Banda Aceh | TubinNews.com – Penyelenggaraan berbagai event wisata di Aceh dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, kegiatan tersebut juga mendorong perputaran ekonomi yang melibatkan berbagai sektor usaha, mulai dari UMKM, perhotelan, transportasi, hingga pelaku ekonomi kreatif.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Akmal Fajar, mengatakan setiap event wisata yang diselenggarakan memiliki dampak ekonomi yang luas karena melibatkan banyak pihak secara langsung maupun tidak langsung.
“Event itu dampaknya jelas, bukan hanya ke sektor pariwisata, tetapi juga ke UMKM, perhotelan, transportasi, bahkan masyarakat sekitar yang ikut terlibat,” ujar Akmal Fajar kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan event wisata bersifat multipihak karena mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi secara bersamaan. Mulai dari pedagang kecil, penyedia jasa transportasi, pelaku usaha kuliner, hingga tenaga kerja lokal seperti petugas parkir dan kru pelaksana kegiatan turut memperoleh manfaat ekonomi dari setiap event yang berlangsung.
Akmal menjelaskan, dampak ekonomi yang dihasilkan bahkan dapat melampaui biaya yang dikeluarkan untuk penyelenggaraan kegiatan. Salah satu contoh terlihat pada pelaksanaan event Ramadhan yang sebelumnya digelar di Aceh.
Berdasarkan catatan penyelenggara, selama tujuh hari pelaksanaan event tersebut, nilai transaksi yang terjadi mencapai sekitar Rp2 miliar. Sementara biaya penyelenggaraan kegiatan berada pada kisaran Rp560 juta.
“Selama tujuh hari pelaksanaan, transaksi bisa mencapai sekitar Rp2 miliar. Sementara biaya penyelenggaraannya hanya sekitar Rp560 juta. Artinya, dampak ekonominya bisa sampai tiga kali lipat,” katanya.
Selain meningkatkan transaksi ekonomi, event wisata juga membuka peluang usaha bagi pelaku ekonomi kreatif dan vendor penyedia berbagai kebutuhan kegiatan. Kondisi tersebut dinilai mampu memperkuat ekosistem usaha lokal sekaligus menciptakan peluang kerja bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Akmal menilai penyelenggaraan event wisata tidak hanya memberikan manfaat ekonomi jangka pendek, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan citra daerah. Event yang sukses diselenggarakan dapat meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat posisi Aceh sebagai destinasi wisata yang layak dikunjungi.
“Secara tidak langsung, ini membangun citra bahwa Aceh mampu menggelar event yang menarik dan layak dikunjungi. Itu penting untuk menarik wisatawan ke depan,” ujarnya.
Meski demikian, Akmal menilai masih diperlukan sosialisasi yang lebih luas kepada berbagai pihak mengenai pentingnya event wisata sebagai salah satu instrumen penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, belum semua pihak memahami besarnya dampak ekonomi yang dapat dihasilkan dari sebuah kegiatan wisata yang dikelola secara profesional.
Karena itu, Pemerintah Aceh terus mendorong penyelenggaraan event wisata secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah, memperluas peluang usaha masyarakat, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh. (***)
















