Jakarta | TubinNews.com – Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai seruan boikot terhadap produk Indonesia di Malaysia berpotensi hanya berlangsung sementara. Ajakan tersebut ramai beredar di media sosial dan menyasar sejumlah merek makanan serta minuman asal Indonesia yang membuka gerai di negara tersebut.
Budi mengatakan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Atase Perdagangan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia untuk memantau perkembangan isu tersebut.
“Kami sudah komunikasi juga dengan atase perdagangan, dengan perwakilan KBRI. Ini nggak ada masalah, oke aja, nggak ada masalah,” kata Budi Kamis (8/10) dilansir dari CNN.
Ia sebelumnya menyebut seruan boikot itu kemungkinan hanya bersifat sesaat. Karena itu, pemerintah terus memantau situasi melalui perwakilan perdagangan Indonesia di Malaysia.
“Ini kan mungkin cuman ya karena sesaat aja,” ujar Budi.
Seruan Boikot Ramai di Media Sosial
Ajakan memboikot produk Indonesia bermula dari unggahan akun Threads @mee.zsa. Pemilik akun tersebut membagikan daftar sejumlah merek makanan dan minuman asal Indonesia yang beroperasi di Malaysia.
Dalam unggahannya, ia mengajak pengguna media sosial di Malaysia untuk menyebarkan daftar tersebut dan memboikot merek-merek yang tercantum.
Sejumlah merek yang disebut dalam unggahan itu antara lain Kenangan Coffee, Ai-CHA Ice Cream & Tea, dan MOMOYO. Pengunggah juga mencantumkan informasi mengenai awal operasional serta jumlah gerai masing-masing merek.
Dugaan Penghinaan terhadap Raja Malaysia Jadi Pemicu
Dalam unggahan lainnya, pemilik akun tersebut menjelaskan alasan di balik ajakan boikot. Ia menyatakan seruan itu bukan dipicu persaingan dalam pertandingan sepak bola yang belakangan menjadi perbincangan.
Menurut pengunggah, ajakan tersebut muncul setelah beredarnya unggahan media sosial yang diduga menghina Raja Malaysia dan mantan pemimpin negara itu.
Ia mengaku tidak bermaksud memicu perselisihan dengan masyarakat Indonesia. Namun, ia menilai dugaan penghinaan terhadap pemimpin Malaysia telah memicu kemarahan sebagian warga.
Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan klaim dari pengunggah di media sosial. Konteks dan kebenaran dugaan penghinaan itu perlu ditelusuri lebih lanjut.
Di tengah ramainya seruan boikot, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan telah menjalin komunikasi dengan perwakilan Indonesia di Malaysia. Langkah ini dilakukan untuk memantau situasi dan melihat kemungkinan dampaknya terhadap aktivitas perdagangan kedua negara.






