Yogyakarta | TubinNews.com – Para peneliti dan akademisi bidang kedirgantaraan dari berbagai negara akan bertemu di Yogyakarta dalam The 12th International Seminar on Aerospace Science and Technology (ISAST) 2026.
Konferensi internasional tersebut berlangsung pada 6–8 Oktober 2026 di The Alana Hotel & Conference Center Malioboro. Panitia menggelar kegiatan secara hibrida dengan menghadirkan peserta secara langsung dan daring.
ISAST 2026 mengusung tema Aerospace for Humanity. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) menjadi penyelenggara bersama Universitas Gadjah Mada (UGM), i-CATS University College Malaysia, dan Vietnam National University.
Kepala ORPA BRIN Prof. Robertus Heru Triharjanto mengatakan ISAST menjadi wadah bagi para peneliti untuk bertukar pengetahuan dan membangun kerja sama di bidang kedirgantaraan.
ISAST pertama kali berlangsung pada 2013. Saat itu, kegiatan tersebut masih diselenggarakan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
Setelah pembentukan BRIN, penyelenggaraan ISAST dilanjutkan oleh BRIN melalui ORPA. Tahun ini, sejumlah perusahaan turut mendukung kegiatan tersebut, antara lain PT DAHANA, PT GMF AeroAsia, PT Nusantara Secom InfoTech, Anton Paar melalui PT Elementa Laboratoria Indonesia, TRUF, dan AERING.
Menurut Robertus, forum tersebut mempertemukan peneliti dari perguruan tinggi dan lembaga riset dengan pelaku industri. Mereka membahas berbagai perkembangan teknologi, mulai dari observasi bumi hingga eksplorasi antariksa.
“ISAST 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat pertukaran keilmuan dan kolaborasi di bidang dirgantara,” ujarnya.
Ratusan Riset dari Berbagai Negara
Panitia menerima 138 abstrak dari peneliti yang berasal dari 14 negara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 91 makalah lengkap masuk dalam proses seleksi.
Sebanyak 88 makalah kemudian terpilih untuk dipresentasikan. Panitia membaginya ke dalam tujuh ruang sidang paralel.
Topik yang dibahas cukup beragam. Di antaranya roket dan propulsi, teknologi UAV atau drone, rekayasa satelit, penginderaan jauh, cuaca antariksa, astrofisika, serta sains dasar dirgantara.
Peserta juga membahas kebijakan dan ekonomi antariksa. Topik tersebut menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan industri dan riset luar angkasa secara lebih luas.
Mahasiswa Ikuti Kompetisi Internasional
ISAST 2026 juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan inovasi mereka. Panitia menggelar Aerospace Innovation Challenge dengan tema “Next-Gen Skies: Future Breakthroughs in Aerospace, Drone, and Space Technologies”.
Kompetisi tersebut tidak memungut biaya pendaftaran. Panitia menerima 166 karya mahasiswa dari 26 negara yang tersebar di lima benua.
Panitia akan mengumumkan para pemenang pada acara penutupan konferensi, Rabu (7/10/2026).
Gunakan Asisten AI untuk Peserta
Panitia juga menghadirkan layanan digital untuk mendukung peserta. Seluruh kebutuhan peserta tersedia melalui portal ISAST, mulai dari pendaftaran hingga pengunggahan materi presentasi.
Portal tersebut juga menyediakan jadwal kegiatan dan layanan pemesanan ekskursi. Panitia melengkapinya dengan asisten berbasis kecerdasan buatan bernama “Mr. Peo”.
Asisten AI tersebut dapat membantu menjawab pertanyaan peserta. Panitia juga menyediakan Collab Corner untuk mempertemukan peserta yang memiliki minat riset dan peluang kerja sama yang sama.
Upacara pembukaan akan berlangsung pada Rabu (7/10/2026) pukul 08.00 WIB. Kepala BRIN bersama perwakilan UGM dan i-CATS dijadwalkan memberikan sambutan.
Sejumlah akademisi dan peneliti juga akan mengisi sesi pleno. Mereka antara lain Dr. Ing. Javensius Sembiring, Prof. Mohd Yazid, Prof. Shuhaimi bin Mansor, dan Prof. Ahmad Zulfaa bin Mohamed Kassim.
Ketua Panitia ISAST 2026, Soleh Fajar Junjunan, mengatakan konferensi tersebut juga bertujuan memperkenalkan perkembangan riset kedirgantaraan Indonesia kepada masyarakat internasional.
“Riset roket, drone, dan antariksa tidak hanya berkembang di luar negeri. Peneliti dan mahasiswa Indonesia juga mengembangkan bidang tersebut bersama mitra dari berbagai negara,” jelasnya.






