Aceh Barat | TubinNews.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai melakukan peningkatan ruas jalan menuju Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Samatiga serta akses menuju sejumlah fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.
Peningkatan jalan ini dilakukan sebagai respons pemerintah daerah terhadap keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang sebelumnya rusak dan berlubang. Saat musim hujan, ruas jalan tersebut kerap tergenang air sehingga menyulitkan mobilitas warga, terutama bagi masyarakat yang hendak berobat ke puskesmas, khususnya pada malam hari.
Kondisi jalan yang rusak juga kerap menjadi kendala bagi mobil ambulans yang membawa pasien menuju Puskesmas Samatiga maupun pasien rujukan ke rumah sakit di Kota Meulaboh.
Selain akses jalan menuju puskesmas Samatiga, ruas jalan ini juga akses vital menuju fasilitas pendidikan yang saban hari dilintasi guru dan anak sekolah dan orang tua yang mengantarkan anaknya ke sekolah
Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, menyebutkan peningkatan ruas jalan menuju puskesmas Samatiga yang ditangani dengan total panjang 500 meter dan lebar aspal 4 meter, dan pengerjaan bahu kiri kanan jalan 1 meter.
Fadly menjelaskan peningkatan ruas jalan akses menuju puskesmas Samatiga dan menuju fasilitas pendidikan saat ini dalam tahap pekerjaan lapis pondasi. Proyek ini, kata dia, dikerjakan oleh CV Rahmad dengan pagu anggaran sebesar Rp1.330.400.000,- yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2026. Dan diharapkan tuntas pada bulan Juni 2026 sesuai dokumen kontrak.
Ia menjelaskan dengan telah dimulai pengaspalan ruas jalan ini mobilitas masyarakat menuju puskesmas dan pusat pendidikan di kecamatan Samatiga akses pelayanan publik akan lebih mudah dan semakin cepat. Selain itu, akan turut meningkatkan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Fadly menegaskan bahwa proyek tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan standar teknis konstruksi jalan yang berlaku, mulai dari perencanaan hingga pengawasan di lapangan.
“Hal ini untuk memastikan kualitas jalan benar-benar terjaga dan dapat bertahan lama setelah selesai dikerjakan,” pungkasnya.














