Aceh Barat|Tubinnews.com|Festival Literasi dibuka langsung oleh Bupati Aceh Barat yang diwakili Sekretaris Daerah Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, ST., MT., MH. Dalam sambutannya, Kurdi menyampaikan bahwa tema “Aceh Barat Menuju Pusat Literasi Informasi” merupakan sebuah cita-cita besar sekaligus tantangan di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, literasi memiliki peran penting dalam meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat. Literasi juga tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi mencakup kemampuan masyarakat dalam memahami, mengolah, menghasilkan, dan menyebarluaskan informasi secara bertanggung jawab.
“Dengan membaca, kita sudah membuka jendela dunia. Literasi hari ini tidak cukup kita pandang hanya sebagai kemampuan membaca dan menulis. Kita harapkan masyarakat Aceh Barat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi masyarakat yang cerdas dalam memahami informasi, produktif dalam menghasilkan pengetahuan, serta bertanggung jawab dalam menyebarkannya,” ungkap Kurdi.
Ia menambahkan, pemerintah memiliki peran penting dalam menyediakan kebijakan sekaligus membangun ekosistem literasi yang kuat. Di sisi lain, sekolah dan perguruan tinggi diharapkan mampu membangun tradisi keilmuan, sementara perpustakaan menyediakan ruang belajar dan sumber pengetahuan bagi masyarakat.
“Keluarga berperan menanamkan kebiasaan membaca sejak dini. Komunitas juga diharapkan dapat menghidupkan gerakan literasi di tengah masyarakat. Yang paling penting, media mampu menghadirkan informasi yang berkualitas. Pada akhirnya, generasi muda kita diharapkan menjadi motor kreativitas dan inovasi,” ujar Sekda.
Kurdi berharap Festival Literasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi momentum untuk membangun gerakan literasi yang dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
“Kita ingin perpustakaan semakin hidup, anak-anak semakin dekat dengan buku, dan ruang-ruang publik menjadi ruang belajar. Kita juga ingin desa atau gampong memiliki aktivitas literasi, serta teknologi menjadi alat untuk memperluas pengetahuan, bukan justru menjadi sumber informasi yang membingungkan masyarakat,” harapnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengajak seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), sekolah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, organisasi masyarakat, serta media untuk bersama-sama mengambil peran dalam memperkuat gerakan literasi.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendorong terwujudnya Aceh Barat sebagai pusat literasi informasi yang mampu melahirkan masyarakat berpengetahuan, kreatif, inovatif dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan informasi.






