Banda Aceh | TubinNews.com – Sektor pariwisata Aceh menunjukkan ketahanan yang positif pascabencana yang melanda sejumlah wilayah pada akhir 2025. Meski beberapa destinasi sempat terdampak, tren kunjungan wisatawan ke Aceh secara umum masih mengalami pertumbuhan, terutama dari segmen wisatawan mancanegara.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh mencatat minat wisatawan untuk berkunjung ke berbagai destinasi unggulan di Aceh tetap tinggi. Kondisi tersebut tercermin dari data kunjungan wisatawan yang menunjukkan pertumbuhan secara tahunan sepanjang awal 2026.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudpar Aceh, Akmal Fajar, mengatakan bahwa secara umum sektor pariwisata Aceh masih berada pada jalur pertumbuhan yang positif meskipun terdapat fluktuasi kunjungan dalam periode tertentu.
“Secara tahunan tren kunjungan wisatawan masih positif. Ini menunjukkan daya tarik Aceh tetap kuat di mata wisatawan,” kata Akmal Fajar, Sabtu (9/5/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Aceh pada Maret 2026 mencapai 2.684 orang. Angka tersebut meningkat 22,45 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 2.192 kunjungan.
Meski demikian, secara bulanan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Maret 2026 mengalami penurunan tipis sebesar 1,18 persen dibandingkan Februari 2026. Penurunan tersebut dinilai sebagai dinamika yang lazim terjadi dalam industri pariwisata dan tidak memengaruhi tren pertumbuhan secara keseluruhan.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut, Pemerintah Aceh melalui Disbudpar terus mengembangkan strategi promosi yang lebih adaptif dan terintegrasi. Berbagai kanal digital dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus memperkenalkan potensi wisata Aceh kepada pasar yang lebih luas.
“Kami mengoptimalkan berbagai media promosi agar informasi mengenai destinasi wisata di Aceh dapat tersampaikan secara luas dan akurat kepada calon wisatawan,” ujar Akmal.
Menurutnya, bencana yang terjadi di sejumlah daerah tidak berdampak terhadap seluruh destinasi wisata di Aceh. Sejumlah kawasan wisata unggulan seperti Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Singkil, dan Simeulue tetap dalam kondisi aman serta siap menerima kunjungan wisatawan.
Di sisi lain, pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya pemulihan pada kawasan wisata yang terdampak bencana. Program rehabilitasi dan penataan kembali destinasi dilakukan agar aktivitas pariwisata dapat kembali berjalan optimal sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana di masa mendatang.
Selain fokus pada pemulihan destinasi, Disbudpar Aceh juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha pariwisata, komunitas, influencer, serta media dalam memperluas promosi dan meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap Aceh sebagai destinasi yang aman dan nyaman untuk dikunjungi.
Sinergi lintas sektor tersebut dinilai penting dalam membangun citra positif pariwisata Aceh sekaligus memperkuat daya saing destinasi di tingkat nasional maupun internasional.
Pemerintah Aceh optimistis bahwa dengan strategi promosi yang tepat, penguatan kolaborasi, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, sektor pariwisata akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian masyarakat di berbagai daerah.
Keberlanjutan pertumbuhan sektor ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pengembangan ekonomi kreatif yang berbasis pada kekayaan budaya serta potensi alam Aceh. (***)
















