Aceh | TubinNews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Provinsi Aceh. Hingga Jumat (02/01/2026) pukul 12.00 WIB, total korban meninggal dunia tercatat sebanyak 530 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan data tersebut berasal dari laporan terbaru daerah terdampak yang diterima BNPB.
“Data ini kami peroleh dari laporan terkini yang masuk dari wilayah terdampak,” ujar Abdul Muhari dalam siaran pers di kanal YouTube resmi BNPB Indonesia.
BNPB mencatat korban meninggal dunia tersebar di 14 kabupaten/kota di Aceh. Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan korban terbanyak, yakni 216 jiwa. Disusul Aceh Tamiang 101 jiwa dan Aceh Timur 57 jiwa.
Sementara itu, korban meninggal juga tercatat di Bireuen 40 jiwa, Bener Meriah 31 jiwa, Pidie Jaya 29 jiwa, Aceh Tengah 23 jiwa, Aceh Tenggara 13 jiwa, Gayo Lues 6 jiwa, Kota Langsa dan Kota Lhokseumawe masing-masing 5 jiwa, Subulussalam 2 jiwa, serta Nagan Raya dan Pidie masing-masing 1 jiwa.
Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat 31 orang hilang. Korban hilang terbanyak berada di Bener Meriah 14 orang, disusul Aceh Utara 6 orang, Aceh Tengah 4 orang, Bireuen dan Nagan Raya masing-masing 3 orang, serta Aceh Tenggara 1 orang.
Abdul menegaskan, tim gabungan masih terus melakukan pencarian korban secara maksimal di seluruh wilayah terdampak.
“Kami terus mengoptimalkan upaya pencarian. Semoga ke depan tidak ada lagi penambahan korban di lokasi pencarian,” ujarnya.
BNPB juga mencatat sebanyak enam kabupaten/kota di Aceh telah menetapkan status transisi darurat ke pemulihan, yakni Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Kota Subulussalam, Kota Langsa, Aceh Singkil, dan Kota Lhokseumawe. Sementara itu, Aceh Besar dan Aceh Barat masih dalam proses pengesahan surat keputusan.
“Saat ini lebih dari 60 persen kabupaten/kota sudah memasuki masa awal pemulihan,” terang Abdul.
















