DELI SERDANG | TUBINNEWS.COM — Di tengah kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Senin (17/8/2026), terselip kisah pilu seorang nenek berusia 71 tahun.
Nenek tersebut diketahui bernama Emi. Ia mengaku datang ke lokasi bukan untuk mengikuti acara secara khusus, melainkan mencari botol-botol bekas yang tersisa di tengah keramaian.
Namun, menurut pengakuannya, ia sempat diminta meninggalkan lokasi saat sedang mengumpulkan botol bekas.
“Cari botol itu aku kalau ada rame-rame aja. Ini pun belum aku jual. Tiga bulan sekali belum tentu, kadang dapat Rp500 ribu, kadang Rp450 ribu,” ujar Nenek Emi dengan napas terdengar sesak, Selasa (18/8/2026).
Menurut Emi, mengumpulkan botol bekas merupakan salah satu cara yang dilakukannya untuk mendapatkan penghasilan. Ia mengaku tidak ingin terlalu membebani anaknya karena kondisi ekonomi keluarga yang juga tidak mudah.
“Dak capek setengah mati aku, cuman mau cari botol aja. Karena aku tinggal sama anak, enggak enak aku minta duit sama anak. Dia pun susah juga,” tuturnya.
Emi juga menceritakan bahwa dirinya sebenarnya sudah terbiasa mencari botol bekas setiap kali ada kegiatan yang ramai. Saat acara HUT RI tersebut, ia mengaku sempat duduk sambil melihat jalannya kegiatan sekaligus mengumpulkan botol yang berserakan.
“Kemarin aku dengar aja acara itu sambil duduk, cari botol, lihat-lihat jalan. Ada juga ibu-ibu yang kasih duit, kemarin Rp5 ribu, Rp2 ribu,” katanya.
Namun, ia mengaku kemudian diminta keluar dari area kegiatan.
“Iya, disuruh keluar. Aku cari botol-botol itu keliling. Kalau enggak diambil takut berserak. Rupanya sudah ada tiga goni, malah dicampur sama tukang sapu sampah jadi bercampur lagi,” ungkapnya.
Kisah Nenek Emi menjadi sorotan karena terjadi di tengah suasana perayaan kemerdekaan yang dihadiri masyarakat dan sejumlah pejabat serta tamu undangan.
Momen seorang perempuan lanjut usia melintas di sekitar lokasi kegiatan juga terekam dalam dokumentasi. Peristiwa tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana masyarakat kecil, termasuk mereka yang mencari penghasilan dari barang bekas, mendapatkan ruang dan perhatian di tengah kegiatan publik.
Bagi Emi, mencari botol bekas bukan sekadar memungut sampah. Botol-botol tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan yang meski tidak seberapa, tetap berarti untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dalam kondisi yang diakuinya sudah sering sakit-sakitan, Emi kini berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah.
“Saya cuma mau cari botol,” menjadi gambaran sederhana dari perjuangan seorang warga lanjut usia yang berusaha bertahan hidup dengan cara yang ia mampu.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa makna kemerdekaan tidak hanya tercermin dari kemeriahan seremoni, pengibaran bendera dan kehadiran para pejabat, tetapi juga dari kepedulian terhadap masyarakat kecil yang masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup.
















