Aceh Utara | TubinNews.com – Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia akan membangun sebanyak 500 unit rumah bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara. Penentuan lokasi pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan legalitas lahan serta aspek sosial dan ekonomi masyarakat penerima manfaat.
Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menyampaikan bahwa berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, kebutuhan hunian pascabencana banjir yang terjadi pada akhir November 2025 mencapai sekitar 10.000 unit rumah.
Menurut Nasir, Pemkab Aceh Utara telah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi strategis untuk pembangunan rumah bagi korban banjir, di antaranya di Kecamatan Lapang, Baktiya, dan Langkahan.
Namun, setelah melalui kajian teknis dan aspek legalitas lahan, pembangunan rumah bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia difokuskan di Desa Meunasah Bujok, Kecamatan Baktiya.
“Luas lahan yang disiapkan mencapai 1,9 hektare dan dinyatakan siap bangun. Legalitas lahan juga telah jelas dengan sertifikat atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara,” ujar M. Nasir, Rabu (31/12/2025).
Ia menjelaskan, penentuan lokasi pembangunan rumah bantuan tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis dan mitigasi bencana, tetapi juga kedekatan lokasi dengan mata pencaharian warga terdampak.
“Aspek sosial ekonomi menjadi perhatian penting agar penerima manfaat tetap memiliki keberlanjutan ekonomi setelah menempati hunian baru,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, tim teknis bersama pihak Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia akan melakukan peninjauan lapangan untuk memfinalkan pembangunan 100 unit rumah pada tahap awal. Sementara itu, penetapan lokasi untuk 400 unit rumah lainnya akan dilakukan pada tahap selanjutnya.
Selain di Aceh Utara, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk membangun 500 unit rumah bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.















