Senin, 27 Juli 2026
No Result
View All Result
TubinNews
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
TubinNews
No Result
View All Result
Home Religi

Saat Harta dan Jabatan Tak Lagi Mampu Menenangkan Zikir Menjadi Nafas Kehidupan

Nurul Azkia by Nurul Azkia
4 Maret 2026
Siluet sosok yang sedang berzikir di tengah keheningan alam. (Foto: ilustrasi ini dibuat oleh Gemini)

Siluet sosok yang sedang berzikir di tengah keheningan alam. (Foto: ilustrasi ini dibuat oleh Gemini)

Bagikan ke FBBagikan ke WABagikan ke Twitter

Banda Aceh | TubinNews.com – Tidak semua kegelisahan mampu dituntaskan oleh limpahan harta. Tidak pula setiap beban dapat diringankan oleh tingginya jabatan. Ada masa ketika dada terasa sesak tanpa alasan yang jelas, sementara langkah mendadak terasa berat meski jalan di depan terbentang luas.

Saat segala cara terasa tak lagi cukup, barulah banyak yang menyadari bahwa ketenteraman sejati bukan terletak pada kekuasaan atau kekayaan, melainkan pada kedekatan spiritual. 

BeritaTerkait

IMG-20260725-WA0054-120x86 Saat Harta dan Jabatan Tak Lagi Mampu Menenangkan Zikir Menjadi Nafas Kehidupan

Santri Dayah Ruhul Qur’ani Berhasil Raih Delapan Penghargaan Tingkat Nasional 

25 Juli 2026
WhatsApp-Image-2026-07-23-at-20.20.47-120x86 Saat Harta dan Jabatan Tak Lagi Mampu Menenangkan Zikir Menjadi Nafas Kehidupan

Pengurus PCNU dan LAZISNU Aceh Barat serahkan ZIS untuk Senif Muallaf

23 Juli 2026
result_IMG_2250-120x86 Saat Harta dan Jabatan Tak Lagi Mampu Menenangkan Zikir Menjadi Nafas Kehidupan

Menelusuri Jejak Tgk Di Ujung, Ulama Minangkabau di Balik Sejarah Islam dan Nama Simeulue

8 Mei 2026

“Kalau hati terasa berat, jangan salahkan dunia. Periksa zikir kita,” ujar Tgk. Ali Akbar dalam tausiyahnya pada malam ke-13 Ramadhan di Mesjid Al-‘Ala, Banda Aceh.

Kalimat singkat itu menjadi pintu menuju pembahasan tentang zikir yang disebut sebagai kalimat penggetar Arsy. Ia menegaskan, kalimat thayyibah bukan sekadar lafaz yang diulang, tetapi pujian penuh makna yang menguatkan hati.

“Di dalamnya itu terhimpun pujian agung, pengakuan ketundukan, serta jejak sejarah panjang yang menghubungkan hamba dengan Sang Pencipta. Setiap lafaz mengandung makna yang hidup, menyentuh dimensi ruhani, dan menggetarkan hati yang melafalkannya dengan penuh kesadaran” ucap ujar Tgk. Ali.

Ia kemudian membacakan rangkaian tersebut:

سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ، وَٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ، وَلَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّٰهُ، وَٱللَّٰهُ أَكْبَرُ

Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.

Menurut penuturannya, kalimat

 سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ 

Artinya: Maha Suci Allah 

Merupakan tasbih yang mengagungkan dan mensucikan-Nya dari segala kekurangan. Dalam kisah yang disampaikannya, ketika Allah menciptakan langit tanpa tiang, para malaikat merasakan betapa besar amanah dan kuasa yang menyertainya.

Baca Juga :  Khutbah Jumat: Menjaga Spirit Ramadhan, Apa yang Harus Kita Lakukan?

“Di situlah Allah mengilhamkan tasbih. Dengan kalimat itu, beban yang semula terasa berat berubah menjadi ringan,” kata Tgk. Ali.

Ia kemudian melanjutkan kisah itu dengan membawa jamaah pada awal penciptaan manusia. Setelah fase penciptaan langit dan bumi, Allah menciptakan Nabi Adam AS sebagai khalifah di muka bumi. Saat ruh ditiupkan ke dalam jasadnya dan kehidupan mulai mengalir dalam dirinya, kalimat pertama yang terucap dari lisan Nabi Adam adalah:

ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ

Artinya: Segala puji bagi Allah.

Jika tasbih mengajarkan kita mensucikan Allah, maka tahmid mengajarkan kita untuk selalu mengakui nikmat-Nya, sekecil apa pun itu.

Perjalanan waktu terus berlanjut. Ujian demi ujian datang silih berganti dalam sejarah para nabi. Ketika dakwah ditolak dan kaumnya berpaling, Nabi Nuh AS tetap berdiri teguh. Di tengah badai penolakan dan datangnya banjir besar, yang menguatkan hatinya bukanlah kekuatan manusia, melainkan kalimat tauhid:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّٰهُ

Artinya: Tiada Tuhan selain Allah.

“Kalimat itu adalah penegasan bahwa hanya Allah tempat bergantung. Di saat seluruh dunia terasa runtuh, tauhid menjadi jangkar yang menahan iman agar tidak goyah,” jelas Tgk. Ali.

Ia menuturkan, ujian yang tak kalah berat juga dialami Nabi Ibrahim AS. Ketika diperintahkan untuk menyembelih putranya sendiri, sebuah perintah yang mengguncang rasa sebagai seorang ayah, beliau tetap tunduk tanpa ragu. Dan saat Allah menunjukkan kebesaran-Nya dengan menggantikan pengorbanan itu, terucaplah kalimat takbir:

ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ

Artinya: Allah Maha Besar.

Takbir itu menjadi simbol bahwa sebesar apapun ujian, Allah jauh lebih besar. Sebesar apa pun ketakutan manusia, kekuasaan Allah melampaui segalanya.

Dari tasbih, tahmid, tauhid, hingga takbir—semuanya menyatu menjadi rangkaian zikir yang agung. Bukan lahir dari suasana nyaman, tetapi dari ujian, ketundukan, dan pengakuan akan kebesaran Allah.

Baca Juga :  Safari Ramadan, Kapolres Dairi Sambangi Pesantren Dairi, Salurkan Sembako Dan Takjil

Rangkaian itu kemudian disempurnakan oleh Muhammad ﷺ dengan kalimat:

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّٰهِ ٱلْعَلِيِّ ٱلْعَظِيمِ

Artinya: Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Menurut Tgk Ali Akbar, di sinilah letak kerendahan seorang hamba. Setelah memuji, bersyukur, dan mengagungkan Allah, manusia akhirnya sampai pada pengakuan paling jujur: bahwa dirinya lemah dan sepenuhnya bergantung kepada-Nya.

Zikir itu menjadi cahaya di tengah kegelapan. Dari pengakuan kesalahan dan tauhid yang tulus, datanglah pertolongan Allah.

Di situlah, menurut Tgk Ali Akbar, zikir benar-benar menunjukkan kekuatannya. Ia bukan sekadar lafaz yang diulang-ulang, tetapi nafas iman yang menghidupkan hati. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menghidupkan kembali kalimat-kalimat ini, bukan hanya di lisan, tetapi di dalam jiwa.

“Ketika dunia terasa gelap, yang paling menenangkan bukanlah gemerlapnya kehidupan, ingat jamaah bukan gemerlapnya, melainkan kalimat-kalimat yang menghubungkan hamba dengan Tuhannya,” pungkasnya.

Tags: Dakwah IslamRamadhan 2026Spiritualitas IslamTausiyah Ramadhan

Berita Lainnya

Santri Dayah Ruhul Qur’ani Berhasil Raih Delapan Penghargaan Tingkat Nasional 
Aceh

Santri Dayah Ruhul Qur’ani Berhasil Raih Delapan Penghargaan Tingkat Nasional 

25 Juli 2026
Pengurus PCNU dan LAZISNU Aceh Barat serahkan ZIS untuk Senif Muallaf
Religi

Pengurus PCNU dan LAZISNU Aceh Barat serahkan ZIS untuk Senif Muallaf

23 Juli 2026
Menelusuri Jejak Tgk Di Ujung, Ulama Minangkabau di Balik Sejarah Islam dan Nama Simeulue
Religi

Menelusuri Jejak Tgk Di Ujung, Ulama Minangkabau di Balik Sejarah Islam dan Nama Simeulue

8 Mei 2026
Ilustrasi sholat Id. (Foto : ilustrasi dibuat menggunakan Gemini)
Religi

Sunnah Pagi Idul Fitri yang Sering Terlupa

19 Maret 2026
Wakil Bupati Simeulue Tutup MTQ Ke-XI Tingkat Desa Salur
Religi

Wakil Bupati Simeulue Tutup MTQ Ke-XI Tingkat Desa Salur

14 Maret 2026
Ilustrasi seseorang memberikan zakat fitrah. (Foto : ilustrasi dibuat menggunakan ChatGPT)
Religi

Tidak Semua Orang Berhutang Bebas dari Kewajiban Memberikan Zakat Fitrah

10 Maret 2026
  • Trending
Polres Aceh Barat Bongkar Peredaran Sabu di Arongan Lambalek, Sita 23,7 Gram Dari Dua Pria

Polres Aceh Barat Bongkar Peredaran Sabu di Arongan Lambalek, Sita 23,7 Gram Dari Dua Pria

22 Juli 2026
Ayah dan Anak Di Tangkap Kasus Narkoba Di Aceh Barat

Ayah dan Anak Di Tangkap Kasus Narkoba Di Aceh Barat

23 Juli 2026
Perbaikan Jalan Pelabuhan Kolok sebesar Rp1,3 Miliar, Pemkab Simeulue Akan Laksanakan Tahun Ini

Perbaikan Jalan Pelabuhan Kolok sebesar Rp1,3 Miliar, Pemkab Simeulue Akan Laksanakan Tahun Ini

21 Juli 2026
Wabup Nusar Temui Anggota DPR RI Komisi XIII, Usulkan Lanjutan Pembangunan GOR Simeulue

Wabup Nusar Temui Anggota DPR RI Komisi XIII, Usulkan Lanjutan Pembangunan GOR Simeulue

22 Juli 2026

Berita Terkini

BREAKING NEWS: Kebakaran Toko Samping Suzuya Mall Seutui Banda Aceh

BREAKING NEWS: Kebakaran Toko Samping Suzuya Mall Seutui Banda Aceh

26 Juli 2026
Santri Dayah Ruhul Qur’ani Berhasil Raih Delapan Penghargaan Tingkat Nasional 

Santri Dayah Ruhul Qur’ani Berhasil Raih Delapan Penghargaan Tingkat Nasional 

25 Juli 2026
Menanti Gelar Perkara Dugaan Penggelapan Beasiswa di Aceh Utara

Menanti Gelar Perkara Dugaan Penggelapan Beasiswa di Aceh Utara

25 Juli 2026
PUPR Aceh Barat Perbaiki Lima Titik Jalan dan Jembatan Daerah Pelosok Pasca Bencana

PUPR Aceh Barat Perbaiki Lima Titik Jalan dan Jembatan Daerah Pelosok Pasca Bencana

25 Juli 2026
TubinNews

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2023-2026 - Tubinnews.com

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Aceh
      • Banda Aceh
      • Aceh Barat
      • Langsa
      • Aceh Tenggara
      • Simeulue
      • Aceh Singkil
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini