Banda Aceh | TubinNews.com – Kawasan Taman Ratu Safiatuddin di Banda Aceh terus menunjukkan fungsinya sebagai ruang publik multifungsi yang dimanfaatkan masyarakat untuk beragam kegiatan, mulai dari olahraga, rekreasi keluarga, hingga aktivitas seni dan budaya. Tingginya tingkat pemanfaatan kawasan tersebut dinilai menjadi potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat kegiatan publik berbasis budaya di Aceh.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Taman Seni dan Budaya Aceh, Azhadi Akbar, mengatakan kawasan Taman Ratu Safiatuddin saat ini menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat setiap hari, baik pada pagi maupun sore hari.
“Di sana banyak aktivitas. Ada yang jogging pagi dan sore, ada juga yang latihan tarian dan kegiatan seni di anjungan,” ujar Azhadi Akbar di Banda Aceh, Rabu (29/4/2026) kemarin.
Menurutnya, kawasan tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat umum untuk berolahraga dan berekreasi, tetapi juga menjadi ruang bagi komunitas seni untuk mengembangkan kreativitas melalui berbagai kegiatan latihan dan pertunjukan.
Anjungan yang tersedia di kawasan taman kerap digunakan sebagai tempat latihan tari, seni pertunjukan, dan berbagai aktivitas budaya lainnya. Sementara itu, area permainan yang ramah anak turut menjadi daya tarik tersendiri bagi keluarga yang menghabiskan waktu bersama di ruang terbuka tersebut.
“Itu sebenarnya potensi besar. Masyarakat sudah memanfaatkan, tinggal bagaimana kita tata dan kelola dengan baik,” katanya.
Azhadi menilai tingginya intensitas aktivitas masyarakat menjadi indikator bahwa Taman Ratu Safiatuddin memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai pusat kegiatan publik yang terintegrasi dengan pelestarian seni dan budaya. Keberagaman aktivitas yang berlangsung di kawasan itu mencerminkan fungsi taman sebagai ruang bersama yang hidup, inklusif, dan produktif.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi, terutama terkait peningkatan fasilitas pendukung dan aspek keamanan kawasan. Menurutnya, hal tersebut menjadi perhatian utama dalam upaya pengembangan taman ke depan.
Pihak pengelola, lanjut Azhadi, berencana melakukan penataan yang lebih optimal agar kawasan Taman Ratu Safiatuddin dapat berkembang menjadi destinasi publik unggulan yang nyaman, aman, serta mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Dengan potensi yang dimiliki, kawasan Taman Ratu Safiatuddin diharapkan tidak hanya menjadi ruang rekreasi dan olahraga, tetapi juga menjadi pusat interaksi sosial dan pengembangan seni budaya yang semakin memperkuat identitas budaya Aceh di tengah masyarakat. (***)

















