Aceh Utara | TubinNews.com – Manajemen Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia Aceh Utara membantah tudingan bahwa dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD), dr. Elisa, bersikap arogan terhadap keluarga pasien kecelakaan yang sebelumnya ramai diberitakan.
Direktur RSU Cut Meutia, dr. Syarifah Rohaya, Sp.M., menegaskan bahwa pasien telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur sejak tiba di IGD.
Menurutnya, dokter jaga telah melakukan pemeriksaan awal, berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah tulang, serta menyiapkan proses rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
”Pasien sudah tertangani di IGD, telah dikonsultasikan ke dokter ahli bedah tulang, dan sudah diinformasikan kepada keluarga pasien, yaitu istrinya, bahwa akan dilakukan prosedur rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi, yakni RSUDZA. Pasien juga telah dipersiapkan untuk berangkat sambil menunggu konfirmasi dari rumah sakit rujukan,” kata Syarifah dalam keterangannya kepada TubinNews, Senin (27/7/2026).
Syarifah menjelaskan, insiden yang dipersoalkan terjadi sekitar dua hingga tiga jam setelah proses penanganan pasien berlangsung.
Saat itu, kata dia, dua orang pria yang merupakan keluarga pasien mendatangi meja dokter jaga dengan nada tinggi sambil memukul meja ketika dr. Elisa sedang melakukan pelaporan kondisi pasien lain kepada dokter subspesialis ginjal melalui sambungan telepon.
”Saat itu dr. Elisa sedang melaporkan kondisi salah satu pasien IGD kepada dokter ahli penyakit dalam subspesialis ginjal melalui telepon. Namun, proses itu dipotong oleh dua orang yang datang dengan nada kasar, suara tinggi, dan memukul meja dokter,” ujarnya.
Menurut Syarifah, karena merasa proses pelayanan terhadap pasien lain terganggu, dr. Elisa kemudian meminta keluarga pasien untuk menunggu hingga komunikasi dengan dokter spesialis selesai.
”Dr. Elisa menyampaikan, ‘Di mana etika bapak? Saya sedang melaporkan keadaan pasien kepada dokter spesialis. Bapak bisa menunggu setelah ini untuk mendapatkan penjelasan.’ Namun, keluarga pasien tidak menerima penyampaian tersebut,” katanya.
Direktur RSU Cut Meutia membantah tudingan bahwa dr. Elisa lebih dahulu mengeluarkan kata-kata kasar kepada keluarga pasien.
”Jadi tidak benar apabila disebut dr. Elisa yang lebih dahulu mengeluarkan kata-kata kasar,” tegas Syarifah.
Ia menambahkan, dr. Elisa merasa keberatan atas tuduhan yang berkembang dan menganggap dirinya telah diperlakukan tidak semestinya.
Karena itu, dr. Elisa telah menyampaikan laporan kepada Direktur dan manajemen RSU Cut Meutia pada Sabtu (25/7), setelah lebih dahulu membuat klarifikasi internal terkait peristiwa tersebut.
Sebelumnya, keluarga dari pasien, Junaidi menyampaikan keberatan atas pelayanan di IGD RSU Cut Meutia dan menilai dokter jaga bersikap arogan saat memberikan penjelasan terkait penanganan pasien.














