Sabtu, 15 Agustus 2026
No Result
View All Result
TubinNews
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
TubinNews
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Bukan Rp1,7 Triliun Masuk ke Kas Aceh, Kementan Jelaskan Mekanisme Anggaran Pemulihan

Redaksi by Redaksi
15 Agustus 2026
Bukan Rp1,7 Triliun Masuk ke Kas Aceh, Kementan Jelaskan Mekanisme Anggaran Pemulihan

Kepala Biro di Kementerian Pertanian, M. Arief Cahyono. [Foto: Dok. Ist]

Bagikan ke FBBagikan ke WABagikan ke Twitter

Jakarta | TubinNews.com – Kementerian Pertanian (Kementan) menjelaskan mekanisme dukungan anggaran untuk pemulihan sektor pertanian dan perkebunan Aceh pascabencana hidrometeorologi. Dari total alokasi sekitar Rp1,7 triliun, sekitar Rp530 miliar disalurkan langsung ke daerah melalui dana Tugas Pembantuan, sementara Rp1,2 triliun lainnya dikelola satuan kerja pusat dan balai Kementan.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch. Arief Cahyono, menjelaskan mekanisme tersebut sekaligus menanggapi penjelasan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, terkait dukungan Kementan terhadap pemulihan sektor pertanian dan perkebunan pascabencana di Aceh.

BeritaTerkait

WhatsApp-Image-2026-08-15-at-00.30.44-120x86 Bukan Rp1,7 Triliun Masuk ke Kas Aceh, Kementan Jelaskan Mekanisme Anggaran Pemulihan

Polres Nagan Raya Amankan Empat Pelaku Tambang Ilegal dan Barang Bukti

15 Agustus 2026
masjid_raya1-120x86 Bukan Rp1,7 Triliun Masuk ke Kas Aceh, Kementan Jelaskan Mekanisme Anggaran Pemulihan

Malam Ini, Zikir dan Doa Hari Damai Aceh XXI Digelar di Masjid Raya Baiturrahman

14 Agustus 2026
result_WhatsApp-Image-2026-08-13-at-02.54.32-120x86 Bukan Rp1,7 Triliun Masuk ke Kas Aceh, Kementan Jelaskan Mekanisme Anggaran Pemulihan

Simeulue Dapat Bantuan Rp2 Miliar Untuk Pendidikan

13 Agustus 2026

“Penjelasan yang disampaikan Pemerintah Aceh sudah tepat dan sejalan dengan data yang kami miliki. Ini menunjukkan komunikasi yang baik antara Kementan dan Pemerintah Aceh, sebagaimana hubungan erat antara Pak Menteri dan Pak Gubernur,” ujar Arief di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Rp530 Miliar Disalurkan Langsung ke Daerah

Dilansir dari laman Kementerian Pertanian, Sabtu (15/8/2026), Arief menjelaskan, dari total alokasi sekitar Rp1,7 triliun, Rp530 miliar disalurkan langsung ke daerah melalui dana Tugas Pembantuan.

Anggaran tersebut diperuntukkan bagi kegiatan optimalisasi lahan dan rehabilitasi sawah di Aceh.

Namun, realisasi anggaran tersebut hingga Agustus 2026 baru mencapai 48 persen. Padahal, pelaksanaan program yang bersumber dari dana tersebut semestinya telah selesai pada Juni lalu.

Arief menilai kondisi tersebut membutuhkan percepatan dari seluruh pihak terkait. Ia mengingatkan adanya konsekuensi apabila anggaran tidak terserap hingga akhir tahun.

Baca Juga :  Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU

“Perlu ada percepatan dari semua pihak karena saat ini sudah bulan Agustus. Jika tidak terserap sampai akhir tahun, dana ini akan dikembalikan ke kas negara,” kata Arief.

Rp1,2 Triliun Dikelola Satker dan Balai Kementan

Sementara itu, sekitar Rp1,2 triliun lainnya tidak disalurkan melalui Pemerintah Aceh, melainkan dikelola oleh satker pusat dan balai di bawah Kementan.

Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk penyediaan alat dan mesin pertanian serta bibit padi, jagung, dan komoditas lainnya yang kemudian disalurkan kepada petani di Aceh sebagai penerima manfaat.

Untuk anggaran melalui skema tersebut, Kementan menyebut masih terdapat kendala dalam proses pencairannya. Salah satunya berkaitan dengan pengusulan dan kelengkapan CPCL atau calon petani calon lokasi dari pemerintah daerah.

Tanpa CPCL yang lengkap, anggaran tersebut belum dapat dicairkan. Karena itu, Kementan meminta adanya percepatan dalam pengusulan sekaligus penyelesaian administrasi agar bantuan dapat segera diterima petani terdampak bencana.

“Pak Menteri pada dasarnya ingin mengajak semua pihak bersama lakukan percepatan realisasi anggaran satker pusat ini. Ini tanggung jawab bersama karena manfaatnya sangat dinantikan petani di Aceh,” katanya.

Serapan Anggaran Baru 25 Persen

Arief mengatakan, waktu untuk merealisasikan anggaran tersebut semakin terbatas karena 2026 tinggal menyisakan sekitar empat bulan.

Ia menyebut anggaran yang masih tersisa sekitar Rp1,1 triliun dengan tingkat serapan baru mencapai 25 persen. Karena itu, percepatan dinilai menjadi hal penting agar anggaran dapat dimanfaatkan untuk kepentingan petani Aceh.

“Anggaran tersisa masih sekitar 1,1 trilliun dan waktu tidak banyak. Serapan baru 25% dan kita harus bersama segera selesaikan,”tambahnya.

Arief melanjutkan semua program pemerintah pusat Ini untuk masyarakat Aceh, dan berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mempercepat pemanfaatannya, mengingat waktu tersisa 2026 tinggal 4 bulan, karena bila tidak segera dicairkan, dana tersebut akan kembali ke kas negara dan manfaatnya tidak dirasakan optimal oleh petani Aceh.

Baca Juga :  Genjot Produksi Pertanian, Wagub Fadhlullah Serahkan Alsintan untuk 3 Kabupaten

Di luar alokasi anggaran pemerintah tersebut, Arief juga menyebut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama mitra kerja telah mengalokasikan dana pribadi sekitar Rp40 miliar.

Dana tersebut disebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Aceh dan telah disalurkan sebagai bantuan pada awal bencana.

Pertemuan Mualem dan Menteri Amran

Arief juga menyinggung pertemuan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di kediaman Menteri Amran di Jakarta pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Aceh menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Kementan terhadap pemulihan sektor pertanian dan perkebunan Aceh pascabencana.

“Kehangatan pertemuan itu mencerminkan hubungan baik yang selama ini terjalin antara Pak Menteri dan Pak Gubernur, dan menjadi modal penting untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian di Aceh. Semangat percepatan ini semata-mata demi kepentingan rakyat Aceh,” ujar Arief.

Arief menegaskan komitmen Kementan untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Aceh dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat proses pemulihan.

Ia berharap seluruh dukungan yang telah dialokasikan dapat segera direalisasikan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani Aceh terdampak bencana.

Tags: AcehKementerian PertanianPemerintah AcehPemulihan Pertanian

Berita Lainnya

Polres Nagan Raya Amankan Empat Pelaku Tambang Ilegal dan Barang Bukti
HEADLINE

Polres Nagan Raya Amankan Empat Pelaku Tambang Ilegal dan Barang Bukti

15 Agustus 2026
Pendaftaran Nikah di Masjid Raya Baiturrahman: Kuota Dibuka Per Tahun, Ini Dokumen yang Wajib Disiapkan
HEADLINE

Malam Ini, Zikir dan Doa Hari Damai Aceh XXI Digelar di Masjid Raya Baiturrahman

14 Agustus 2026
Simeulue Dapat Bantuan Rp2 Miliar Untuk Pendidikan
HEADLINE

Simeulue Dapat Bantuan Rp2 Miliar Untuk Pendidikan

13 Agustus 2026
Abu Salam desak Mentan minta maaf terkait bantuan pertanian Rp2,5 triliun untuk Aceh
HEADLINE

Soroti Kejanggalan Bantuan Rp 2,5 Triliun, Abu Salam Desak Mentan Minta Maaf Kepada Rakyat Aceh  

11 Agustus 2026
Ancam Keselamatan, Jalan Berlubang Hiasi Kabupaten Aceh Barat
Aceh Barat

Ancam Keselamatan, Jalan Berlubang Hiasi Kabupaten Aceh Barat

8 Agustus 2026
Kapolresta Banda Aceh Imbau Warga Waspadai Dampak El Nino dan Cegah Karhutla
HEADLINE

Kapolresta Banda Aceh dan Kasat Narkoba Diperiksa Mabes Polri, Polda Aceh Tunjuk Plt

7 Agustus 2026
  • Trending
Krueng Tujoh Masuk Zona Tambang Barat Selamatkan Sungai dari Ancaman Kehancuran

Krueng Tujoh Masuk Zona Tambang Barat Selamatkan Sungai dari Ancaman Kehancuran

10 Agustus 2026
Abu Salam desak Mentan minta maaf terkait bantuan pertanian Rp2,5 triliun untuk Aceh

Soroti Kejanggalan Bantuan Rp 2,5 Triliun, Abu Salam Desak Mentan Minta Maaf Kepada Rakyat Aceh  

11 Agustus 2026
57 Tim Perebutkan Piala Danrem 012/Teuku Umar di Aceh Barat

57 Tim Perebutkan Piala Danrem 012/Teuku Umar di Aceh Barat

10 Agustus 2026
Driver Taksi Online Ditemukan Meninggal di Perkebunan Tebu Hamparan Perak

Driver Taksi Online Ditemukan Meninggal di Perkebunan Tebu Hamparan Perak

14 Agustus 2026

Berita Terkini

Kabar Gembira! Pemerintah Siapkan 4.770 Kebutuhan CPNS Sekolah Kedinasan 2026

Kabar Gembira! Pemerintah Siapkan 4.770 Kebutuhan CPNS Sekolah Kedinasan 2026

15 Agustus 2026
Bukan Rp1,7 Triliun Masuk ke Kas Aceh, Kementan Jelaskan Mekanisme Anggaran Pemulihan

Bukan Rp1,7 Triliun Masuk ke Kas Aceh, Kementan Jelaskan Mekanisme Anggaran Pemulihan

15 Agustus 2026
Dari Karya Utoh Mud hingga Simbol Aceh, Menelusuri Jejak Sejarah Motif Pinto Aceh

Dari Karya Utoh Mud hingga Simbol Aceh, Menelusuri Jejak Sejarah Motif Pinto Aceh

15 Agustus 2026
Polres Nagan Raya Amankan Empat Pelaku Tambang Ilegal dan Barang Bukti

Polres Nagan Raya Amankan Empat Pelaku Tambang Ilegal dan Barang Bukti

15 Agustus 2026
TubinNews

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2023-2026 - Tubinnews.com

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Aceh
      • Banda Aceh
      • Aceh Barat
      • Langsa
      • Aceh Tenggara
      • Simeulue
      • Aceh Singkil
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini