Aceh Besar | TubinNews.com – Komunitas Merah Mata Fishing (MMF) mengibarkan Bendera Merah Putih dari atas Tebing Pantai Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (13/8/2026).
Tidak seperti pengibaran bendera pada umumnya, komunitas pemancing tersebut memilih kawasan tebing yang berhadapan langsung dengan laut sebagai lokasi pelaksanaan.
Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi mengenai aktivitas rockfishing yang memiliki tantangan tersendiri bagi para pemancing.
Ketua Merah Mata Fishing, Ridho Hamdiki mengatakan, pemilihan Tebing Lampuuk sebagai lokasi pengibaran Merah Putih bukan sekadar mencari tempat yang berbeda, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan dunia memancing yang selama ini menjadi aktivitas komunitas tersebut.
“Yang kami lakukan kali ini tergolong cukup unik bagi sebagian orang. Mungkin ada yang berpikir apa hubungan panjat tebing dengan komunitas pemancing, padahal dalam proses memancing ada namanya rockfishing, yaitu memancing dari tebing,” kata Ridho kepada media ini di lokasi kegiatan.
Menurut Ridho, aktivitas memancing tidak hanya dilakukan dari perahu atau tepian pantai biasa. Ada teknik tertentu yang dilakukan dari lokasi berbatu dan tebing yang memiliki karakteristik medan berbeda.
Karena itu, pemancing perlu memahami kondisi lokasi serta memperhatikan aspek keselamatan sebelum melakukan aktivitas tersebut.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan pengibaran Merah Putih ini, MMF ingin menunjukkan bahwa komunitas pemancing juga dapat mengambil bagian dalam memeriahkan hari kemerdekaan dengan cara yang sesuai dengan aktivitas mereka.
Ridho mengatakan, pengibaran Bendera Merah Putih merupakan agenda rutin yang dilakukan MMF setiap menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Namun, lokasi pelaksanaan dipilih berbeda setiap tahunnya.
“Tahun 2026, MMF melaksanakan di Pantai Tebing Aceh Besar. Dua tahun sebelumnya di Krueng Raya, lalu di Pulau Tuan. Tahun ini memang berbeda, beginilah cara kami memeriahkan Hari Kemerdekaan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga dapat memberikan pemahaman kepada para penghobi mancing agar lebih mengenal karakteristik lokasi serta mengutamakan keselamatan ketika melakukan aktivitas di kawasan tebing.
Sebagai informasi, rockfishing merupakan teknik memancing yang dilakukan dari area berbatu, karang, atau tebing yang langsung berbatasan dengan laut.
Teknik ini banyak diminati karena memungkinkan pemancing menjangkau area perairan yang lebih dalam tanpa menggunakan perahu.
Namun, aktivitas tersebut memiliki tingkat risiko lebih tinggi karena dipengaruhi kondisi ombak, arus, permukaan batu yang licin, serta perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat.
Karena itu, pemancing yang melakukan rockfishing perlu memiliki persiapan yang matang, memahami kondisi medan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta tidak mengabaikan faktor cuaca dan gelombang laut.
Kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih di Pantai Tebing Lampuuk tersebut turut melibatkan UKM Pal Caniva 51 Universitas Syiah Kuala (USK).

















