Banda Aceh | TubinNews.com – Museum Tsunami Aceh menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 290 ribu hingga 300 ribu orang sepanjang tahun 2026. Target tersebut dipertahankan sama seperti tahun sebelumnya sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi museum sebagai salah satu destinasi wisata edukatif unggulan di Aceh sekaligus ikon memorial tsunami yang dikenal hingga tingkat internasional.
Penetapan target tersebut dilakukan berdasarkan hasil evaluasi capaian kunjungan pada tahun 2025. Meski belum sepenuhnya mencapai sasaran yang ditetapkan, pengelola museum menilai berbagai pengalaman dan tantangan yang dihadapi selama tahun lalu menjadi modal penting dalam menyusun strategi peningkatan kunjungan pada tahun ini.
Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, Syahputra Azwar, mengatakan target kunjungan tahun 2026 tetap berada pada angka yang sama dengan tahun sebelumnya.
“Target kita tetap sama seperti tahun lalu, yaitu di kisaran 290 ribu sampai 300 ribu pengunjung,” kata Syahputra Azwar di Banda Aceh, Sabtu (21/4/2026).
Menurutnya, capaian kunjungan pada tahun 2025 menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan berbagai program dan strategi pengelolaan museum. Beberapa kendala yang memengaruhi tingkat kunjungan pada tahun lalu telah dipetakan sehingga dapat menjadi dasar dalam merancang langkah-langkah perbaikan yang lebih efektif.
“Tahun 2025 target kita sedikit tidak tercapai karena beberapa kendala. Hal ini menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” kata Putra.
Museum Tsunami Aceh terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya tarik destinasi melalui penguatan layanan, pengembangan program edukasi, serta optimalisasi promosi yang menyasar wisatawan domestik maupun mancanegara. Berbagai inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengalaman pengunjung sekaligus mendorong pertumbuhan jumlah kunjungan secara berkelanjutan.
Selain menjadi tempat mengenang peristiwa tsunami Aceh 2004, museum juga memiliki fungsi strategis sebagai pusat edukasi kebencanaan yang memberikan pemahaman mengenai mitigasi, kesiapsiagaan, dan nilai-nilai kemanusiaan kepada masyarakat. Peran ganda tersebut menjadi salah satu faktor yang terus mendorong tingginya minat kunjungan dari berbagai kalangan.
Syahputra menilai tren kunjungan yang mulai menunjukkan perkembangan positif menjadi indikator bahwa target tahun 2026 memiliki peluang besar untuk tercapai. Kondisi eksternal yang semakin kondusif juga memberikan optimisme bagi pengelola museum dalam mengembangkan berbagai program yang mendukung peningkatan kunjungan.
Berbagai pembenahan fasilitas dan peningkatan kualitas pelayanan kepada pengunjung juga terus dilakukan untuk menjaga kenyamanan serta memperkuat citra Museum Tsunami Aceh sebagai destinasi wisata edukatif berkelas internasional.
“Kita optimis dengan kondisi sekarang, target tersebut bisa tercapai,” kata Putra. (***)
















