DELI SERDANG |TUBINNEWS.COM — Informasi mengenai dugaan ditemukannya benda menyerupai ulat atau belatung pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, viral di media sosial, Rabu (12/8/2026).
Informasi tersebut mencuat setelah sebuah unggahan di Facebook memperlihatkan dokumentasi berupa wadah makanan MBG. Pada salah satu bagian makanan terlihat benda yang secara visual menyerupai ulat atau belatung.
Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian luas dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan asal makanan tersebut serta sekolah yang menerima menu MBG dimaksud.
Dugaan kemudian mengarah kepada SPPG yang berada di Desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu, setelah salah seorang pengguna Facebook memberikan komentar yang menyebutkan lokasi dapur MBG di kawasan tersebut.
Namun demikian, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Belum ada keterangan resmi yang memastikan bahwa makanan dalam dokumentasi tersebut memang berasal dari SPPG Desa Denai Kuala.
Selain itu, benda yang terlihat dalam makanan juga belum dapat dipastikan apakah benar merupakan ulat atau belatung. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan jenis benda tersebut serta bagaimana benda itu bisa berada di dalam makanan.
Kolom komentar unggahan tersebut juga dipenuhi berbagai tanggapan masyarakat.
Salah seorang pengguna Facebook mengaku mengetahui sekolah yang diduga terkait dan menyebut anaknya bersekolah di sana. Ia mengatakan sempat memeriksa makanan yang dibawa anaknya dan tidak menemukan benda serupa.
“Sebelum saya kasi makan anak kak saya periksa punya anak saya, kebanyakan kasi ayam dari pada terbuang,” tulisnya dalam komentar.
Sementara itu, pengguna lainnya menduga benda tersebut kemungkinan merupakan ulat yang berasal dari buah, bukan dari makanan berbahan daging.
“Itu biasanya dari ulat buah sebelahnya, bukan dari daging,” tulis salah seorang netizen dalam kolom komentar.
Meski demikian, komentar dan dugaan dari warganet tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab maupun asal benda yang terlihat dalam makanan.
Munculnya informasi tersebut tentu menjadi perhatian, terutama bagi para orang tua yang anaknya menerima makanan MBG. Jika nantinya terbukti terdapat benda asing dalam makanan, hal tersebut perlu menjadi bahan evaluasi terkait kebersihan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan hingga distribusi makanan.
Sebaliknya, apabila makanan tersebut ternyata bukan berasal dari SPPG yang disebutkan atau benda yang terlihat memiliki penyebab lain, klarifikasi juga diperlukan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi yang dapat merugikan pihak tertentu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak SPPG Desa Denai Kuala, sekolah yang diduga menerima makanan tersebut maupun instansi terkait mengenai viralnya informasi tersebut.
Masyarakat diimbau tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan unggahan dan komentar media sosial. Kepastian mengenai asal makanan dan benda yang ditemukan perlu menunggu hasil verifikasi serta klarifikasi dari pihak berwenang.

















