Banda Aceh | TubinNews.com – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tenggelamnya kapal milik agen LPG PT Gas Aneuh Meugah Sabang di perairan Pantai Kampung Jawa, Banda Aceh.
Seluruh kru kapal, termasuk nahkoda dan Anak Buah Kapal (ABK), dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka dalam peristiwa yang terjadi saat kapal menjalankan operasional distribusi LPG menuju Kota Sabang.
Berdasarkan informasi yang diterima Pertamina, insiden tersebut diduga terjadi akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi yang menghantam kapal ketika hendak memasuki kawasan Babah Kuala. Kondisi cuaca ekstrem menyebabkan air masuk ke dalam kapal hingga akhirnya kapal tenggelam dan mengalami kerusakan berat.
Pertamina menjelaskan bahwa kapal tersebut tidak mengangkut LPG isi, melainkan membawa tabung LPG kosong yang merupakan bagian dari rangkaian operasional distribusi energi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, Pertamina segera melakukan koordinasi dengan agen LPG, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait untuk memastikan pasokan LPG bagi masyarakat Kota Sabang tetap terjaga.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah percepatan guna memulihkan distribusi LPG pasca-insiden tersebut.
“Sebagai langkah percepatan pemulihan distribusi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah memberikan dukungan berupa pinjaman 1.120 tabung LPG 3 kilogram kepada agen serta menyiapkan kapal pengganti untuk mendukung penyaluran LPG ke Kota Sabang,” ujar Fahrougi, kepada awak media Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar distribusi LPG kepada masyarakat dapat segera kembali berjalan sesuai jadwal yang telah disesuaikan dan tidak mengganggu kebutuhan energi masyarakat.
Selain itu, Pertamina bersama agen LPG dan para pemangku kepentingan terkait juga tengah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga keandalan sarana distribusi dan memperkuat sistem logistik energi menuju wilayah kepulauan.
Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dalam seluruh aktivitas operasional dan distribusi energi.

















