Banda Aceh – Fasilitas pertunjukan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Seni dan Budaya Aceh terus mengalami peningkatan signifikan. Salah satu pencapaian terbaru adalah keberadaan panggung terbuka (open stage) yang kini telah memenuhi standar nasional, sehingga semakin memperkuat posisi Taman Budaya Aceh sebagai pusat kegiatan seni, budaya, dan berbagai event berskala besar di Aceh.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Taman Seni dan Budaya Aceh, Azhadi Akbar, mengatakan berbagai pengembangan sarana dan prasarana yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan besar terhadap kawasan ruang publik tersebut.
“Kalau dulu kita hanya memiliki satu panggung indoor, sekarang sudah ada dua. Selain itu, open stage yang kita miliki juga telah berkembang dan skalanya sudah memenuhi standar nasional,” ujar Azhadi di Banda Aceh, 28 April 2026.
Di bawah pengelolaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, peningkatan fasilitas tersebut memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mendukung berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan seni tradisional, pentas budaya, hingga penyelenggaraan event komersial dan hiburan berskala besar.
Menurut Azhadi, kapasitas daya tampung penonton juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Gedung pertunjukan indoor saat ini mampu menampung hingga 1.500 penonton, sedangkan area open stage dapat digunakan untuk kegiatan dengan jumlah peserta antara 1.500 hingga 3.000 orang.
“Dengan kapasitas yang tersedia saat ini, berbagai agenda seni dan budaya dapat diselenggarakan dengan lebih maksimal, termasuk event yang melibatkan jumlah pengunjung yang besar,” katanya.
Meski demikian, pihak pengelola mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi, khususnya pada fasilitas gedung indoor. Hal tersebut disebabkan sebagian bangunan masih menggunakan konstruksi lama yang belum sepenuhnya mendapatkan pembaruan menyeluruh.
Kendati demikian, Azhadi menilai kondisi fasilitas yang tersedia saat ini sudah cukup representatif dan layak untuk mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan kebudayaan maupun pertunjukan seni di Aceh.
Ke depan, pengelola Taman Seni dan Budaya Aceh berkomitmen untuk terus melakukan peningkatan sarana dan prasarana secara bertahap guna mengoptimalkan fungsi kawasan tersebut sebagai ruang ekspresi dan kreativitas masyarakat.
“Kami berharap pengembangan fasilitas dapat terus berlanjut sehingga fungsi Taman Seni dan Budaya Aceh sebagai pusat kegiatan seni, budaya, dan kreativitas masyarakat semakin optimal,” pungkasnya.(***)
















