Banda Aceh | TubinNews.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh terus menjaga keberlangsungan sektor pariwisata di tengah proses pemulihan pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memfokuskan promosi pada destinasi wisata yang tidak terdampak bencana dan tetap aman untuk dikunjungi wisatawan.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudpar Aceh, Akmal Fajar, mengatakan kegiatan promosi pariwisata tetap berjalan sebagai upaya menjaga pergerakan sektor ekonomi yang ditopang oleh industri pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Kita tetap melakukan promosi, tetapi saat ini difokuskan pada destinasi yang masih layak dikunjungi dan tidak terdampak banjir,” ujar Akmal di Banda Aceh, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, strategi tersebut dilakukan untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat sekaligus menghindari munculnya persepsi bahwa seluruh wilayah Aceh terdampak banjir.
Akmal menjelaskan, bencana yang terjadi hanya memengaruhi sejumlah kawasan tertentu, sementara banyak destinasi wisata unggulan lainnya tetap beroperasi normal dan siap menerima kunjungan wisatawan.
“Jangan sampai masyarakat luar menganggap seluruh Aceh terdampak banjir, padahal masih banyak destinasi yang aman dan tetap bisa dikunjungi,” katanya.
Beberapa destinasi wisata yang saat ini menjadi fokus promosi antara lain kawasan wisata di Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, Simeulue, serta sejumlah destinasi unggulan lainnya yang tidak terdampak bencana.
Sementara itu, untuk kawasan wisata yang masih berada dalam tahap pemulihan, Disbudpar Aceh memilih untuk menyesuaikan strategi promosi dengan kondisi di lapangan. Promosi terhadap destinasi terdampak untuk sementara waktu diminimalkan hingga proses perbaikan infrastruktur dan aksesibilitas selesai dilakukan.
“Untuk destinasi yang terdampak, promosi kita kurangi terlebih dahulu sambil menunggu tahap reaktivasi ketika kondisi sudah benar-benar siap dan layak untuk dikunjungi kembali,” jelas Akmal.
Ia menambahkan, promosi wisata akan kembali diperkuat setelah seluruh fasilitas pendukung dan akses transportasi menuju lokasi wisata pulih sepenuhnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan wisatawan memperoleh pengalaman yang aman dan nyaman saat berkunjung.
“Kalau kondisinya sudah baik dan akses sudah normal, tentu akan kita masifkan kembali promosinya,” ujarnya.
Disbudpar Aceh optimistis pendekatan promosi yang adaptif ini dapat membantu menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata selama masa pemulihan pascabencana.
Selain menjaga arus kunjungan wisata, strategi tersebut juga diharapkan mampu menopang aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata, mulai dari pelaku usaha kuliner, pengelola destinasi, hingga pelaku ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Dengan mengedepankan informasi yang akurat dan kondisi destinasi yang siap dikunjungi, Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus menjaga citra daerah sebagai salah satu destinasi wisata unggulan yang aman, nyaman, dan menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.(***)
















