Subulussalam | TubinNews.com – Kondisi salah satu ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Jabi-Jabi, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, memprihatinkan. Fasilitas belajar yang dinilai tidak layak menjadi perhatian pada awal tahun ajaran baru 2026/2027.
Ketua Divisi DIvOS Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (HIMAKESMAS) Universitas Teuku Umar sekaligus Wakil UKM RI-PENA Universitas Teuku Umar, Muhammad Alfaqih, menyebut ruang kelas tersebut berada dalam kondisi memprihatinkan.
Menurutnya, ruang belajar itu memiliki dinding yang mengelupas, sejumlah fasilitas yang rusak, lantai yang kotor, serta lingkungan kelas yang dinilai kurang mendukung proses belajar mengajar.
“Awal tahun ajaran baru seharusnya menjadi momentum lahirnya semangat baru bagi dunia pendidikan. Namun, pemandangan yang saya lihat di salah satu ruang kelas sekolah di Desa Jabi-Jabi, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam justru menghadirkan rasa prihatin yang mendalam,” kata Alfaqih dalam keterangannya, Senin (14/7/2026).

Ia menilai pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi sarana dan prasarana pendidikan, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas.
“Saya menilai bahwa pendidikan tidak cukup hanya dengan slogan dan seremonial saat tahun ajaran baru. Pemerintah Kota Subulussalam harus hadir melalui tindakan nyata, bukan sekadar pidato atau unggahan di media sosial. Anak-anak di Jabi-Jabi memiliki hak yang sama untuk belajar di ruang kelas yang aman, nyaman, dan bermartabat,” ujar Alfaqih.
Alfaqih juga mempertanyakan efektivitas kebijakan pendidikan apabila masih ditemukan sekolah dengan kondisi ruang kelas yang dinilai belum memadai.
“Sangat disayangkan apabila di tengah berbagai program dan anggaran yang diklaim berpihak kepada pendidikan, masih ada sekolah dengan kondisi seperti ini. Pertanyaannya, ke mana arah kebijakan pendidikan jika ruang kelas saja masih terabaikan? Jangan sampai pemerintah hanya sibuk membangun citra, sementara sekolah-sekolah di pelosok terus dibiarkan menunggu perhatian yang tak kunjung datang,” katanya.
Ia mendesak Pemerintah Kota Subulussalam melalui dinas terkait agar segera melakukan peninjauan lapangan dan mengambil langkah perbaikan terhadap kondisi sekolah tersebut.
“Saya mendesak Pemerintah Kota Subulussalam, khususnya dinas terkait, untuk segera turun langsung meninjau kondisi sekolah ini dan melakukan perbaikan secara menyeluruh. Pendidikan bukan sekadar angka dalam laporan kinerja, melainkan investasi masa depan yang harus diprioritaskan. Jangan biarkan anak-anak belajar di ruang yang tidak lagi mencerminkan harapan, tetapi justru menggambarkan kelalaian pemerintah terhadap amanah konstitusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutupnya.















