Aceh Besar | TubinNews.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh (Disbudpar) menyelenggarakan program “Revitalisasi dan Penguatan Kesenian untuk Pemulihan Masyarakat Terdampak Bencana” di Gampong Cot Madhi, Kabupaten Aceh Besar, pada 15–16 April 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Aceh dalam memperkuat ketangguhan masyarakat melalui pendekatan seni dan budaya, khususnya bagi warga yang terdampak bencana.
Pamong Budaya, Azizar Mansyah, mewakili Kepala Disbudpar Aceh Dedy Yuswadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang ekspresi kreatif sekaligus media pemulihan psikososial masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan seni sebagai sarana pemulihan dan pemberdayaan. Salah satu fokus utama adalah pelatihan seni makram yang memiliki nilai artistik sekaligus potensi jual untuk mendukung pertumbuhan ekonomi warga,” ujar Azizar saat membuka acara, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta dengan melibatkan empat narasumber ahli di bidang seni makram, melukis, dan mewarnai. Selain pelatihan untuk orang dewasa, panitia juga menggelar lomba melukis bagi anak-anak sebagai upaya menumbuhkan kreativitas sejak usia dini.
Sebelumnya, rangkaian program telah dimulai sejak 10 April 2026 dengan menyasar sejumlah lembaga pendidikan di wilayah Montasik, Aceh Besar. Sekolah yang terlibat antara lain SMPN 2 Montasik, SMPN 3 Montasik, MAN 1 Montasik, dan MAN 3 Montasik.
Di lingkungan sekolah, kegiatan dikemas dalam bentuk edukatif seperti demonstrasi melukis sketsa wajah, storytelling, hingga penyampaian hikayat bertema kebencanaan. Pendekatan ini dinilai efektif untuk membangun kesadaran mitigasi bencana di kalangan generasi muda dengan cara yang komunikatif dan mudah dipahami.
Pemerintah Aceh berharap pemanfaatan seni dan budaya tidak hanya menjadi sarana ekspresi, tetapi juga instrumen strategis dalam mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat secara inklusif di wilayah terdampak bencana.(*)















