AdvertorialPendidikan

Dinas Pendidikan Dayah Aceh Tutup Pelatihan Public Speaking, Enam Santri Jadi Juara

×

Dinas Pendidikan Dayah Aceh Tutup Pelatihan Public Speaking, Enam Santri Jadi Juara

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Muhsin Thahir menyerahkan piala Juara I kategori putra kepada Ahmad Syakir Mubarak dari Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee pada penutupan Pelatihan dan Perlombaan Public Speaking Santri Dayah di Hotel Madinatul Zahra, Darul Imarah, Aceh Besar, Minggu (23/8/2026). [Foto: Dok. Disdik Dayah Aceh]

Aceh Besar | TubinNews.com – Kemampuan berbicara di depan publik dinilai menjadi salah satu bekal penting bagi santri untuk menjalankan peran di tengah masyarakat. Karena itu, keterampilan tersebut perlu terus diasah selain kemampuan keagamaan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin Thahir, S.Pd.I., M.Pd.I., saat menutup kegiatan Pelatihan dan Perlombaan Public Speaking bagi Santri Dayah Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh Tahun 2026 di Hotel Madinatul Zahra, Darul Imarah, Aceh Besar, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak 21 hingga 23 Agustus 2026 tersebut menjadi wadah bagi para santri untuk meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus melatih keberanian tampil di hadapan publik.

Dalam sambutannya, Muhsin mengatakan santri tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dalam bidang keagamaan, tetapi juga harus mampu menyampaikan pengetahuan dan gagasan kepada masyarakat.

“Public speaking ini penting bagi santri karena nantinya mereka akan berhadapan langsung dengan masyarakat. Santri harus mampu menyampaikan ilmu, berdakwah, menyampaikan gagasan dan menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat,” ujar Muhsin.

Menurutnya, kemampuan public speaking bukan hanya berkaitan dengan keberanian tampil di depan orang banyak. Santri juga perlu mampu menyusun gagasan, memilih bahasa yang tepat, membangun kepercayaan diri, serta menyampaikan pesan agar mudah dipahami.

Karena itu, Muhsin berharap kemampuan yang diperoleh melalui pelatihan dan perlombaan tersebut dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan dayah maupun saat berinteraksi dengan masyarakat.

“Santri harus berani berbicara, tetapi juga harus memiliki substansi dalam apa yang disampaikan. Keberanian harus diikuti dengan ilmu, akhlak dan kemampuan menyampaikan pesan dengan cara yang baik,” katanya.

Enam Santri Raih Juara

Dalam perlombaan tersebut, Dewan Hakim menetapkan enam santri sebagai pemenang berdasarkan Keputusan Dewan Hakim Nomor 001/Kpts/2026.

Baca Juga :  Panglima Laot Luncurkan Beasiswa Pendidikan Gratis untuk Anak Nelayan Aceh

Untuk kategori putra, Juara I diraih Ahmad Syakir Mubarak dari Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee, Aceh Besar, dengan nilai 95,00.

Juara II diraih Patria Brilian Amin dari Dayah Insan Qur’ani dengan nilai 94,20, sedangkan Juara III diraih Fais Hafiz dari Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa dengan nilai 93,70.

Sementara kategori putri, Juara I diraih Cut Alisa Maharani dari Pesantren Modern Al Manar dengan nilai 94,00.

Juara II diraih Syathira Aleta Rasha dari Dayah Insan Qur’ani dengan nilai 93,50, sedangkan Juara III diraih Zahratus Shulfi ZT dari Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa dengan nilai 91,50.

Muhsin menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, dewan hakim, panitia, serta pihak dayah yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan agar semakin banyak santri memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri saat tampil di ruang publik.

“Kita ingin melahirkan santri yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan baik, percaya diri dan siap mengambil peran di tengah masyarakat,” kata Muhsin.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan Dayah Aceh dalam meningkatkan kapasitas santri melalui penguatan kemampuan komunikasi, selain bekal keagamaan yang diperoleh di lingkungan dayah.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *