Banda Aceh | TubinNews.com – UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh tidak hanya berfungsi sebagai ruang ekspresi bagi para seniman, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui berbagai kegiatan seni, konser, dan pertunjukan budaya yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor pendukung lainnya.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Taman Seni dan Budaya Aceh, Azhadi Akbar, mengatakan setiap kegiatan yang digelar di kawasan tersebut memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Kehadiran pengunjung dalam jumlah besar menciptakan peluang usaha bagi para pedagang dan pelaku ekonomi kreatif.
“Kalau kita lihat, ketika ada konser atau kegiatan di sini, itu ada perputaran ekonomi. UMKM bisa masuk, ada yang berjualan, dan itu ada pasarnya,” ujar Azhadi Akbar di Banda Aceh, beberapa hari lalu.
Menurutnya, berbagai kegiatan seni dan budaya yang diselenggarakan secara rutin membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan. Tidak hanya pedagang makanan dan minuman, sejumlah pelaku jasa pendukung acara juga turut merasakan manfaat dari aktivitas yang berlangsung di kawasan taman budaya tersebut.
Azhadi menjelaskan, meskipun pihaknya belum memiliki data kuantitatif terkait nilai transaksi yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan, perputaran ekonomi dapat terlihat dari meningkatnya aktivitas perdagangan dan jasa setiap kali acara berlangsung.
“Uangnya berputar di sini. Walaupun kita tidak punya data pasti, tetapi secara kasat mata terlihat ada aktivitas ekonomi yang berjalan,” katanya.
Selain melibatkan UMKM, penyelenggaraan event seni dan konser di Taman Seni dan Budaya Aceh juga menggandeng berbagai pihak, termasuk penyelenggara acara atau event organizer yang banyak digerakkan oleh kalangan mahasiswa dan generasi muda. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor seni dan budaya memiliki potensi besar dalam mendorong tumbuhnya kewirausahaan berbasis ekonomi kreatif.
Azhadi menilai tingginya minat masyarakat terhadap berbagai pertunjukan seni menjadi modal penting dalam pengembangan kawasan Taman Seni dan Budaya Aceh sebagai pusat aktivitas kreatif. Antusiasme pengunjung, kata dia, bahkan tetap tinggi meskipun kegiatan berlangsung dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
“Pernah kita buat kegiatan, saat hujan tetapi gedung tetap penuh. Bahkan ada yang meminta tayangan ulang,” ujarnya.
Tingginya partisipasi masyarakat tersebut menunjukkan bahwa kegiatan seni dan budaya masih memiliki daya tarik kuat sekaligus menjadi sarana hiburan, edukasi, dan penguatan identitas budaya daerah.
Dengan potensi yang dimiliki, UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh berharap kawasan tersebut dapat terus berkembang sebagai ruang kreatif yang produktif sekaligus menjadi penggerak ekonomi lokal yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. (***)
















