Medan | TubinNews.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh kembali menorehkan prestasi di tingkat regional dengan meraih penghargaan sebagai salah satu dari tiga terbaik kategori Best Presenter dalam kegiatan Sumatra Connect 2026 yang berlangsung di Hotel Aryaduta, Medan, Sumatera Utara, Selasa (19/5/2026).
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kemampuan Aceh dalam mempromosikan potensi pariwisata daerah di hadapan para pelaku industri pariwisata, investor, dan pemangku kepentingan dari berbagai provinsi di Pulau Sumatera.
Sumatra Connect 2026 merupakan agenda yang digagas oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara sebagai bagian dari rangkaian menuju Sumatra Investment Day (SID) 2026. Mengusung tema “From Provincial Destinations to One Island Journey”, kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi sektor pariwisata dan investasi antardaerah di Sumatera.
Berbagai agenda digelar dalam kegiatan tersebut, mulai dari workshop, business matching, promosi destinasi wisata unggulan, hingga penjajakan peluang investasi yang melibatkan pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, asosiasi profesi, dan investor.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan sektor pariwisata dari 10 provinsi di Sumatera, termasuk unsur Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASTINDO), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), PHRI, Bank Indonesia, serta dinas yang membidangi pariwisata dari berbagai daerah.
Selain itu, sekitar 40 agen perjalanan internasional turut hadir untuk menjajaki peluang kerja sama dan memperluas promosi destinasi wisata unggulan di Pulau Sumatera ke pasar global.
Dalam sesi presentasi daerah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh diwakili oleh Kepala Bidang Pengembangan Usaha Pariwisata dan Kelembagaan, Ismail. Pada kesempatan tersebut, ia memaparkan berbagai potensi unggulan yang dimiliki Aceh, mulai dari wisata sejarah, budaya, religi, hingga wisata alam dan bahari yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Presentasi tersebut mendapat respons positif dari peserta dan penyelenggara, sehingga Aceh berhasil masuk dalam tiga besar penerima penghargaan kategori Best Presenter.
Selain ajang promosi, Sumatra Connect 2026 juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis terkait pengembangan paket wisata lintas provinsi yang dibagi ke dalam tiga klaster kawasan, yaitu Sumatera Bagian Barat, Sumatera Bagian Tengah, dan Sumatera Bagian Selatan.
Konsep paket wisata terintegrasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antardestinasi, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor pariwisata dan investasi.
Partisipasi dan prestasi yang diraih Aceh dalam forum ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dalam memperluas jejaring promosi, memperkuat sinergi antardaerah, serta meningkatkan daya saing pariwisata Aceh di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui kolaborasi yang terus dibangun bersama berbagai pemangku kepentingan, Aceh optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di Sumatera yang menawarkan kekayaan budaya, sejarah, dan keindahan alam yang berdaya saing global. [Adv]
















