BIREUEN – Sejumlah eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Kabupaten Bireuen menggelar kegiatan silaturahmi, doa bersama, serta santunan anak yatim di Aula Caffee Cekdun, Desa Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Sabtu (3/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 13.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 110 peserta yang terdiri atas eks kombatan GAM, simpatisan, serta masyarakat setempat.
Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Panglima Muda KPA Daerah IV Batee Iliek Bireuen, Ridwan Hasbi alias Apeng, Faisal alias Botak selaku Pangsagoe KPA Daerah II Wilayah Batee Iliek, serta sejumlah mantan kombatan lainnya seperti M. Nasiruddin, Marbawi Zainal, Tgk. Abdul Hamid, Maidin alias Pandem, dan Abdullah Sulaiman.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan, doa bersama, penyerahan santunan kepada anak yatim, serta ramah tamah antar peserta.
Dalam sambutannya, Ridwan Hasbi mengatakan bahwa kegiatan silaturahmi tersebut bertujuan mempererat hubungan persaudaraan dan menjaga soliditas di antara eks kombatan GAM serta masyarakat.
Menurutnya, kebersamaan dan kepedulian sosial perlu terus diperkuat, terutama pasca banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen.
“Kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi, menjaga komunikasi yang baik, dan memperkuat semangat kebersamaan dalam mendukung kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Ridwan menegaskan bahwa pemberian santunan kepada anak yatim merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap generasi penerus yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga perdamaian yang telah terbangun di Aceh selama ini. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk merawat stabilitas keamanan dan persatuan demi keberlangsungan pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, eks kombatan GAM Kabupaten Bireuen juga menyampaikan komitmen untuk mendukung berbagai program pembangunan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan melalui video testimoni yang memuat sejumlah poin, di antaranya menjaga dan memperkuat perdamaian Aceh, mendukung program pembangunan pemerintah pusat dan daerah, serta mengajak masyarakat menjaga persatuan dan stabilitas sosial.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan penyerahan santunan kepada anak yatim yang hadir.
Kegiatan sosial tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi para eks kombatan GAM di Kabupaten Bireuen dalam mempererat hubungan antaranggota dan masyarakat di tengah suasana damai yang terus dijaga di Aceh.

















