Banda Aceh | TubinNews.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat adanya kesenjangan gender dalam kondisi ketenagakerjaan di Aceh. Data menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) perempuan tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan laki-laki pada November 2025.
Berdasarkan laporan resmi ketenagakerjaan Aceh periode November 2025 yang dirilis melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Kamis (5/2/2026), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) perempuan di Aceh mencapai 8,33 persen. Angka ini terpaut cukup jauh jika dibandingkan dengan TPT laki-laki yang tercatat sebesar 4,02 persen.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menjelaskan bahwa perbedaan tersebut menunjukkan adanya tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi perempuan di pasar kerja.
“Tingkat Pengangguran Terbuka perempuan di Aceh pada November 2025 tercatat sebesar 8,33 persen, lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang berada di angka 4,02 persen,” ujar Agus Andria.
BPS mencatat bahwa tingginya TPT perempuan mengindikasikan masih terbatasnya kesempatan kerja bagi perempuan, baik dari sisi ketersediaan lapangan kerja maupun akses terhadap pekerjaan yang sesuai.
Selain berdasarkan jenis kelamin, laporan BPS juga menyoroti konsentrasi pengangguran yang lebih tinggi di wilayah perkotaan. TPT di wilayah perkotaan tercatat mencapai 8,12 persen, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah perdesaan yang hanya sebesar 3,85 persen.
BPS mencatat bahwa kondisi ini mengindikasikan masih terbatasnya akses terhadap pekerjaan yang sesuai bagi perempuan serta adanya tantangan struktural di pasar kerja perkotaan. Hal ini juga tercermin dari partisipasi kerja perempuan (TPAK) yang baru mencapai 47,80 persen, sangat kontras dibandingkan laki-laki yang sudah menyentuh 82,52 persen.
















