Nagan Raya | TubinNews.com – Di tengah hamparan alam Kabupaten Nagan Raya, Aceh, berdiri sebuah rumah ibadah yang tak hanya memancarkan kemegahan, tetapi juga menghadirkan kekaguman bagi siapa saja yang melihatnya. Bangunan itu adalah Masjid Giok Baitul A’la, sebuah masjid unik yang dikenal sebagai masjid pertama di dunia yang menggunakan batu giok asli Nagan Raya sebagai ornamen utamanya.
Kilauan hijau giok yang menghiasi dinding dan bagian interior masjid menghadirkan nuansa berbeda. Saat cahaya matahari menyentuh permukaan batu giok tersebut, pantulan warnanya menciptakan suasana teduh dan menenangkan. Tidak heran, masjid ini menjadi salah satu destinasi wisata religi paling menarik di Aceh, Khususnya Nagan Raya.
Bagi masyarakat Nagan Raya, Masjid Giok Baitul A’la bukan sekadar tempat ibadah. Masjid ini telah menjadi simbol kebanggaan daerah sekaligus bukti bahwa kekayaan alam dapat berpadu harmonis dengan nilai-nilai spiritual dan budaya Islam.

Duta Wisata Nagan Raya Tahun 2025, Jul Hendri Ramadhani, mengatakan keberadaan Masjid Giok Baitul A’la memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang ke Nagan Raya.
“Masjid ini bukan hanya indah dari segi arsitektur, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan filosofi yang kuat. Banyak wisatawan datang karena penasaran dengan keunikan batu giok yang digunakan di masjid ini,” ujarnya.
Menurutnya, kemegahan Masjid Giok Baitul A’la berhasil memadukan seni, religi, dan potensi alam lokal dalam satu bangunan yang ikonik. Batu giok yang digunakan berasal dari Aceh dan diproses dengan detail sehingga menghasilkan tampilan yang elegan sekaligus artistik.
Tak sedikit wisatawan yang datang untuk mengabadikan momen di area masjid. Arsitekturnya yang megah berpadu dengan warna hijau alami batu giok menjadikan setiap sudut masjid tampak fotogenik. Pada malam hari, cahaya lampu yang memantul di permukaan giok menciptakan panorama yang begitu memukau.
Duta Wisata Agam ini menilai, keberadaan masjid tersebut berpotensi besar mendorong pertumbuhan wisata halal di Nagan Raya. Selain menjadi pusat ibadah, Masjid Giok Baitul A’la juga menjadi media pengenalan budaya dan identitas daerah kepada wisatawan dari berbagai wilayah.
“Masjid Giok Baitul A’la menjadi bukti bahwa Nagan Raya memiliki destinasi wisata religi yang unik dan berbeda. Ini bisa menjadi magnet wisata halal yang mampu menarik perhatian wisatawan nasional hingga mancanegara,” katanya.
Tak hanya wisatawan domestik, sejumlah pelancong dari luar Aceh juga mulai memasukkan Masjid Giok Baitul A’la ke dalam daftar kunjungan mereka saat berwisata ke Tanah Rencong. Keunikan konsep bangunannya menjadikan masjid ini kerap disebut sebagai salah satu ikon wisata religi paling eksotis di Indonesia.
Keberadaan masjid tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana Aceh terus menjaga identitasnya sebagai daerah yang kuat dengan nilai-nilai Islam. Di balik kemegahannya, Masjid Giok Baitul A’la menghadirkan pesan tentang keindahan, kedamaian, dan kebersamaan.
Bagi siapa pun yang berkunjung ke Nagan Raya, menyaksikan langsung kemilau Masjid Giok Baitul A’la bukan hanya pengalaman wisata biasa. Ada rasa takjub yang muncul ketika melihat bagaimana batu giok yang selama ini dikenal sebagai batu mulia mampu menjelma menjadi bagian dari rumah ibadah yang begitu indah dan menenangkan. [***]

















