Deli Serdang | TubinNews.com – Padamnya listrik selama dua hari di sejumlah wilayah Kabupaten Deli Serdang terus dikeluhan masyarakat. Kali ini, para peternak ayam ikut menjerit akibat kerugian yang disebut semakin besar karena aktivitas usaha lumpuh total sejak listrik padam hingga Minggu (24/5/2026).
Keluhan itu viral di media sosial setelah seorang peternak bernama Yeni meluapkan kekecewaannya terhadap pelayanan listrik yang dinilai sangat merugikan pelaku UMKM.
“Kalau udah kayak gini mau ke mana? Apa mau PLN ganti rugi? Sementara bayar listrik aja jutaan. Mati lampu gak pakai aba-aba,” tulis Yeni di akun medsos Instagramnya.
Menurutnya, kondisi semakin sulit karena peternak harus memaksakan genset menyala selama dua hari penuh demi menjaga operasional kandang tetap berjalan. Namun di sisi lain, bahan bakar solar disebut mulai langka dan harga operasional terus membengkak.
“Solar langka, genset nyala terus pasti rusak. Kalau udah kayak gini siapa yang peduli,” lanjutnya.
Yeni juga mengaku kecewa karena banyak orang menganggap usaha ternak ayam selalu menghasilkan keuntungan besar. Ia bahkan menyindir candaan sebagian orang yang kerap meminta ayam gratis tanpa memahami beratnya biaya yang harus ditanggung peternak saat kondisi krisis seperti sekarang.
“Jadi jangan enak aja kalau jumpa tinggal minta ayam. Walaupun becanda tapi muak dengarnya. Dipikir pelihara ayam itu udah hebat, bisa dibagi sesuka hati,” ungkapnya.
Dampak pemadaman listrik berkepanjangan ini disebut tidak hanya dirasakan rumah tangga, namun juga pelaku usaha, peternak, hingga pedagang kecil yang bergantung penuh pada pasokan listrik setiap hari.
Hingga kini masyarakat masih menunggu penjelasan resmi terkait penyebab padamnya listrik yang terjadi selama dua hari terakhir di wilayah Medan dan Deli Serdang.
Namun sampai berita ini diturunkan, PLN UID Sumatra Utara belum memberikan klarifikasi resmi kepada masyarakat terkait gangguan dan hak konsumen tersebut.

















