Ekobis

BPDP dan Ditjenbun Bersama BPI Bekali Petani Sawit Aceh Timur Teknik Budidaya

×

BPDP dan Ditjenbun Bersama BPI Bekali Petani Sawit Aceh Timur Teknik Budidaya

Sebarkan artikel ini
Instruktur dari PT Best Planter Indonesia (BPI) mendemonstrasikan penggunaan alat pelindung diri (APD) saat pelatihan teknis budidaya kelapa sawit bagi 192 petani swadaya Aceh Timur di Banda Aceh. [Foto: Dok. Ist]

Banda Aceh | TubinNews.com – Sebanyak 192 petani sawit swadaya dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Timur mengikuti pelatihan teknis budidaya kelapa sawit yang digelar dalam rangka pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan tahun 2026.

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur, bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian RI.

Kegiatan berlangsung selama sepekan, 31 Agustus-5 September 2026, di Hotel Mekkah dan Hotel Grand Nanggroe, Kota Banda Aceh. Pembukaan pelatihan dilaksanakan secara hybrid pada Senin (31/8/2026), dengan kegiatan offline terpusat di ballroom Hotel Mekkah dan peserta online mengikuti dari ballroom Hotel Grand Nanggroe.

Pelatihan tersebut bertujuan membekali petani dengan pemahaman mengenai teknik budidaya kelapa sawit yang efisien dan berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas kebun serta kesejahteraan petani swadaya.

BPDP dan Ditjenbun menunjuk PT Best Planter Indonesia (BPI) dari Bogor sebagai salah satu lembaga pelatihan. BPI sebelumnya telah menyelenggarakan pelatihan teknis budidaya kelapa sawit pada 2022, 2023, 2024 dan 2025.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi mengenai regulasi dan kebijakan budidaya kelapa sawit, persiapan benih dan bahan tanam, persiapan lahan, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM), pengendalian gulma, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.

Materi diberikan melalui pembelajaran di kelas dan praktik lapangan. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan benih yang legal dan berkualitas untuk menjaga produktivitas kebun dalam jangka panjang.

Dalam materi persiapan lahan, peserta dibekali pengetahuan untuk mengenali jenis dan kelas lahan serta teknik persiapan lahan. Sementara pada materi penanaman, petani mendapatkan pembelajaran mengenai teknik penanaman untuk memperoleh hasil yang optimal.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Temui Menteri Perdagangan Bahas Impor Ternak Jelang Ramadhan

Peserta juga mempelajari teknik pemeliharaan tanaman sejak fase TBM hingga TM, pengendalian gulma secara kimia dan mekanis, serta strategi pemupukan berdasarkan prinsip tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara dan tepat sasaran.

Materi pengendalian hama dan penyakit mencakup pengenalan jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman kelapa sawit serta cara pengendaliannya, baik secara biologis maupun kimiawi.

Peserta Praktik Pengelolaan Kebun di Aceh Utara

Selain pembelajaran di dalam kelas, peserta mengikuti kunjungan lapang pada Sabtu (5/9/2026) ke Koperasi Produsen Perkebunan Berkat Bunga Damai di Gampong Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara.

Lokasi tersebut ditempuh peserta menggunakan bus dengan waktu perjalanan sekitar dua jam. Di kebun kunjungan, peserta mendapatkan penjelasan dan praktik mengenai pengelolaan kebun dari pengurus koperasi dan narasumber BPI.

Sejumlah praktik yang dilakukan meliputi cara menghitung umur tanaman sawit berdasarkan lingkar pelepah, mengenali gejala defisiensi unsur hara, menentukan tekstur tanah, melakukan sensus pengendalian hama dan penyakit tanaman, mengenali gulma, serta menghitung kecukupan pelepah pada tanaman sawit.

Dorong Produktivitas Petani Sawit Swadaya

Pelatihan tersebut diarahkan untuk menjawab salah satu tantangan petani sawit swadaya, yakni produktivitas kebun yang masih rendah.

Melalui pelatihan budidaya tersebut, peserta diharapkan dapat memahami dan menerapkan berbagai teknik untuk meningkatkan produksi hasil panen. Target yang disampaikan dalam kegiatan itu yakni meningkatkan produksi dari sebelumnya kurang dari 1 ton per hektare per panen menjadi sekitar 1,5 ton per hektare per panen.

Selain pelatihan tatap muka dan praktik lapangan, BPI juga berkomitmen memberikan pendampingan secara daring kepada para alumni. Forum WhatsApp Group disiapkan sebagai ruang komunikasi bagi peserta untuk saling berbagi informasi, ilmu dan pengalaman dalam menerapkan materi setelah pelatihan.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Terima Dividen Rp26,7 Miliar dari PT PEMA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *