selamatkan Sungai dari Ancaman Kehancuran

Krueng Tujoh Masuk Zona Tambang Barat Selamatkan Sungai dari Ancaman Kehancuran

10 Agustus 2026
Ancam Keselamatan, Jalan Berlubang Hiasi Kabupaten Aceh Barat

Ancam Keselamatan, Jalan Berlubang Hiasi Kabupaten Aceh Barat

8 Agustus 2026
Abu Salam desak Mentan minta maaf terkait bantuan pertanian Rp2,5 triliun untuk Aceh

Soroti Kejanggalan Bantuan Rp 2,5 Triliun, Abu Salam Desak Mentan Minta Maaf Kepada Rakyat Aceh  

11 Agustus 2026
57 Tim Perebutkan Piala Danrem 012/Teuku Umar di Aceh Barat

57 Tim Perebutkan Piala Danrem 012/Teuku Umar di Aceh Barat

10 Agustus 2026

Berita Terkini

Menjaga Kota Tetap Bersih, Kisah Perjuangan Para Penyapu Jalanan

Menjaga Kota Tetap Bersih, Kisah Perjuangan Para Penyapu Jalanan

13 Agustus 2026
Simeulue Dapat Bantuan Rp2 Miliar Untuk Pendidikan

Simeulue Dapat Bantuan Rp2 Miliar Untuk Pendidikan

13 Agustus 2026
Polda Sumut Bangun dan Revitalisasi 75 Jembatan Merah Putih Presisi

Polda Sumut Bangun dan Revitalisasi 75 Jembatan Merah Putih Presisi

13 Agustus 2026
Camat Percut Sei Tuan Disorot, Warga Pertanyakan Dugaan Pungli di Alun-Alun Kecamatan

Camat Percut Sei Tuan Disorot, Warga Pertanyakan Dugaan Pungli di Alun-Alun Kecamatan

13 Agustus 2026
TubinNews

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2023-2026 - Tubinnews.com

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Aceh
      • Banda Aceh
      • Aceh Barat
      • Langsa
      • Aceh Tenggara
      • Simeulue
      • Aceh Singkil
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini