Banda Aceh | TubinNews.com – Museum Aceh terus menunjukkan perannya sebagai salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi yang diminati masyarakat. Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan ke museum yang menjadi pusat pelestarian warisan budaya Aceh tersebut mencapai 50.185 orang berdasarkan data resmi yang tercatat melalui sistem e-ticketing.
Data kunjungan tersebut dihimpun dan diverifikasi oleh UPTD Museum Aceh sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola layanan berbasis digital sekaligus pemantauan perkembangan minat masyarakat terhadap wisata sejarah dan budaya.
Kepala UPTD Museum Aceh, Mudhafarsyah, mengatakan angka kunjungan yang tercatat sepanjang tahun 2025 merupakan data resmi yang dapat dijadikan rujukan dalam berbagai kebutuhan, termasuk evaluasi layanan dan pengembangan program museum.
“Data kunjungan ini merupakan laporan resmi yang dihimpun sepanjang 2025 dan dapat digunakan sesuai kebutuhan,” kata Mudhafarsyah di Banda Aceh, Rabu (22/4/2026).
Berdasarkan data tersebut, kelompok pelajar dan anak-anak menjadi penyumbang kunjungan terbesar dengan total 25.024 orang. Sementara pengunjung dewasa tercatat sebanyak 18.613 orang dan wisatawan mancanegara mencapai 6.548 orang.
Dominasi kunjungan pelajar menunjukkan tingginya peran Museum Aceh sebagai sarana pembelajaran di luar ruang kelas. Berbagai koleksi sejarah, budaya, dan peradaban Aceh yang tersimpan di museum menjadi daya tarik tersendiri bagi lembaga pendidikan yang menjadikan museum sebagai tujuan kegiatan edukatif.
Dari sisi sebaran kunjungan bulanan, Februari menjadi periode dengan jumlah pengunjung tertinggi, yakni mencapai 7.182 orang. Posisi berikutnya ditempati Agustus dengan 6.189 pengunjung dan Oktober sebanyak 6.109 pengunjung.
Sebaliknya, jumlah kunjungan terendah tercatat pada Maret yang hanya mencapai 311 orang, sementara Desember berada pada angka 1.932 pengunjung.
Menurut Mudhafarsyah, fluktuasi jumlah kunjungan sepanjang tahun dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari musim liburan, agenda pendidikan, hingga kegiatan tertentu yang mendorong kunjungan rombongan pelajar ke museum.
Sebagai upaya meningkatkan jumlah pengunjung, Museum Aceh terus menghadirkan berbagai inovasi layanan. Selain memperkuat fungsi edukasi melalui program-program pembelajaran sejarah dan budaya, pengelola museum juga melakukan pembenahan layanan berbasis teknologi dengan mengoptimalkan sistem e-ticketing yang memudahkan proses pencatatan dan pelayanan pengunjung.
Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan museum agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan data kunjungan yang lebih akurat dan terintegrasi.
Mudhafarsyah menambahkan, laporan kunjungan yang telah dihimpun tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pengembangan museum pada masa mendatang, termasuk peningkatan kualitas layanan, penyusunan program edukasi, serta penguatan promosi wisata budaya di Aceh.
Data kunjungan tersebut dikumpulkan oleh petugas pengumpul retribusi dan telah melalui proses verifikasi sehingga menjadi laporan resmi UPTD Museum Aceh Tahun 2025. Keberadaan data yang akurat diharapkan mampu mendukung upaya pengembangan Museum Aceh sebagai pusat edukasi, pelestarian budaya, dan destinasi wisata sejarah yang semakin diminati masyarakat, baik dari dalam maupun luar negeri. (***)
















