Banda Aceh | TubinNews.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh mengapresiasi langkah Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, yang secara konsisten menggunakan Bahasa Aceh dalam berbagai agenda resmi pemerintahan.
Penggunaan bahasa daerah oleh kepala daerah dinilai menjadi contoh positif sekaligus upaya nyata dalam memperkuat pelestarian bahasa dan budaya Aceh di tengah perkembangan zaman.
Kepala Bidang Bahasa dan Seni Disbudpar Aceh, Nurlaila Hamjah, mengatakan kebiasaan Gubernur Mualem menggunakan Bahasa Aceh dalam forum resmi memberikan pesan kuat kepada masyarakat bahwa bahasa ibu tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan sosial maupun pemerintahan.
“Kalau pimpinan daerah menggunakan Bahasa Aceh, itu menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” ujar Nurlaila di Banda Aceh, Selasa (28/4/2026) lalu.
Menurutnya, figur publik memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan dan pola komunikasi masyarakat. Ketika seorang pemimpin daerah menggunakan bahasa daerah secara aktif, hal tersebut dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih percaya diri menggunakan Bahasa Aceh dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika tokoh publik menggunakan Bahasa Aceh, itu memberikan dorongan kepada masyarakat untuk ikut menggunakannya,” katanya.
Nurlaila menjelaskan, penggunaan Bahasa Aceh dalam ruang-ruang resmi pemerintahan tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya daerah. Kehadiran bahasa daerah dalam berbagai kesempatan dinilai mampu menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap warisan budaya yang dimiliki.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, pelestarian bahasa daerah menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, dukungan dari para pemimpin dan tokoh publik dinilai sangat penting untuk menjaga keberlangsungan penggunaan Bahasa Aceh di tengah masyarakat.
Menurut Nurlaila, rasa bangga terhadap bahasa daerah merupakan salah satu faktor utama yang dapat memastikan bahasa tersebut tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Semakin sering Bahasa Aceh digunakan dalam berbagai kesempatan, maka semakin kuat pula keberadaannya di tengah masyarakat,” ujarnya.
Disbudpar Aceh berharap penggunaan Bahasa Aceh dalam berbagai kegiatan pemerintahan, pendidikan, maupun ruang publik dapat terus ditingkatkan sebagai bagian dari komitmen bersama menjaga identitas dan kekayaan budaya Aceh.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan generasi muda, Bahasa Aceh diharapkan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat serta terus berkembang di masa mendatang.

















