Banda Aceh | TubinNews.com – Museum Tsunami Aceh terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Aceh yang menarik perhatian wisatawan dari berbagai negara. Selain menjadi simbol memorial bencana tsunami 2004, museum ini juga berkembang sebagai destinasi wisata edukatif yang memberikan pengalaman pembelajaran mengenai sejarah, kemanusiaan, dan mitigasi bencana kepada para pengunjung.
Tingginya minat wisatawan mancanegara untuk mengunjungi Museum Tsunami Aceh menunjukkan semakin kuatnya daya tarik museum tersebut di tingkat internasional. Pengunjung asing yang datang tidak hanya ingin mengenang salah satu peristiwa bencana terbesar dalam sejarah modern, tetapi juga mempelajari berbagai nilai kemanusiaan dan ketangguhan masyarakat Aceh yang ditampilkan melalui beragam koleksi dan instalasi museum.
Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, Syahputra Azwar, mengatakan wisatawan asal Malaysia masih menjadi kelompok pengunjung mancanegara terbesar yang datang ke museum tersebut setiap tahunnya.
“Wisatawan mancanegara yang paling banyak datang itu dari Malaysia,” kata Syahputra Azwar di Banda Aceh, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, kedekatan geografis, hubungan historis, serta kemudahan akses transportasi menjadi beberapa faktor yang mendorong tingginya kunjungan wisatawan asal Malaysia ke Aceh. Museum Tsunami Aceh menjadi salah satu destinasi yang hampir selalu masuk dalam agenda perjalanan wisata mereka saat berkunjung ke Banda Aceh.
Selain Malaysia, wisatawan asal Australia juga menjadi salah satu kelompok pengunjung internasional yang cukup dominan. Tidak sedikit wisatawan Australia yang datang untuk melihat langsung museum yang telah dikenal luas sebagai salah satu ikon memorial tsunami di dunia.
“Yang kedua terbanyak itu dari Australia, dan ada juga dari Eropa. Kunjungan meningkat saat musim libur mereka,” kata Putra.
Ia menjelaskan, wisatawan dari berbagai negara Eropa juga tercatat rutin berkunjung ke Museum Tsunami Aceh, terutama pada periode musim liburan internasional. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa museum memiliki daya tarik yang mampu menjangkau pasar wisata global.
Seiring berkembangnya sektor pariwisata Aceh, Museum Tsunami Aceh kini telah menjadi bagian penting dari paket perjalanan yang ditawarkan berbagai agen wisata. Hampir seluruh wisatawan yang datang ke Banda Aceh menjadikan museum ini sebagai salah satu destinasi utama yang wajib dikunjungi.
“Biasanya mereka ke Banda Aceh pasti ke museum ini,” kata Putra.
Menurut Syahputra, keberadaan Museum Tsunami Aceh tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk mengenang tragedi tsunami yang melanda Aceh pada 2004, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang menyampaikan pesan tentang mitigasi bencana, solidaritas kemanusiaan, dan proses pemulihan pascabencana kepada masyarakat dunia. (***)













