Minggu, 12 Juli 2026
No Result
View All Result
TubinNews
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
TubinNews
No Result
View All Result
Home Religi

Saat Harta dan Jabatan Tak Lagi Mampu Menenangkan Zikir Menjadi Nafas Kehidupan

Nurul Azkia by Nurul Azkia
4 Maret 2026
Siluet sosok yang sedang berzikir di tengah keheningan alam. (Foto: ilustrasi ini dibuat oleh Gemini)

Siluet sosok yang sedang berzikir di tengah keheningan alam. (Foto: ilustrasi ini dibuat oleh Gemini)

Bagikan ke FBBagikan ke WABagikan ke Twitter

Banda Aceh | TubinNews.com – Tidak semua kegelisahan mampu dituntaskan oleh limpahan harta. Tidak pula setiap beban dapat diringankan oleh tingginya jabatan. Ada masa ketika dada terasa sesak tanpa alasan yang jelas, sementara langkah mendadak terasa berat meski jalan di depan terbentang luas.

Saat segala cara terasa tak lagi cukup, barulah banyak yang menyadari bahwa ketenteraman sejati bukan terletak pada kekuasaan atau kekayaan, melainkan pada kedekatan spiritual. 

BeritaTerkait

IMG-20260318-WA0008-120x86 Saat Harta dan Jabatan Tak Lagi Mampu Menenangkan Zikir Menjadi Nafas Kehidupan

Sunnah Pagi Idul Fitri yang Sering Terlupa

19 Maret 2026
IMG-20260314-WA0055-120x86 Saat Harta dan Jabatan Tak Lagi Mampu Menenangkan Zikir Menjadi Nafas Kehidupan

Wakil Bupati Simeulue Tutup MTQ Ke-XI Tingkat Desa Salur

14 Maret 2026
IMG-20260310-WA0008-120x86 Saat Harta dan Jabatan Tak Lagi Mampu Menenangkan Zikir Menjadi Nafas Kehidupan

Tidak Semua Orang Berhutang Bebas dari Kewajiban Memberikan Zakat Fitrah

10 Maret 2026

“Kalau hati terasa berat, jangan salahkan dunia. Periksa zikir kita,” ujar Tgk. Ali Akbar dalam tausiyahnya pada malam ke-13 Ramadhan di Mesjid Al-‘Ala, Banda Aceh.

Kalimat singkat itu menjadi pintu menuju pembahasan tentang zikir yang disebut sebagai kalimat penggetar Arsy. Ia menegaskan, kalimat thayyibah bukan sekadar lafaz yang diulang, tetapi pujian penuh makna yang menguatkan hati.

“Di dalamnya itu terhimpun pujian agung, pengakuan ketundukan, serta jejak sejarah panjang yang menghubungkan hamba dengan Sang Pencipta. Setiap lafaz mengandung makna yang hidup, menyentuh dimensi ruhani, dan menggetarkan hati yang melafalkannya dengan penuh kesadaran” ucap ujar Tgk. Ali.

Ia kemudian membacakan rangkaian tersebut:

سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ، وَٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ، وَلَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّٰهُ، وَٱللَّٰهُ أَكْبَرُ

Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.

Menurut penuturannya, kalimat

 سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ 

Artinya: Maha Suci Allah 

Merupakan tasbih yang mengagungkan dan mensucikan-Nya dari segala kekurangan. Dalam kisah yang disampaikannya, ketika Allah menciptakan langit tanpa tiang, para malaikat merasakan betapa besar amanah dan kuasa yang menyertainya.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Simeulue Terima Bantuan Sapi Meugang dari Presiden Rp250 Juta

“Di situlah Allah mengilhamkan tasbih. Dengan kalimat itu, beban yang semula terasa berat berubah menjadi ringan,” kata Tgk. Ali.

Ia kemudian melanjutkan kisah itu dengan membawa jamaah pada awal penciptaan manusia. Setelah fase penciptaan langit dan bumi, Allah menciptakan Nabi Adam AS sebagai khalifah di muka bumi. Saat ruh ditiupkan ke dalam jasadnya dan kehidupan mulai mengalir dalam dirinya, kalimat pertama yang terucap dari lisan Nabi Adam adalah:

ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ

Artinya: Segala puji bagi Allah.

Jika tasbih mengajarkan kita mensucikan Allah, maka tahmid mengajarkan kita untuk selalu mengakui nikmat-Nya, sekecil apa pun itu.

Perjalanan waktu terus berlanjut. Ujian demi ujian datang silih berganti dalam sejarah para nabi. Ketika dakwah ditolak dan kaumnya berpaling, Nabi Nuh AS tetap berdiri teguh. Di tengah badai penolakan dan datangnya banjir besar, yang menguatkan hatinya bukanlah kekuatan manusia, melainkan kalimat tauhid:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّٰهُ

Artinya: Tiada Tuhan selain Allah.

“Kalimat itu adalah penegasan bahwa hanya Allah tempat bergantung. Di saat seluruh dunia terasa runtuh, tauhid menjadi jangkar yang menahan iman agar tidak goyah,” jelas Tgk. Ali.

Ia menuturkan, ujian yang tak kalah berat juga dialami Nabi Ibrahim AS. Ketika diperintahkan untuk menyembelih putranya sendiri, sebuah perintah yang mengguncang rasa sebagai seorang ayah, beliau tetap tunduk tanpa ragu. Dan saat Allah menunjukkan kebesaran-Nya dengan menggantikan pengorbanan itu, terucaplah kalimat takbir:

ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ

Artinya: Allah Maha Besar.

Takbir itu menjadi simbol bahwa sebesar apapun ujian, Allah jauh lebih besar. Sebesar apa pun ketakutan manusia, kekuasaan Allah melampaui segalanya.

Dari tasbih, tahmid, tauhid, hingga takbir—semuanya menyatu menjadi rangkaian zikir yang agung. Bukan lahir dari suasana nyaman, tetapi dari ujian, ketundukan, dan pengakuan akan kebesaran Allah.

Baca Juga :  Bank Aceh Syariah Cabang Meulaboh Serahkan Zakat Ke Baitul Mal 34 Juta 

Rangkaian itu kemudian disempurnakan oleh Muhammad ﷺ dengan kalimat:

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّٰهِ ٱلْعَلِيِّ ٱلْعَظِيمِ

Artinya: Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Menurut Tgk Ali Akbar, di sinilah letak kerendahan seorang hamba. Setelah memuji, bersyukur, dan mengagungkan Allah, manusia akhirnya sampai pada pengakuan paling jujur: bahwa dirinya lemah dan sepenuhnya bergantung kepada-Nya.

Zikir itu menjadi cahaya di tengah kegelapan. Dari pengakuan kesalahan dan tauhid yang tulus, datanglah pertolongan Allah.

Di situlah, menurut Tgk Ali Akbar, zikir benar-benar menunjukkan kekuatannya. Ia bukan sekadar lafaz yang diulang-ulang, tetapi nafas iman yang menghidupkan hati. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menghidupkan kembali kalimat-kalimat ini, bukan hanya di lisan, tetapi di dalam jiwa.

“Ketika dunia terasa gelap, yang paling menenangkan bukanlah gemerlapnya kehidupan, ingat jamaah bukan gemerlapnya, melainkan kalimat-kalimat yang menghubungkan hamba dengan Tuhannya,” pungkasnya.

Tags: Dakwah IslamRamadhan 2026Spiritualitas IslamTausiyah Ramadhan

Berita Lainnya

Ilustrasi sholat Id. (Foto : ilustrasi dibuat menggunakan Gemini)
Religi

Sunnah Pagi Idul Fitri yang Sering Terlupa

19 Maret 2026
Wakil Bupati Simeulue Tutup MTQ Ke-XI Tingkat Desa Salur
Religi

Wakil Bupati Simeulue Tutup MTQ Ke-XI Tingkat Desa Salur

14 Maret 2026
Ilustrasi seseorang memberikan zakat fitrah. (Foto : ilustrasi dibuat menggunakan ChatGPT)
Religi

Tidak Semua Orang Berhutang Bebas dari Kewajiban Memberikan Zakat Fitrah

10 Maret 2026
Bacaan Doa Qunut Witir Lengkap di Separuh Akhir Ramadhan
Religi

Bacaan Doa Qunut Witir Lengkap di Separuh Akhir Ramadhan

9 Maret 2026
FOMABA Berbagi Berkah Ramadhan, Santuni Anak Yatim dan Pererat Silaturahmi di Meulaboh
Aceh

FOMABA Berbagi Berkah Ramadhan, Santuni Anak Yatim dan Pererat Silaturahmi di Meulaboh

7 Maret 2026
Generasi Muda Aceh Barat Antusias Ikuti Lomba Tahfidh Qur’an
Aceh Barat

Generasi Muda Aceh Barat Antusias Ikuti Lomba Tahfidh Qur’an

3 Maret 2026
  • Trending
Usai Aksi di Polda Aceh, Koordinator Demo Sebut Sejumlah Laporan Warga Aceh Barat Mulai Ditindaklanjuti

Usai Aksi di Polda Aceh, Koordinator Demo Sebut Sejumlah Laporan Warga Aceh Barat Mulai Ditindaklanjuti

9 Juli 2026
STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Buka PMB Pascasarjana Tahun 2026/2027, Tawarkan 3 Program Magister Unggulan

STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Buka PMB Pascasarjana Tahun 2026/2027, Tawarkan 3 Program Magister Unggulan

8 Juli 2026
Bupati Simeulue Lepas Kontingen O2SN 2026 ke Ajang Tingkat Provinsi

Bupati Simeulue Lepas Kontingen O2SN 2026 ke Ajang Tingkat Provinsi

9 Juli 2026
Ketua Organda Simeulue Minta Pertamina Tambah Kuota Bio Solar Subsidi ke SPBU

Ketua Organda Simeulue Minta Pertamina Tambah Kuota Bio Solar Subsidi ke SPBU

8 Juli 2026

Berita Terkini

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU

11 Juli 2026
Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus

Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus

11 Juli 2026
Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Mengundurkan Diri

Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Mengundurkan Diri

11 Juli 2026
Kapolda Sumut Gelar Esports Kapolda Cup 2026, Ajak Generasi Muda Berkarya dan Hindari Kenakalan Remaja

Kapolda Sumut Gelar Esports Kapolda Cup 2026, Ajak Generasi Muda Berkarya dan Hindari Kenakalan Remaja

10 Juli 2026
TubinNews

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2023-2026 - Tubinnews.com

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Aceh
      • Banda Aceh
      • Aceh Barat
      • Langsa
      • Aceh Tenggara
      • Simeulue
      • Aceh Singkil
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini