Kamis, 9 Juli 2026
No Result
View All Result
TubinNews
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
TubinNews
No Result
View All Result
Home Aceh

Dari Motif Sulu Bayung hingga Kasab, Ini Kekayaan Budaya Aceh Barat

Redaksi by Redaksi
26 Juni 2026
Dari Motif Sulu Bayung hingga Kasab, Ini Kekayaan Budaya Aceh Barat

Motif Sulubayung yang di pahat dikayu dinding rumah. [Foto: Disbudpar Aceh]

Bagikan ke FBBagikan ke WABagikan ke Twitter

Aceh Barat | TubinNews.com — Budaya Aceh tidak hanya hidup dalam syair, tarian, atau adat istiadat. Di balik sehelai kain beludru yang berkilau oleh sulaman benang emas, tersimpan perjalanan panjang sebuah peradaban yang telah melintasi berabad-abad.

Di Aceh Barat, kekayaan budaya itu masih dapat dijumpai melalui ragam motif tradisional, salah satunya Sulu Bayung, serta seni sulam kasab yang hingga kini tetap menjadi bagian penting dalam berbagai upacara adat masyarakat Aceh.

BeritaTerkait

result_WhatsApp-Image-2026-07-07-at-03.00.22-e1783368434458-120x86 Dari Motif Sulu Bayung hingga Kasab, Ini Kekayaan Budaya Aceh Barat

Mualem Surati Presiden Prabowo, Ajukan Empat Usulan Pengelolaan Gas Blok Andaman

6 Juli 2026
WhatsApp-Image-2026-07-07-at-15.22.54-120x86 Dari Motif Sulu Bayung hingga Kasab, Ini Kekayaan Budaya Aceh Barat

Aceh Borong Sembilan Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026

6 Juli 2026
result_WhatsApp-Image-2026-07-07-at-03.00.22-e1783368434458-120x86 Dari Motif Sulu Bayung hingga Kasab, Ini Kekayaan Budaya Aceh Barat

Sambut Baik Kapolda Irjen Ruddi, Mualem: Mari Sama-sama Bangun Aceh

6 Juli 2026

Keduanya bukan sekadar karya seni. Motif dan sulaman tersebut menjadi simbol identitas, penghormatan terhadap leluhur, sekaligus bukti bahwa warisan budaya Aceh terus bertahan di tengah perkembangan zaman.

Kasab, Kemewahan yang Sarat Makna

Kasab merupakan salah satu kerajinan tangan paling bernilai dalam tradisi masyarakat Aceh. Hampir setiap prosesi adat, terutama yang berkaitan dengan siklus kehidupan seperti pernikahan, khitanan, hingga penyambutan tamu kehormatan, menggunakan perlengkapan berbahan sulaman kasab.

Secara sederhana, kasab adalah kain beludru yang dihiasi sulaman benang emas dengan pola-pola tertentu. Namun di balik keindahan itu tersimpan keterampilan tinggi yang diwariskan secara turun-temurun.

Setiap lembar kasab dikerjakan secara manual menggunakan teknik sulam tangan. Ketelitian menjadi kunci utama karena benang emas harus mengikuti motif tradisional yang telah diwariskan selama ratusan tahun.

Hasilnya bukan hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki nilai simbolik yang kuat dalam budaya Aceh.

68ef5331890561760514865-scaled-e1783577882934 Dari Motif Sulu Bayung hingga Kasab, Ini Kekayaan Budaya Aceh Barat
Motif Kasab yang dibuat dari tenunan benang. [Foto: Disbudpar Aceh]

Jejak Kemegahan Sejak Kesultanan Aceh

Sejarah mencatat bahwa kerajinan kasab telah berkembang di Aceh sejak abad ke-15, ketika Kesultanan Aceh mencapai masa kejayaannya sebagai salah satu pusat perdagangan dan peradaban Islam di Asia Tenggara.

Baca Juga :  Disbudpar Aceh Bahas Regulasi Kekayaan Intelektual, Dorong Perlindungan Potensi Daerah dan UMKM

Dalam catatan pelaut Inggris, James Lancaster, yang kemudian dikutip oleh peneliti Barbara Leigh, disebutkan bahwa pada tahun 1602 Sultan Aceh mengirim tiga helai kain bersulam benang emas sebagai hadiah kepada Ratu Elizabeth I dari Inggris.

Lancaster juga mencatat dirinya menerima jubah putih berhias sulaman emas dan ikat pinggang bermotif khas Turki sebagai hadiah dari Sultan Aceh.

Catatan serupa datang dari pelaut Inggris lainnya, John Davis, yang berkunjung ke Aceh pada akhir abad ke-16. Ia menggambarkan kemegahan istana Sultan yang dipenuhi kain gantung bersulam benang emas di atas kain beludru.

Bahkan ketika hendak menghadap Sultan, para tamu diwajibkan mengenakan busana dengan hiasan sulaman emas sebagai bentuk penghormatan terhadap kerajaan.

Temuan-temuan sejarah tersebut menunjukkan bahwa kasab bukan sekadar kerajinan, tetapi pernah menjadi simbol kemewahan dan kebesaran Kesultanan Aceh di mata dunia.

Perpaduan Berbagai Peradaban

Para sejarawan meyakini seni sulam kasab berkembang melalui hubungan dagang Aceh dengan berbagai bangsa.

Benang emas yang digunakan pada masa lalu didatangkan dari Gujarat di India, Turki, hingga Tiongkok. Setiap wilayah membawa pengaruh teknik maupun motif yang kemudian berbaur dengan budaya lokal Aceh.

Meski berasal dari luar, masyarakat Aceh berhasil mengolahnya menjadi identitas budaya yang khas.

Motif-motif yang muncul kemudian tidak lagi sekadar mengikuti gaya asing, tetapi dipadukan dengan filosofi, flora, fauna, dan nilai-nilai Islam yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Motif Sulu Bayung, Identitas yang Terus Dijaga

Selain kasab, Aceh Barat juga dikenal memiliki ragam hias tradisional yang masih digunakan hingga kini, salah satunya Motif Sulu Bayung.

Asal–usul motif sulubayungberakara dari unsur alam yaitu tumbuhan pakis/ paku serta awan–awan. Pada konsep hiasan ini terkandung makna atau arti hubungan erat antara manusia, kebesaran jiwa dan kehalusan budi pekerti, kebersamaan dan kesatuan dalam bermasyarakat serta gotong royang dalam menjaga keakraban.

Baca Juga :  Mayat Korban Banjir Tanpa Identitas Dievakuasi ke RS Cut Meutia

Hal ini digambarkan dengan bentuk motif yang menyatu seperti awan saling terhubung dan lengkungan seperti daun pakis/paku.

Motif sulubayung sering digunakan dalam beberapa keahlian seperti sulaman benang kasab, kerajinan logam (utoh), kerajinan pahatan kayu, pakaian tradisional/ adat, serta penggunaan lainnya yang bersifat estetika dalam lingkup kebudayaan.

Seiring perkembangan zaman, penggunaan motif sulubayung ini mengalami perubahan dimana motif dasar sudah sangat jarang digunakan melainkan banyaknya penggunakan motif turunan sulubayung hasil kreasi dari para pelaku tradisi tersebut.

Ada beberapa motif hasil turunan/kreasi kombinasi dari sulubayung yang dipakai dalam beberapa karya yaitu awan meupucoek, ukee batee siblah/duablah, bungong awan, awan meucaneek, serta awan meuikoet.

Keberadaan motif-motif tradisional tersebut menjadi bukti bahwa budaya Aceh terus berkembang tanpa kehilangan akar sejarahnya.

Inong Aceh Barat, Puja Rahma Kusumaningrum, mengatakan warisan budaya seperti kasab dan motif-motif tradisional perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus modernisasi.

“Kasab dan motif-motif khas Aceh Barat bukan hanya hasil karya seni, tetapi juga identitas budaya yang menyimpan nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal. Semakin banyak generasi muda yang mengenalnya, semakin besar pula peluang warisan budaya ini tetap lestari,” ujarnya.

Menjaga Warisan untuk Masa Depan

Di tengah pesatnya perkembangan industri tekstil modern, para perajin kasab tetap mempertahankan teknik sulam tangan yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian tinggi.

Proses pembuatannya memang memerlukan waktu lebih lama dibandingkan produksi mesin, tetapi justru di situlah letak nilai sebuah karya.

Setiap helai kasab membawa cerita tentang sejarah panjang Aceh sebagai pusat perdagangan dunia, tentang tangan-tangan terampil yang menjaga tradisi, serta tentang masyarakat yang terus merawat identitas budayanya.

Baca Juga :  Pergub JKA Dicabut, Mualem: Rakyat Aceh Berobat Seperti Biasa

Karena pada akhirnya, warisan budaya bukan hanya untuk dikenang.

Ia harus terus dipakai, dipelajari, dan diwariskan agar kilau benang emas kasab tetap bersinar, sebagaimana semangat masyarakat Aceh dalam menjaga jati dirinya. (***)

Tags: Budaya Aceh BaratMotif Sulu BayungSeni sulam Aceh

Berita Lainnya

Mualem Surati Presiden Prabowo, Ajukan Empat Usulan Pengelolaan Gas Blok Andaman
Aceh

Mualem Surati Presiden Prabowo, Ajukan Empat Usulan Pengelolaan Gas Blok Andaman

6 Juli 2026
Aceh Borong Sembilan Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026
Aceh

Aceh Borong Sembilan Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026

6 Juli 2026
Mualem Surati Presiden Prabowo, Ajukan Empat Usulan Pengelolaan Gas Blok Andaman
Aceh

Sambut Baik Kapolda Irjen Ruddi, Mualem: Mari Sama-sama Bangun Aceh

6 Juli 2026
Pimpin Tanam Padi Perdana Pasca Bencana, Sekda Aceh : Jaga Stabilitas Pangan Tetap Aman
Aceh

Pimpin Tanam Padi Perdana Pasca Bencana, Sekda Aceh : Jaga Stabilitas Pangan Tetap Aman

6 Juli 2026
Kapolri Lantik Irjen Pol. Ruddi Setiawan Sebagai Kapolda Aceh
Aceh

Kapolri Lantik Irjen Pol. Ruddi Setiawan Sebagai Kapolda Aceh

4 Juli 2026
Polda Aceh Periksa Oknum Polisi Terkait Pemaksaan Aborsi Pacarnya Sendiri 
Aceh

Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Ledakan KMP Aceh Hebat 2

4 Juli 2026
  • Trending
HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Simeulue Beri Penghargaan kepada 40 Personel dan Dua Warga

HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Simeulue Beri Penghargaan kepada 40 Personel dan Dua Warga

2 Juli 2026
Usai Aksi di Polda Aceh, Koordinator Demo Sebut Sejumlah Laporan Warga Aceh Barat Mulai Ditindaklanjuti

Usai Aksi di Polda Aceh, Koordinator Demo Sebut Sejumlah Laporan Warga Aceh Barat Mulai Ditindaklanjuti

9 Juli 2026
STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Buka PMB Pascasarjana Tahun 2026/2027, Tawarkan 3 Program Magister Unggulan

STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Buka PMB Pascasarjana Tahun 2026/2027, Tawarkan 3 Program Magister Unggulan

8 Juli 2026
Bupati Simeulue Lepas Kontingen O2SN 2026 ke Ajang Tingkat Provinsi

Bupati Simeulue Lepas Kontingen O2SN 2026 ke Ajang Tingkat Provinsi

9 Juli 2026

Berita Terkini

Bupati Simeulue Lepas Kontingen O2SN 2026 ke Ajang Tingkat Provinsi

Bupati Simeulue Lepas Kontingen O2SN 2026 ke Ajang Tingkat Provinsi

9 Juli 2026
Usai Aksi di Polda Aceh, Koordinator Demo Sebut Sejumlah Laporan Warga Aceh Barat Mulai Ditindaklanjuti

Usai Aksi di Polda Aceh, Koordinator Demo Sebut Sejumlah Laporan Warga Aceh Barat Mulai Ditindaklanjuti

9 Juli 2026
Ketua Organda Simeulue Minta Pertamina Tambah Kuota Bio Solar Subsidi ke SPBU

Ketua Organda Simeulue Minta Pertamina Tambah Kuota Bio Solar Subsidi ke SPBU

8 Juli 2026
STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Buka PMB Pascasarjana Tahun 2026/2027, Tawarkan 3 Program Magister Unggulan

STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Buka PMB Pascasarjana Tahun 2026/2027, Tawarkan 3 Program Magister Unggulan

8 Juli 2026
TubinNews

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2023-2026 - Tubinnews.com

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Aceh
      • Banda Aceh
      • Aceh Barat
      • Langsa
      • Aceh Tenggara
      • Simeulue
      • Aceh Singkil
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini