Nasional

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Nasional Tembus Rp3.923,2 Triliun dan Serap 5 Ribu Tenaga Kerja

×

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Nasional Tembus Rp3.923,2 Triliun dan Serap 5 Ribu Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan realisasi investasi nasional kepada Presiden Prabowo. [Foto: Dok. Setkab]

Jakarta | TubinNews.com – Realisasi investasi nasional selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai Rp3.923,2 triliun. Investasi tersebut tercatat menyerap 5.485.944 tenaga kerja.

Capaian itu disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Rosan menjelaskan, penghitungan realisasi investasi tersebut dimulai pada triwulan IV 2024, dilanjutkan sepanjang 2025, serta mencakup realisasi hingga triwulan III 2026.

“Ini adalah capaian realisasi investasi dua tahun pemerintahan Bapak Presiden Prabowo. Jadi kami menghitung dimulainya pada triwulan empat 2024. Jadi kami menghitung dari awal tahun, tapi adalah dari triwulan empat 2024, tahun 2025 tahun penuh, 2026 hanya sampai triwulan ketiga,” ucapnya.

Dilansir dari laman Setkab, Rabu (21/10/2026), dari sisi pemerataan wilayah, investasi di luar Pulau Jawa tercatat lebih besar dibandingkan investasi di Jawa. Realisasi investasi di luar Jawa mencapai Rp2.031 triliun atau 51,8 persen dari total investasi nasional. Sementara itu, investasi di Jawa mencapai Rp1.892,2 triliun atau 48,2 persen.

Berdasarkan asal modal, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp1.998,7 triliun atau 50,9 persen. Adapun penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar Rp1.924,5 triliun atau 49,1 persen.

“Kontribusi investasi dalam negeri maupun luar negerinya. Dalam negerinya 50,9 persen atau Rp1.998,7 triliun, berbanding tipis dengan PMA-nya 49,1 persen atau Rp1.924,5 triliun,” katanya.

Rosan juga menyampaikan bahwa Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menetapkan kebutuhan investasi sebesar Rp13.032,8 triliun hingga 2029. Kebutuhan tersebut ditujukan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun tersebut.

“Memang sejauh ini alhamdulillah target yang dicanangkan oleh Bappenas, yang diberikan kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi ini alhamdulillah tercapai ya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polrestabes Medan Ungkap Motif Pembunuhan Sadis Tiar Martha Situngkir: Pelaku Diblokir WhatsApp

Ke depan, pemerintah akan terus mendorong peningkatan kualitas investasi melalui penguatan iklim usaha, hilirisasi, dan industrialisasi nasional.

Rosan menekankan pentingnya langkah aktif menjaring peluang investasi serta menyerap masukan dari pelaku usaha. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat iklim investasi dan industri, sekaligus mendorong investasi yang masuk agar memberikan kontribusi terhadap pengembangan industri di dalam negeri.

“Tentunya kita juga harus senantiasa jemput bola dan mendengarkan juga masukan, inputan agar iklim investasi kita, iklim industri kita ini makin meningkat karena memang yang kita inginkan dari investasi yang masuk adalah ujungnya industrialisasi ya, hilirisasi di antaranya kemudian industrialisasi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *