Aceh Barat | TubinNews.com — Sejumlah ruas jalan di Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat, masih mengalami kerusakan dan berlubang. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengendara, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Berdasarkan pantauan TubinNews.com, jalan berlubang terlihat di sejumlah titik, antara lain ruas Jalan Desa Semantok, Pulo Ie, Cot Jawa, Kelembah, Cot Kemude, dan Bakat. Warga menyebut sejumlah ruas tersebut belum mendapat perbaikan secara menyeluruh.
Sejumlah bagian badan jalan tampak mengalami kerusakan, sementara beberapa ruas lainnya relatif sempit sehingga menyulitkan kendaraan saat melintas.
Warga mengatakan kerusakan jalan tersebut bukan persoalan baru. Menurut mereka, kondisi sejumlah ruas jalan itu telah berlangsung sekitar dua tahun tanpa perbaikan menyeluruh, meskipun jalan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat.
“Jalan ini sudah lama seperti ini, kami berharap segera diperbaiki karena banyak pengendara yang kesulitan melintas. Kondisi jalan yang berlubang juga sangat membahayakan dan beberapa kali terjadi kecelakaan,” ujar seorang warga setempat.
Masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi jalan tersebut. Warga berharap penanganan tidak dilakukan secara parsial, mengingat kerusakan jalan berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mobilitas masyarakat sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, Fadly, mengatakan pemerintah daerah tetap melakukan penanganan terhadap sejumlah ruas jalan, tetapi pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
“Tahun ini kita ada kegiatan rehab Bakat Jawi juga, dengan anggaran sekitar Rp300 jutaan, pagunya kecil,” jelas Fadly kepada media.
Ia mengatakan, pemerintah daerah pada tahun sebelumnya juga telah melakukan rehabilitasi jalan di wilayah Gampong Kelembah. Namun, keterbatasan anggaran menyebabkan perbaikan belum dapat dilakukan secara menyeluruh.
“Kita hanya mampu memperbaiki jalan Gampong Jawi terdahulu, karena kita hanya mampu per segmen,” katanya.
Fadly menambahkan, penanganan ruas Bakat–Teumarom–Jawi setiap tahun terus diusulkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum karena membutuhkan anggaran besar untuk rehabilitasi secara menyeluruh.
“Rehab jalan ruas Bakat–Teumarom–Jawi setiap tahunnya kita usulkan permohonan ke Kementerian PU untuk penanganan, karena memang membutuhkan dana yang besar dalam hal rehabilitasinya,” ujarnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kerusakan jalan di sejumlah wilayah Kecamatan Woyla masih membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Warga berharap perbaikan tidak berhenti pada rencana dan usulan anggaran, tetapi dapat diwujudkan melalui penanganan nyata di lapangan. Selain mendukung aktivitas masyarakat, perbaikan jalan dinilai penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.
















