Selasa, 10 Februari 2026
TubinNews
Advertisement
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Nasional
  • Pemerintahan
    • Kejaksaan
    • TNI-POLRI
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Pendidikan
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Religi
  • Sosial
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Nasional
  • Pemerintahan
    • Kejaksaan
    • TNI-POLRI
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Pendidikan
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Religi
  • Sosial
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
TubinNews
No Result
View All Result
Home Featured

Menulis Jalan Pulang untuk Mereka yang Terluka

Nurul Azkia by Nurul Azkia
10 Februari 2026
Buku Sebelum Kita Lupa Pulang. (Dok. Khalid Muntadzar)

Buku Sebelum Kita Lupa Pulang. (Dok. Khalid Muntadzar)

Bagikan ke FBBagikan ke WABagikan ke Twitter

​Di salah satu sudut ruangan itu, sebuah piala berwarna emas berdiri tegak, memantulkan cahaya kebanggaan. Di bawah piala itu tertulis dua kata yang menjadi mimpi banyak penulis “Best Seller”. Bersanding dengannya, tergeletak buku berjudul Sebelum Kita Lupa Pulang, lengkap dengan sertifikat penghargaan.

Siapapun yang melihatnya pasti berpikir bahwa ini adalah puncak kejayaan seorang penulis muda.
​Namun, bagi Khalid Muntadzar, piala itu bukan sekadar benda mati. Itu adalah saksi bisu dari malam-malam panjang yang sunyi di kota tua Fez, Maroko.

BeritaTerkait

WhatsApp-Image-2026-02-07-at-16.17.31-120x86 Menulis Jalan Pulang untuk Mereka yang Terluka

Setengah Pengangguran Meningkat di Tengah Penurunan TPT Aceh

7 Februari 2026
IMG-20260206-WA0004-120x86 Menulis Jalan Pulang untuk Mereka yang Terluka

Pemprov Aceh Koordinasi Percepatan Pembangunan Huntara Jelang Ramadhan

6 Februari 2026
WhatsApp-Image-2026-02-06-at-17.31.39-120x86 Menulis Jalan Pulang untuk Mereka yang Terluka

Dinilai Boros Rp16,7 Triliun Koalisi Sipil Kecam Prabowo Teken Piagam BOP

6 Februari 2026

Di tengah hawa dingin yang menusuk tulang dan ribuan kilometer jarak yang memisahkannya dari tanah air, piala itu adalah muara dari sebuah perjuangan sunyi. Di balik kilauannya, tersimpan cerita yang jauh dari kemewahan.

​Buku yang kini digenggam erat oleh banyak pembaca ini tidak lahir di atas meja kerja yang nyaman atau diketik pada laptop canggih.

Naskah yang berisi renungan hati di bawah langit Maghribi yang jingga itu justru lahir dari jemari yang menari di atas layar ponsel kecil, dicicil di sela-sela napas kehidupannya sebagai pelajar rantau berusia 20 tahun.

IMG-20260210-WA0010-scaled Menulis Jalan Pulang untuk Mereka yang Terluka
Potret buku ‘Sebelum Kita Lupa Pulang’ bersama penghargaan Best Seller—sebuah muara manis dari dedikasi Khalid Muntadzar selama menimba ilmu di Maroko. (Dok. Khalid Muntadzar)

​”Saya menulisnya dengan menggunakan HP awalnya,” kenang Khalid, mengingat masa-masa awal proses kreatifnya.

“Di manapun saya lagi ada waktu kosong dan waktu sendirian, ya pasti saya akan menulis di HP langsung.”

Baginya saat itu, gawai adalah satu-satunya alat untuk merekam gejolak batin yang tak tertahankan.

​Motivasi Khalid bukanlah piala emas yang kini ia miliki. Ia menulis karena hatinya tidak tega menjadi “rumah” bagi luka teman-temannya yang sendirian. Sebelum namanya tercetak di sampul buku, Khalid adalah tempat pulang bagi banyak keresahan.

Baca Juga :  UKW Angkatan 66-67 PWI Sumut Ucapkan Terima Kasih kepada Ketua PWI Sumut Farianda Sinik dan Polda Sumatra Utara

Teman-temannya sering datang, membawa beban hidup yang nyaris membuat mereka roboh, menangis tersedu-sedu di hadapannya karena merasa hidup terlalu hampa.

​”Saat-saat ketika orang butuh jawaban, ada yang cerita ke saya sampai nangis-nangis. Ya, hal itu yang membuat saya selalu ingin menulis,” tuturnya lembut.

​Ia menyadari, sekadar mendengarkan dan menjawab satu per satu keluhan tidaklah cukup. Air matanya sering ikut jatuh mendengar kisah mereka, dan dari sanalah tekad itu membaja. Ia ingin jawaban itu abadi. Ia ingin tulisan itu bisa dibaca oleh siapa saja yang sedang terluka, bukan hanya satu orang yang datang mengetuk pintunya hari itu.

​Namun, mengubah air mata menjadi sebuah karya best seller ternyata adalah ujian ketahanan mental yang luar biasa.

Perjalanan naskah itu penuh kerikil tajam. Khalid harus bertarung dengan naskah yang dibongkar-pasang, revisi yang tak kunjung usai, hingga penolakan yang sempat memukul mundur semangatnya. Ada malam-malam di mana ia merasa tidak sanggup lagi melanjutkannya.

​”Berkali-kali pusing karena terlalu banyak editor, dan beberapa kali ditolak. Ya akhirnya sempat ingin berhenti,” akuinya jujur.

​Di titik terendah itu, ia kembali teringat alasannya memulai. Bayangan wajah-wajah yang membutuhkan “peta” untuk kembali bangkit membuatnya bertahan. Ia merasa naskah ini adalah amanah; tugas jiwa yang harus diselesaikan, seberat apapun proses penyuntingannya.

​Kini, kerja keras di tanah rantau itu terbayar lunas. Sebelum Kita Lupa Pulang hadir sebagai penawar bagi jiwa-jiwa yang tersesat di era digital yang bising ini.

Khalid menyadari bahwa generasinya sedang berlari kencang mengejar dunia, namun tak sadar batin mereka tertinggal jauh di belakang hingga lupa pada sang Pencipta. Lewat bukunya, ia mengajak pembaca untuk kembali.

Baca Juga :  Wali Nanggroe Minta Negara Bertindak Bijak Terkait Insiden Keamanan di Aceh saat Bencana

​”Banyak orang yang memang pergi terlalu jauh dari dirinya. Sehingga mereka sampai lupa pulang. Pulang kepada Tuhan, pulang kepada diri sendiri,” tegasnya.

​Kepada mereka yang kini sedang memegang bukunya, atau siapapun yang merasa hidupnya terlalu berat, Khalid menitipkan pesan penguat layaknya seorang teman yang menepuk bahu.

​”Ingat, dalam setiap ujian yang Allah berikan seberat apapun itu, tentu ada hikmah dan jalan keluar yang pasti akan ketemu apabila kita mencarinya. Maka terus jalanin, terus syukurin, dan terus bersabarlah.”

​Dari kesunyian kamar di Fez, suara hati anak muda Indonesia ini kini menggema lantang. Piala di atas meja itu hanyalah simbol, namun kemenangan sesungguhnya bagi Khalid adalah ketika tulisannya berhasil menemani seseorang untuk menemukan jalan pulang kembali.

Tags: Best SellerinspiratifMarokoPenulis Muda

Berita Lainnya

Buruh bangunan yang merupakan bagian dari pekerjaan setengah pengangguran. (Dok. suarasurabaya.net)
Ekonomi

Setengah Pengangguran Meningkat di Tengah Penurunan TPT Aceh

7 Februari 2026
Pemprov Aceh Koordinasi Percepatan Pembangunan Huntara Jelang Ramadhan
Ekonomi

Pemprov Aceh Koordinasi Percepatan Pembangunan Huntara Jelang Ramadhan

6 Februari 2026
Dinilai Boros Rp16,7 Triliun Koalisi Sipil Kecam Prabowo Teken Piagam BOP
Ekonomi

Dinilai Boros Rp16,7 Triliun Koalisi Sipil Kecam Prabowo Teken Piagam BOP

6 Februari 2026
Menjahit Sol Sepatu demi Menghidupi Keluarga
Fokus Redaksi

Menjahit Sol Sepatu demi Menghidupi Keluarga

30 Januari 2026
Menunggu Rezeki di Pangkalan Becak
Fokus Redaksi

Menunggu Rezeki di Pangkalan Becak

23 Januari 2026
Ajirna menggoreng kue di dapur rumahnya di Kecamatan Montasik, Aceh Besar
Fokus Redaksi

Kisah Ajirna: Menggoreng Rezeki di Pagi Buta demi Keluarga

21 Januari 2026
  • Trending
Pemuda Asal Simeulue Diduga Tewas Dianiaya Saat Istirahat di Masjid Agung Sibolga

Pemuda Asal Simeulue Diduga Tewas Dianiaya Saat Istirahat di Masjid Agung Sibolga

2 November 2025
Polres Simeulue Amankan Terduga Pelaku Pelecehan Anak di Bawah Umur

Polres Simeulue Amankan Terduga Pelaku Pelecehan Anak di Bawah Umur

21 Juni 2025
Seorang Pemuda Meloncat Dari Kapal Aceh Hebat, Keberangkatan Kapal Tertunda Beberapa Jam

Seorang Pemuda Meloncat Dari Kapal Aceh Hebat, Keberangkatan Kapal Tertunda Beberapa Jam

19 Oktober 2025
Pria di Simeulue Barat Bacok Tiga Warga, Diduga Alami Gangguan Pikiran

Pria di Simeulue Barat Bacok Tiga Warga, Diduga Alami Gangguan Pikiran

1 Juni 2025

Berita Terkini

Buku Sebelum Kita Lupa Pulang. (Dok. Khalid Muntadzar)

Menulis Jalan Pulang untuk Mereka yang Terluka

10 Februari 2026
Wagub Aceh Fadhlullah saat berbicara terkait bantuan pasca bencana Aceh saat kunjungan MPR RI. (Dok/Ist)

Wagub Aceh Desak Dana Kemensos dan Sapi Meugang Segera Disalurkan

10 Februari 2026
Pamplet SDN 3 Nibong Aceh Utara.

Oknum Kepsek SDN 3 Nibong Diduga Gelapkan Beasiswa PIP, Wali Murid: Saya Minta Proses Hukum

10 Februari 2026
Kasat Reskrim Polres Simeulue memimpin rapat pembentukan Satgas pangan 2026

Polres Simeulue Gelar Rapat Koordinasi Pembentukan Satgas Pelanggaran Harga Pangan Tahun 2026

10 Februari 2026
TubinNews

© 2025 TubinNews.com.

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • News
  • Internasional
  • Nasional
  • Pemerintahan
    • Kejaksaan
    • TNI-POLRI
  • Daerah
    • Aceh
      • Banda Aceh
      • Aceh Barat
      • Langsa
      • Aceh Tenggara
      • Simeulue
      • Aceh Singkil
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Pendidikan
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Religi
  • Sosial