Banda Aceh | TubinNews.com – UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh di bawah naungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh terus memperkuat perannya sebagai pusat pembinaan dan pengembangan seni budaya melalui berbagai program pelatihan, pameran, serta pendokumentasian karya seni. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan seni budaya daerah sekaligus mendorong lahirnya generasi seniman baru yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Taman Seni dan Budaya Aceh, Azhadi Akbar, mengatakan keberadaan taman budaya memiliki fungsi strategis sebagai ruang pembinaan bagi para pelaku seni dalam mengembangkan potensi dan kreativitas mereka.
“Kalau secara sederhana, taman budaya ini seperti bengkel kesenian. Di sini tersedia ruang untuk mengelola dan mengembangkan bakat-bakat serta potensi seni daerah dengan dukungan fasilitas yang ada,” ujar Azhadi Akbar di Banda Aceh, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, pembinaan menjadi salah satu fokus utama dalam menjaga eksistensi seni budaya agar tetap tumbuh dan relevan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Berbagai program yang dijalankan meliputi pelatihan keterampilan seni, penyelenggaraan pameran, hingga pendokumentasian karya budaya yang menjadi bagian penting dalam pelestarian warisan seni Aceh.
“Program yang kami jalankan meliputi pelatihan, pameran, termasuk pendokumentasian karya. Walaupun masih terbatas, program-program tersebut sangat membantu para pelaku seni,” katanya.
Selain menjadi tempat pembinaan, Taman Seni dan Budaya Aceh juga berfungsi sebagai ruang kreatif yang memungkinkan para seniman mengembangkan gagasan dan menghasilkan karya baru yang selaras dengan dinamika masyarakat. Ruang tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi seni yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal.
Azhadi menilai seni tidak hanya berperan sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi media komunikasi budaya yang mengandung nilai edukasi, identitas, dan pesan sosial bagi masyarakat.
Karena itu, keberadaan taman budaya dinilai penting dalam mendukung ekosistem kesenian yang berkelanjutan, sekaligus menjadi wadah bagi para seniman untuk berkarya, berkolaborasi, dan memperluas jaringan di tingkat yang lebih luas.
Ia berharap berbagai program pembinaan yang terus dilakukan dapat melahirkan lebih banyak talenta seni yang mampu berprestasi dan tampil di berbagai ajang, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Saya berharap Taman Seni dan Budaya Aceh dapat terus menjadi pusat lahirnya talenta-talenta baru yang mampu tampil di berbagai ajang, baik di tingkat lokal maupun nasional,” ujarnya.
Melalui penguatan program pembinaan dan pengembangan potensi seni daerah, Taman Seni dan Budaya Aceh diharapkan semakin berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya sekaligus memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu daerah yang kaya akan tradisi dan kreativitas seni. (***)

















