Banda Aceh | TubinNews.com – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Tsunami Aceh menyelenggarakan kegiatan sosialisasi kebencanaan bertajuk “Stay Alert Stay Alive” di aula museum setempat, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali budaya siaga bencana sekaligus memberikan edukasi komprehensif kepada generasi muda di Aceh terkait berbagai potensi ancaman alam.
Puluhan mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala (USK) dan UIN Ar-Raniry turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai ancaman gempa bumi, tsunami, hingga erupsi gunung berapi, serta dibekali panduan praktis dalam memantau sistem peringatan dini dan melakukan evakuasi mandiri.
Kepala Seksi Edukasi dan Preparasi Museum Tsunami Aceh, Abdul Lathief, menyampaikan bahwa museum memiliki tanggung jawab moral dalam mengubah memori kolektif bencana menjadi kekuatan mitigasi yang nyata.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya sekadar tahu, tapi benar-benar siap. Kesiapsiagaan dimulai dari literasi yang baik serta kemandirian dalam menyiapkan rencana evakuasi keluarga,” ujar Abdul Lathief mewakili Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M. Syahputra Azwar.
Dalam sesi pemaparan materi, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP USK, Rizanna Rosemary, menekankan pentingnya latihan evakuasi secara rutin. Menurutnya, kecepatan respons fisik dan mental dalam menghadapi bencana hanya dapat terbentuk melalui kebiasaan dan latihan yang berkelanjutan.
Senada dengan itu, Redaktur Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika, mengulas karakteristik ancaman bencana yang spesifik di Aceh. Ia menekankan pentingnya penerapan siklus manajemen bencana oleh masyarakat.
“Setiap warga yang bermukim di Aceh harus paham benar kondisi rawan bencana ini. Kita harus selalu waspada dan tidak boleh lalai, apalagi amnesia terhadap bencana yang kerap berulang,” tegas Yarmen.(*)

















