Aceh Barat|Tubinnews.com| Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Aceh Barat mendapat dukungan besar dari dunia usaha. PT Mifa Bersaudara menyalurkan dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) senilai sekitar Rp9,6 miliar untuk mendukung pembenahan dan pengembangan RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Senin (17/8/2026).
Dukungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang turut diisi dengan kunjungan Bupati Aceh Barat Tarmizi ke RSUD Cut Nyak Dhien sekaligus peresmian sejumlah fasilitas dan layanan kesehatan.
Bantuan PT Mifa Bersaudara mencakup renovasi Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD), pengadaan alat kesehatan IGD, penyediaan peralatan dan fasilitas ruang rawat inap, pengadaan peralatan layanan Cath Lab dan ICVCU, hingga penyerahan dua unit ambulans.
Salah satu capaian penting dalam kolaborasi tersebut adalah mulai difungsikannya layanan Cath Lab atau kateterisasi jantung. Peralatan yang memiliki nilai sekitar Rp11 miliar tersebut telah dibeli sejak 2018, namun baru dapat dioperasikan setelah dilakukan berbagai pembenahan dan pemenuhan fasilitas pendukung.
Pengoperasian Cath Lab dinilai penting karena kebutuhan pelayanan penyakit jantung di Aceh Barat cukup tinggi. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, sekitar 4.800 pasien jantung tercatat mendapatkan pelayanan, dengan sekitar 30 persen di antaranya sebelumnya harus dirujuk ke luar daerah.
Selain Cath Lab, dukungan CSR juga memperkuat pelayanan IGD. Kapasitas IGD kini bertambah 10 tempat tidur sehingga menjadi 25 bed. Rumah sakit juga memperoleh tambahan 56 bed beserta alat kesehatan untuk mendukung pelayanan rawat inap berbasis Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
Direktur PT Mifa Bersaudara dan PT Bara Energi Lestari, Adi Risfandi, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah daerah untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari besarnya nilai bantuan, tetapi dari dampak yang dirasakan masyarakat melalui peningkatan kecepatan, kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan.
Ia berharap seluruh fasilitas yang telah diberikan dapat dirawat serta dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Aceh Barat Tarmizi menegaskan pembenahan RSUD Cut Nyak Dhien merupakan bagian dari upaya mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit.
“Kita ingin rumah sakit ini kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat. Karena itu, pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi fasilitas, pelayanan maupun manajemen,” ujar Tarmizi.
Tarmizi juga mengapresiasi dukungan PT Mifa Bersaudara yang dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pembenahan rumah sakit.
Dalam kunjungannya, Bupati turut meninjau ruang rawat inap, meresmikan dua ambulans baru serta menyerahkan santunan dan bingkisan kepada tujuh bayi yang lahir bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, termasuk sepasang bayi kembar.
Dari sisi pelayanan, manajemen RSUD Cut Nyak Dhien melakukan sejumlah penataan, mulai dari memperketat aturan jam besuk pada malam hari, membenahi sistem penerimaan pasien di IGD sejak dari petugas keamanan, hingga meningkatkan kedisiplinan tenaga kesehatan.
Bupati juga menekankan agar tenaga kesehatan tidak menggunakan media sosial seperti TikTok pada jam kerja, tidak merokok di dalam ambulans, serta tetap menjaga norma dan ketentuan yang berlaku di lingkungan rumah sakit.
Pembenahan turut menyasar fasilitas umum, termasuk renovasi toilet agar memenuhi standar pelayanan yang lebih baik.
Dari sisi manajemen, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menargetkan penataan keuangan RSUD agar rumah sakit dapat terbebas dari utang sekaligus memberikan jaminan kesejahteraan yang lebih baik bagi dokter dan tenaga kesehatan.

Ke depan, RSUD Cut Nyak Dhien direncanakan menambah tiga kamar pada ruang operasi serta memperluas sejumlah layanan. Ruang Zaitun yang selama ini digunakan untuk perawatan pasien gangguan jiwa juga akan ditata dan direncanakan dialihkan ke lokasi khusus sehingga area rumah sakit dapat dikembangkan.
Pemanfaatan rumah sakit regional untuk menangani penyakit umum dan rutin turut disiapkan. Sementara RSUD Cut Nyak Dhien diarahkan menjadi rumah sakit pendidikan seiring rencana pembukaan Fakultas Kedokteran Universitas Teuku Umar (UTU).
Direktur RSUD Cut Nyak Dhien, Akbar Siregar, mengatakan pengembangan fasilitas harus berjalan beriringan dengan penataan sumber daya manusia. Evaluasi rasio tenaga kesehatan terus dilakukan agar tenaga yang tersedia dapat ditempatkan sesuai kebutuhan pelayanan.
“Yang kita bangun bukan hanya gedung dan membeli alat, tetapi bagaimana fasilitas tersebut benar-benar mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ujarnya.
Dengan dukungan CSR PT Mifa Bersaudara serta kolaborasi pemerintah daerah, manajemen rumah sakit, tenaga medis dan seluruh pemangku kepentingan, pembenahan RSUD Cut Nyak Dhien diharapkan tidak berhenti pada peresmian fasilitas.
Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembenahan berkelanjutan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, berkualitas dan semakin dekat dengan masyarakat Aceh Barat.

















