Langsa | TubinNews.com — Tim Kesehatan Nasional PDI Perjuangan menjalani prosesi peusijuek di Kota Langsa, Senin (5/1/2026), sebelum kembali bergerak menuju sejumlah wilayah terdampak banjir di Aceh. Prosesi adat tersebut dipimpin oleh tengku dayah setempat sebagai bentuk doa keselamatan bagi para petugas kemanusiaan yang bertugas di lapangan.
Peusijuek dilakukan terhadap seluruh tim kesehatan, 10 unit ambulans, satu mobil komando, serta satu mobil tangki air yang sejak beberapa pekan terakhir aktif memberikan pelayanan medis kepada warga terdampak banjir. Kegiatan ini difasilitasi oleh DPD PDI Perjuangan Aceh sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai lokal masyarakat Aceh.
Kehadiran tim kesehatan tersebut merupakan bagian dari penguatan bantuan nasional PDI Perjuangan yang tiba di Posko Tim Kesehatan PDI Perjuangan Kota Langsa pada 4 Januari 2026. Rombongan bantuan diterima langsung oleh jajaran DPD PDI Perjuangan Aceh, termasuk Sekretaris DPD PDI Perjuangan Aceh, Gading Hamonangan Hasibuan.
Sebelumnya, sejak 10 Desember 2025, Tim Kesehatan DPP PDI Perjuangan telah lebih dahulu berada di Aceh untuk memberikan layanan medis langsung kepada korban banjir, khususnya di wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Pada tahap awal, sebanyak 10 tenaga kesehatan dikerahkan untuk membuka posko kesehatan dan melakukan pelayanan keliling di lokasi-lokasi pengungsian.
Penguatan tim dilakukan pada 14 Desember 2025 dengan bergabungnya delapan tenaga kesehatan tambahan yang memperluas jangkauan layanan kesehatan lapangan, terutama bagi warga yang kesulitan mengakses fasilitas medis akibat banjir.
Pengiriman bantuan kesehatan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan politik nasional PDI Perjuangan dalam merespons bencana alam. Pada 29 Desember 2025, atas arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dr. Ribka Tjiptaning secara resmi melepas bantuan kesehatan skala besar dari Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan di Jakarta.
Bantuan tersebut meliputi 30 unit ambulans, 30 dokter, 60 tenaga paramedis, serta 60 relawan BAGUNA yang ditugaskan untuk memperkuat penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pimpinan Tim Kesehatan Nasional PDI Perjuangan menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan telah menjangkau Aceh Tamiang dan Aceh Timur, serta akan diperluas ke Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, Bireuen, dan Pidie Jaya sesuai kebutuhan lapangan.
Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh, Jamaluddin Idham, S.H., M.H., menegaskan bahwa keterlibatan partai dalam penanganan bencana merupakan bentuk keberpihakan kepada rakyat. Menurutnya, dalam situasi krisis, politik harus hadir untuk memastikan keselamatan dan martabat kemanusiaan tetap terjaga.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Aceh, Gading Hamonangan Hasibuan, memastikan struktur partai di Aceh akan terus mengawal distribusi bantuan agar seluruh sumber daya yang dikerahkan benar-benar tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat terdampak.
PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk terus berada di tengah masyarakat Aceh hingga proses pemulihan pascabencana berjalan secara menyeluruh.

















